Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 100

Loading...
Sinopsis Jodha Akbar episode 100 by Jonathan Bay. Jalal memanggil Sharifudin ke ruang sidang. Sharif datang, memberi salam dan bertanya, "apakah yang mulia memanggilku?" Jalal dengan marah berkata, "hanya karena mereka imam maka mereka masih hidup sekarang. Mereka meragukan cintaku pada tuhan yang tidak ada seorangpun berani melakukan ini sebelumnya.  Ini merupakan penghinaan bagi semua raja Mughal. Aku hanya ingin tahu siapa yang mengatakan tentang ini pada mereka?" Sharif menjawab kalau dirinya juga tidak tahu, tapi satu-satunya solusi yang dia tahu untuk menyelesaikan masalah ini adalah ratu Jodha harus masuk islam atau meninggalkan Agra. Sharif berkata, "saya percaya anda selalu melakukan yang terbaik untuk agama kita..." Jalal berkata kalau yang menjadi pertanyaannya adalah siapa yang menyampaikan kabar ini pada para imam. Jalal memerintahkan Atgah shah untuk menyelidiki hal ini dan membawa pelakunya ke depan dia. Atgah mengangguk. Adham bertanya-tanya dalam hati siapa orang yang telah menjadi musuh Jalal dengan membocorkan berita itu pada imam. ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Di kamarnya, Jodha sedang curhat pada Moti. Jodha berkata kalau segalanya baik-baik saja hingga mereka semua kembali ke Agra. Pertama, malam bersama Jalal sekarang agama nya juga di pertanyakan. Ruq dan Maham datang bersamaan ke kamar Jodha. Jodha menyapa mereka dan bertanya ada apa? Maham mengatakan kalau di Amer dia sudah memperingatkan Jodha kalau orang-orang akan mengamuk kalau tahu Jalal pergi ke mandir, tapi Jodha tidak mendengarkannya , sekarang lihat apa yang terjadi, Waktu itu kau bisa saja melarang Jalal."  Jodha menjawab kalau Jalal pergi ke mandir atas kehendaknya sendiri. Maham dengan sengit mengatakan kalau Jalal pergi ke Mandir karena Jodha dan pertanyaan yang muncul menentang Jalal adalah tanggung jawab Jodha. Dan jika jodha ingin mengembalikan situasi seperi semula, maka dia harus masuk islam. Jodha bertanya, "kenapa? saya mengormati agamamu, tapi agama saya adalah kebangaanku."

jodha akbar 100
Ruq menuntut Jodha yang pernah mengatakan kalau suaminya adalah segalanya, jadi kenapa agamanya tidak menjadi agamamu juga? Dan sekarang ini sangat di perlukan. Jalal melakukan banyak hal untuk Jodha tapi kenapa dia tidak bisa melakukan sebanyak itu pula untuk Jalal? Pengawal mengumumkan kalau Jalal datang. Jalal terkejut mnelihat Ruq dan maham ada disana, dia bertanya, "kalian semua ada disini?" Ruq menjawab kalau mereka sedang memberi pengertian pada Jodha bahwa sebelum para imam datang kemari, dia harus sudah siap menganti agamanya. Jalal menyahut kalau hal ini tidak akan terjadi, karena Jalal telah menjanjikan Jodha saat pernikahannya dulu bahwa dia dapat mengikuti agamanya secara bebas. Maham berkata tapi ini masalah tahta. Jalal mengatakan kalau janjinya lebih penting untuk dia, dan lagi Jodha tidak pernah memaksanya pergi ke Mandir, dia pergi atas kehendaknya sendiri, "lalu kenapa harus menghukum dia? Aku memberinya izin, sekarang pilihan ada pada dia. Dan tak seorang pun boleh memaksanya." Suasana senyap sesaat. Semua mata menatap Jodha, menanti jawabannya, Jodha dengan berat hati berkata kalau semuanya terserah Hamida, kalau hamida menyuruhnya masuk islam, dia akan melakukannya.

Sinopsis Jodha Akbar episode 100. Ruq membawa Jodha menghadap hamida.  Ruq mengatakan pada Hamida kalau Jodha hanya butuh persetujuannya untuk pindah agama. Hanya perintahkan dia menerima agama kita, dan Jalal akan selamat dari penghinaan. Lagian ini tinggal besok saja, dan tidak ada yang akan jadi masalah. Hamida berkata tidak perlu berkata apa-apa lagi. Dia bangga dengan Jodha yang telah memberinya kehormatan untuk mengambil keputusan atas namanya, tapi tidak ada seorang pun yang akan memaksa dia, "masalah politik Jalal adalah sesuatu yang lain, tetapi sebagai yang di tuakan di kerajaan Mughal, aku memutuskan kalau Jodha tidak akan mengubah agamanya dan lagi itu sudah dijanjikan Jalal pada saaat pernikahan, jadi jangan memaksa dia. Ini adalah keputusanku!" Maham dan Ruq terlihat kecewa dan jengkel. Jodha terharu dan berterima kasih pada Hamida. 

