loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 463 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 463 by Sally Diandra. Malam itu Jalal dan Jodha sedang berada di hutan “Kita harus segera membongkar kedok Jagdev, Yang Mulia ... Agar semua warga penduduk tahu siapa dia sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 463sebenarnya”, “Yaa, tentu saja Ratu Jodha ... Kita pasti akan segera membongkar kedoknya”, “Oleh karena itu, ijinkanlah aku untuk datang kerumah Jagdev, dia mengundangku untuk datang kepesta anaknya”, “Jangan, jangan Ratu Jodha ... Lebih baik kamu tidak usah kesana dulu, kita tunggu dulu kabar dari Birbal, aku telah menyuruhnya untuk mencari karung karung gandum yang Jagdev sembunyikan”, “Tapi, Yang Mulia ... sampai kapan ? Ijinkanlah aku pergi dan lagi kamu akan selalu bersamaku untuk melindungi aku dan tidak ada seorangpun yang akan memisahkan kita” Jalal menatap haru pada Jodha.

Ditempat Mirza Hakim, saat itu Mirza Hakim sedang berkumpul dengan orang orang kepercayaannya, Mirza Hakim sangat marah begitu mengetahui kalau Maan Sigh telah kabur dari tahanannya “Cepat cari dan tangkap Mirza Hakim hidup atau mati ! Segera bawa ke hadapanku !” Mirza Hakim segera memerintahkan anak buahnya untuk mencari Maan Sigh, tepat pada saat itu ada anak buah Mirza Hakim yang lain yang datang sambil membawa surat dari Syarifudin “Mirza Hakim, saat ini Jalal, Ratu Jodha dan Ratu Rukayah sedang menyamar sebagai rakyat biasa disebuah pedesaan, mereka sedang menolong rakyat yang menderita akibat badai yang terjadi beberapa hari yang lalu, aku akan melakukan sesuatu dengan menyandera Ratu Jodha, seperti yang kamu tahu bahwa kakakmu itu sangat mencintai Ratu Jodha, jika Jodha ada ditangan kita maka Jalal akan mudah menyerah dan Agra akan dengan mudah kita serang dan kita kuasai”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4631Jalal dan Jodha masih didalam hutan dalam perjalanan menuju ke rumah Jagdev, mereka berdua bersiasat ketika Jodha memasuki rumah Jagdev, maka Jalal akan masuk secara sembunyi sembunyi dari belakang “Ratu Jodha, seluruh jiwaku dan hatiku hanya untuk kamu” Jodha dan Jalal saling berpandangan mesra kemudian Jalal memeluk Jodha dengan mesra, Jodhapun membalas pelukan Jalal, tepat pada saat itu tanpa mereka sadari Kaushalia si ibu kepala desa tanpa sengaja melintasi hutan tersebut dan melihat Surjan dan Radha berpelukkan mesra “Ya Kahnaa ... Surjan dan Radha sedang berdua duaan didalam hutan sambil berpelukkan mesra ? Mereka berselingkuh rupanya, aku harus memberitahukan semua warga penduduk tentang hal ini, ini tidak bisa dibiarkan !”

Dipedesaan saat itu Syarifudin dan anak buahnya mendatangi desa dimana keluarga kerajaan ada disana, saat itu hanya Mehtab dan Rukayah yang membagi bagikan obat, Syarifudin ikut bergabung disana sambil menutupi wajahnya “Nyonya, mengapa bukan Radha yang membagikan obat ?” Syarifudin bertanya pada Rukayah “Saat ini Radha sedang berada ditempat yang lain, dia sedang ada urusan disana” kata Rukayah kemudian Mehtab mendekati Syarifudin memberikan minuman, Mehtab menyuruh Syarifudin meminumnya dengan bahasa isyaratnya namun sayangnya Syarifudin tidak menyadari kalau Mehtab adalah putri kandungnya sendiri.