Waktu yang di janjikan tiba, semua berkumpul di ruang sidang. Dihadapan para Imam Jalal berkata, "aku sudah berjanji pada ratu Jodha bahwa dia akan tetap memeluk agamanya dan aku tidak akan memaksa dia untuk mengubahnya, karena itu hak nya. Dan jika aku harus turun tahta, maka aku akan menyerahkan tahta pada rahim." Jodha berkata kalau dirinya sudah menyerahkan keputusan pada Hamida, dan apapun yang di putuskan hamida dia akan melakukannya. Jalal menatap hamida dengan rasa ingin tahu. Maham dan Ruq yang sudah tahu pendirian hamida tidak berharap banyak. Hamida berdiri dan keluar dari daerah bertirai, di hadapan semua orang di ruang sidang dia mengatakan kalau ratu Jodha, menantunya akan menerima islam sebagai agamanya. Semua terkejut. Jodha tertegun. Jalal bingung. Ruq seperti tak percaya mendengarnya dan Maham tersenyum licik. Para iman terlihat senang dan mengucapkan syukur. Maham berpikir muslihat apa yang di mainkan Hamida, pertama dia memenangkan kepercayaan Jodha, dan sekarang menyelamatkan tahta jalal. Para imam terlihat gembira dan sedang mempersiapkan ritual masuk islam untuk Jodha. Hamida mendekati Jodha, membantunya berdiri lalu memintanya untuk duduk bersimpuh di lantai. Jodha tanpa berkata sepatah kata mengikuti apapun yang dikatakan Hamida meski dengan rasa tak percaya. Jalal sepertinya tidak terima dengan keputusan Hamida, tapi tidak bisa berkata apa-apa.

Sinopsis Jodha Akbar episode 100. Tiba-tiba terdengar pemberitahuan kalau sahikh mubarak tiba di ruang sidang. Hamida menyambutnya. Jalal memberi salam. Sahikh mubarak juga memberi salam pada Hamida. Sahikh berkata kalau ritual Jodha masuk islam harus di hentikan. Semua orang terkejut. Seorang imam berdiri dan berkata, "kenapa? memeluk islam adalah perbuatan baik." Sahikh berkata, "memang betul. Tapi menerima ISlam untuk alasan lain selain karena cinta padanya adalah bertentangan dengan hukum  Tuhan dan juga hukum agama. Sahikh  Sahabm aulia Allah, Salim chisti telah mengirim pesan untuk yang mulia." jalal mempersilahkan Sahikh mubarak untuk membacakan pesan itu. Pesan itu berbunyi:
"Jalal, pagi ini saya memdengar suara, aku menatap langit. Aku melihat burung gereja dan menyadari betapa beruntungnya mereka. Kebebasan beragama dan mendekatkan diri pada tuhan, dan ketika Allah mendengar kicauan mereka maka tidak ada perbedaan antara Kalam dan Mantra. Aku merasa seperti harus menyiapkan lahan seperti Ajmer dimana cinta dapat berkembang tanpa batasan agama dan bahasa. Ketika kau mengerti, hari itu kau akan mendapatkan karunia tuhan. Pewarismu dan anakmu. Ya ini bukan hanya mimpi tapi pesan dari alam yang disampaikan padaku. Aku mengatakannya padamu karena pesan ini berasal dari Dia yang dapat mengubah dunia. Allah yang di cintai bukan di takuti. "
Sahikh Mubarak berkata, "saya pikir setelah mendengar pesan ini, saya rasa anda semua tidak akan keberatan membiarkan yang mulia duduk di tahtanya. Penulis surat ini adalah orang yang mengerti agama dengan sangat baik. Saya percaya bahwa sekarang tidak ada yang akan mengajukan pertanyaan pada raja." Seorang imam berdiri dan berkata kalau dia tidak akan memaksa Jodha. JKarena Allah telah menyelamatkan mereka semua dari  menentang hukumnya, maka menerima islam tanpa mencintainya adalah dosa. Dan mereka tidak bisa melawan keputusan salim chisti. Jodha terlihat lega. maham, adham dan sharif serta Ruq terlihat kecewa. hamida tersenyum dan menghampiri Jodha, dia berkata, "aku tahu surat chisti sahab akan datang, karena itu aku menentang kehendak mu sehingga bisa mengulur waktu dan masalah ini dapat terselesaikan."  Maham mendengar kata-kata Hamida, berkata dalam hati, '"bagus sekali ratu hamida, anda lebih pintar daripada yang saya pikirkan, mengapa baru sekarang saya melihat anda yang seperti ini?"
Jodha duduk didepan Kanha dan berbicara dengannya. Kata Jodha, "Kanha, aku begitu takut ketika ami jaan (ibu) mengatakan aku harus mengubah agamaku. Aku marah pada mu karena tidak membantuku. Tetapi ketika surat Sahikh Chisti datang, aku menyadari bahwa dalam bentuk apapun kau selalu ada untuk membantu Jodhamu." Jodha mempertemukan tanganya di dada dan mengucapkan terima kasih pada Kanha.  ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~