Sementara itu dirumah Jagdev, Jodha akhirnya sudah sampai disana, namun rumah itu tampak sepi dan kosong, tidak ada suasana pesta yang seperti dikatakan oleh Jagdev, Jodha mencoba memanggil Jagdev dan bertanya tentang acara Jagdev “Tamu tamu yang lain belum datang, Radha ... kamu santai saja dulu, kita bisa minum minum dulu sambil menunggu mereka” sementara itu diluar Jalal telah berhasil menyelinap masuk ke rumah Jagdev sambil melumpuhkan anak buah Jagdev. Jagdev menyuruh Jodha untuk minum anggur namun Jodha sedikit curiga ketika ditawari minum, Jodha segera menolak karena dia tidak minum anggur, Jagdev segera duduk disebelah Jodha dan mencoba semakin dekat dengannya, Jodha sudah mulai curiga pada gelagat Jagdev yang sedikit aneh “Dimana anakmu yang kamu ceritakan kemarin, Jagdev ?”, “Dia akan tiba tidak lama lagi, Radha” Jagdev terus menerus mendekati Jodha, Jodha bergeser sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4632menghindari Jagdev “Tenang saja, Radha ... tidak usah cemas, aku sebenarnya ingin menikahi kamu” Jodha benar benar kaget apalagi ketika tangan Jagdev hendak membelai wajah Jodha namun belum sempat tangan Jagdev menyentuh wajah Jodha, Jalal sudah mencengkram tangan Jagdev, Jagdev kaget dan tidak percaya karena Surjan bisa masuk kedalam rumahnya “Apa apan ini kamu Surjan ! Bagaimana bisa kamu masuk ke rumahku tanpa permisi ! Enyah kamu dari sini !”, “Kamu telah berlaku kurang ajar terhadap seorang wanita seperti Radha ! Radha adalah wanita baik baik, beraninya kamu bertindak tidak senonoh pada dirinya ! Radha pergilah !” Jodhapun segera pergi meninggalkan rumah Jagdev, sementara itu Jagdev berusaha memanggil manggil penjaga dan anak buahnya namun tidak ada satupun yang datang menemuinya “Semua penjagamu telah aku lumpuhkan, Jagdev !” tak lama kemudian Jalal dan Jagdev berkelahi satu sama lain, baku hantam diantara mereka tidak terelakkan lagi hingga akhirnya Jalal lah yang mampu melumpuhkan Jagdev kemudian menjerat kaki Jagdev dengan tali dan menggantungnya terbalik. Jalal meminta Jagdev untuk mengakui dengan siapa dia bekerja selama ini, Jalal mulai mencambuk Jagdev hingga akhirnya Jagdev mengakui bahwa dia telah membantu Mirza Hakim “Kamu harus mengakuinya didepan semua warga desa, Jagdev !”