Sinopsis Jodha Akbar episode 100. Jalal datang, Jodha segera berdiri menyambutnya. Jodha berkata, 'anda ke sini?" Jalal akan mengatakan sesuatu, tapi Jodha memotongnya, kata Jodha, "jika anda pikir dengan tidak memaksaku megubah agama anda telah memenuhi janji anda dan aku akan memaafkan mu, anda salah. Aku tidak akan melakukan itu. Karena anda melanggar janjimu yang satu lagi. Di kemah apa yang kau lakukan padaku? ~Johda teringat waktu dia bertanya pada Jalal atas apa yang sudah terjadi padanya, dan apa jawaban Jalal~  Aku tidak akan melupakan itu." Jalal tersenyum tipis dan berkata kalau dia ingat itu, "begitu sulit menemukan kain hitam malam itu." Jodha bertanya, "kain hitam?" jalal menjawab, "ya. Tubuhmu begitu dingin. Tabib berkata untuk menyadarkanmu butuh panas. Dia memberikan tanggung jawab itu padaku, dan aku telah berjanji padamu. jadi aku terpikir kain hitam, karena kain itu dapat memberikan panas. Jadi aku meletakan mu dalam kain hitam." Jalal tersenyum. Jodha menatap jalal dan berkata, "berarti malam itu anda tidak...."  jalal melanjutkan ucapan Jodha yang terputus, "...melakukan sesuatu yang tidak aku butuhkan siang atau malam? Aku berjanji padamu dan aku akan menepatinya." Jodha bertanya, "tapi kenapa anda tidak memberitahu aku sebelumnya?" Jalal tertawa dan berkata kalau jodha sudah bersikap begitu rupa sebelum dia sempat memberi tahu. "lalu kenapa mengatakannya sekarang?" tanya Jodha lagi. Jalal berkata, "kau terlihat tegang dan sebagai raja aku memberi mu jawaban ini sebagai hadiah. Aku tidak terlalu kejam untuk menghukum istriku seperti ini." Jalal masih dengan menyisakan tawa, berbalik pergi meninggalkan Jodha yang terlihat lega. 

Jalal sedang sembahyang dikamarnya. Di tempatnya, Jodha juga sedang menyanyikan Bhajan dan melakukan arti di depan patung kanha. Selesai sembahyang, jalal melipat sajadahnya. Ruq menemui Jalal dan berkata kalau dia telah mengirim utusan pada Jalal saat dalam penjalana pulang dari Amer untuk memberitahu dia kalau iman di agra menentangnya. Jalal berkata kalau utusan itu tidak sampai padanya.  Ruq juga berkata kalau dia mendegar kalau badai telah  datang membawa Jalal dan jodha dengannya.  Jalal dengan heran bertanya, "bagaimana kau tahu?" Ruq tersenyum dan bilang kalau di sana banyak orang. Jalal menyahut tapi tak seorangpun tahu tentang hal itu. Ruq menjawab kalau dia tahu segalanya tentang jalal. Jalal berkata, "jadi kau memata-mataiku?" Ruq berkata kalau dia temannya tapi juga istrinya. Jalal sambil tertawa penuh misteri, menatap ruq penuh selidik dan mengatakan kalau dia telah menghabiskan malam dengan Jodha di tenda yang sama. Jalal menatap Ruq tanpa kedip untuk melihat reaksinya. Benar saja Ruq terlihat cemburu..... Sinopsis Jodha Akbar episode 101
Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top