Malam itu seluruh warga desa sedang berkumpul, ibu kepala desa Kaushalia menceritakan pada seluruh warga bahwa dia memergoki Surjan dan Radha sedang bermesraan didalam hutan, ibu Kaushalia bertanya ke Rukayah apakah Rukayah tau tentang hal ini ? Rukayah, Mehtab dan Moti bingung dan gelisah karena mereka tidak tahu harus berkata apa pada seluruh warga desa.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4633Tiba tiba Jalal muncul sambil mendorong Jagdev ke tengah tengah warga desa yang sedang berkumpul saat itu, tangan Jagdev diikat sementara mukanya lebam lebam karena dihajar oleh Jalal “Inilah orang yang telah kalian puji puji selama ini, ternyata seorang pengkhianat ! Di telah menimbun karung gandum dan juga bertindak tidak senonoh terhadap Radha !” Jalal sangat marah ke Jagdev, tiba tiba ibu kepala desa Kaushalia membentak Jalal “Surjan ! Memangnya apa yang telah dilakukan oleh Jagdev ? Jangan terburu buru, kamu sendiri tadi sedang berbuat apa dengan Radha didalam hutan ? Aku melihat kalian berdua dengan mata kepalaku sendiri sedang bermesraan di dalam hutan, coba jelaskan pada kami !” Jalal yang tadinya bersemangat memarahi Jagdev langsung terdiam seribu bahasa begitu Kaushalia dan rakyat memojokkan dirinya sementara saat itu Jodha juga ikut bergabung dengan mereka, begitu tau Jodha ada diantara mereka, Kaushalia dan seluruh warga penduduk langsung memojokkan Jodha dengan pertanyaan yang sama, warga penduduk marah dan menuduh Jodha telah menggoda suami orang lain yaitu Madura, Saat itu warga penduduk hendak menyerang Jodha, Jodha hanya bisa diam tidak melawan namun tiba tiba Jalal berteriak kencang “Cukup ! Dia ini wanita baik baik ! Dia ini bukan penggoda !” Jalal berteriak lantang didepan semua warga desa, Jodha saat itu sudah bisa menebak kalau Jalal pasti akan membuka penyamaran mereka, Jodha menggelengkan kepalanya ke Jalal agar tidak menceritakan semuanya namun Jalal tidak tahan dengan perlakuan warga desa terhadap istri yang sangat dicintainya “Dia adalah istriku sendiri !” semua warga desa tertegun mendengarnya, Jodha hanya bisa pasrah dan menatap haru ke Jalal “Dia adalah Mariam Uz Zamani, Ratu Jodha ! Yang telah menyamar disini untuk membantu kalian tanpa pamrih ! Dan aku ... Aku adalah Yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad Akbar !” para warga desa tidak percaya dengan ucapan Jalal, mereka malah mencemooh Jalal, Jagdev juga ikut ikutan menghasut warga desa agar tidak percaya begitu saja pada Jalal, untungnya tepat pada saat itu Birbal dan Abu Fazal berserta seluruh prajurit datang ketempat tersebut, Fazal segera meletakkan pedangnya dileher Jagdev “Siapa yang berani melawan dan menyakiti Yang Mulia Raja dan Mariam Uz Zamani ? Akan kami hajar hingga babak belur ! Prajurit hajar mereka !” Abu Fazal mencoba melindungi Jalal dan keluarga kerajaan yang lain namun Jalal segera melarangnya “Jangan sakiti mereka, Fazal ... Ini bukan salah mereka, Jagdev lah yang telah menghasut mereka”.

Birbal kemudian menunjukkan karung gandum yang disembunyikan oleh Jagdev “Yang Mulia, kami telah menemukan karung gandum yang telah disembunyikan oleh Jagdev selama ini” semua warga desa terheran heran begitu melihat banyaknya karung gandum yang ditemukan oleh para prajurit Jalal, Jagdev pun disuruh mengakui kejahatannya menimbun karung karung gandum tersebut, Jagdev segera bersimpuh dikaki Jalal meminta maaf “Yang Mulia, ampuni aku ... Ampuni aku, Yang Mulia”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4635Malam itu Jalal menjelaskan ke warga desa dengan bersemangat “Istriku Mariam Uz Zamani telah menyamar dan bekerja tanpa lelah menolong kalian, bahkan Ratu Rukayah dan anggota keluargaku yang lain ikut turun ke tengah tengah rakyat, termasuk aku sendiri ikut mengabdikan diri kami bagi rakyat tanpa rakyat menyadarinya” semua warga desa hanya diam mendengarkan penjelasan Jalal “Kalian itu rakyatku ! Kalian itu bagaikan anak anakku sendiri yang kucintai dengan sepenuh hati, tak pernah terlintas sedikitpun dalam benakku kalau aku ingin menelantarkan apalagi membuat kalian sengsara, lalu apa yang kalian lakukan ? Kalian yang tidak tahu keadaan yang sebenarnya telah dihasut dan membenci aku !” warga penduduk akhirnya sadar akan kesalahpahaman mereka selama ini dan meminta maaf pada Jalal kemudian mengelu elu kan nama Jalal dengan lantang “Hidup Yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad Akbar ! Hidup Yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad Akbar ! Hidup Yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad Akbar !” Jodha yang sedari tegang akhirnya bisa tersenyum lega, Jodha sangat terharu dan bangga pada suaminya yang telah memperoleh kepercayaan kembali, semua anggota keluarga yang lain termasuk Jalal juga tersenyum senang. Sinopsis Jodha Akbar episode 464 by Sally Diandra.

Bagikan :
Back To Top