Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 562 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 562 by Sally Diandra. Di istana Agra, Jodha sedang berkumpul dengan orang orang kepercayaannya membahas soal Murad yang mencoba berkhianat pada mereka “Dia telah datang pada kita dan menerima kesalahannya, sekarang kita harus melihat apa yang bisa kita lakukan ?” ujar Jodha “Kita seharusnya menyerang, Yang Mulia Ratu” sela Todar Mal “Tidak ! Tuan Todar Mal, mereka masih menahan Yang Mulia Raja”, “ibu benar, aku pernah bersama mereka disana, aku bisa menyerang mereka dan mereka tidak akan mencurigai aku” ujar Murad dengan nada menyesal “Kamu telah mengkhianati kami sekali, Murad !” ujar Rahim kesal sementara Salima hanya bisa diam mendengarkan pembicaraan mereka “Dia berhak mendapatkan kesempatan kedua, Rahim” Rahim masih nampak kesal dengan ulah adiknya “Rahim, usahakan pasukanmu untuk tidak berada jauh dari kami nanti” ujar Jodha “Ratu Jodha, mereka telah memberikan racun pada Yang Mulia ,,, jadi kita harus bergerak secepat mungkin !” ujar Murad lagi, semua yang hadir disana terkejut mendengarnya

Di kamar Rukayah, Rukayah teringat ketika Jodha menamparnya dengan keras di pipinya dan Rukayah langsung marah sambil menendang baskom yang berisi air yang ada di depannya, tak lama kemudian Hoshiyar menemuinya dan berkata “Yang Mulia Ratu, saat ini Yang Mulia Raja sedang dalam bahaya” Rukayah kaget dan terperangah begitu mendengar berita dari Hoshiyar “Aku harus pergi, Hoshiyar ! Aku harus menyelamatkan Jalalku !” ujar Rukayah sambil berjalan kearah pintu namun para prajurit yang berjaga di pintu depan Rukayah langsung menghentikan langkah Rukayah “Anda tidak bisa pergi keluar, Ratu Rukayah !” Rukayah marah dan berteriak pada penjaga itu “Beraninya kamu bicara seperti itu pada aku !” bentak Rukayah namun para pengawal itu tidak bergeming

Di tenda Jalal, Jalal masih diobati oleh tabib “Tabib, aku telah di racuni kan ? Tapi kamu tidak usah mengatakannya pada yang lain” Tabib itu menganggukkan kepalanya “Baik, Yang Mulia ,,, aku harus menemukan tumbuhan tumbuhan yang bisa meredakan reaksi dari racun tersebut” ujar sang tabib

JA logo 100Di lain sisi, di dalam istana, seorang tabib memberikan sebuah tanda suci ke Hamida lalu Hamida memberikannya ke Jodha ketika Jodha menghampirinya seraya berkata “Jodha, jangan lupa, nanti ikatkan tanda suci ini di lengan Jalal anakku, semuanya terserah kamu, kamu harus bisa menyelamatkan Raja dari dunia ini” ujar Hamida sedih “Aku berjanji, ibu ,,, Yang Mulia akan kembali dengan selamat” ujar Jodha

Tak lama kemudian Jodha dan Murad sudah sampai di tenda Nisar, Nisar kaget begitu melihat Jodha, kemudian Nisar mengajak Murad untuk bicara empat mata hanya mereka berdua “Pangeran Murad, kenapa Ratu Jodha ikut kesini ?” ujar Nisar cemas “Tuan Nisar, kamu telah menghentikan surat suratnya makanya aku harus membawa dia kesini, kita akan menahannya bersama Yang Mulia disini dan mengambil alih Agra, bagaimana ?” Nisar setuju dengan rencana Murad kemudian Nisar kembali menghampiri Jodha “Ratu Jodha, bagaimana kami bisa menyambutmu ?” ujar Nisar sambil menyeringai senang “Aku hanya ingin bertemu dengan Yang Mulia Raja” akhirnya mereka membawa Jodha menemui Jalal.

Ketika Jodha memasuki kamar Jalal, saat itu Jalal sedang tertidur, Jodha masuk ke tenda Jalal dengan perasaan khawatir “Yang Mulia” Jodha segera duduk di sebelah Jalal di atas tempat tidur, Jalal terbangun dan kaget ketika melihat Jodha ada disampingnya “Apakah aku ini sedang bermimpi ?” ujar Jalal heran “Bagaimana kondisimu, Yang Mulia ?” ujar Jodha cemas sambil memeluk Jalal “Apakah mereka telah menahan kamu ?”, “Tidak, aku tahu semua permainan ini” Jodha menceritakan semuanya ke Jalal tentang pengkhianatan Murad, Jalal terkejut tidak percaya “Darah dagingku sendiri telah mengkhianati aku ?”, “Murad telah bertobat, Yang Mulia ,,, dia telah menyesali semua perbuatannya dan dialah yang membawa aku kesini” tepat pada saat itu Maan Singh menemui mereka bersama sama Nisar “Aku tahu kalau kamu sangat mengkhawatirkan aku tapi lihatlah orang orang kepercayaanku ada disini” ujar Jalal dengan suara lantang agar Nisar tidak curiga “Aku tahu mereka, Yang Mulia ,,, ini ibu membawakan tanda suci ini untukmu” ujar Jodha sambil mengikatkan tanda suci itu di lengan Jalal “Yang Mulia akan segera sembuh sekarang, Ratu Jodha” ujar Nisar dengan senyumnya yang penuh kepura puraan “Aku akan kembali ke Agra bersama dengan dirinya, apakah aku di ijinkan untuk tinggal disini, tuan Nisar ?” Nisar tersenyum mendengar pertanyaan Jodha “Ini adalah daerah kekuasaanmu, Ratu Jodha” ujar Nisar kemudian Jodha memberikan obat herbal untuk Jalal

Malam harinya Murad menemui Jalal “Ratu Jodha, suruh anak ini pergi ! Aku sangat malu memikirkan kalau dia itu darah dagingku sendiri ! Dia telah bersekongkol untuk membunuh aku !” ujar Jalal penuh amarah “Lupakanlah apa yang telah terjadi, Yang Mulia ,,, kita harus melihat situasinya, dia telah membawa aku kesini, maafkanlah dia demi aku dan Ratu Salima” Jalal melirik ke arah Jodha yang penuh harap “Aku akan memaafkan kamu tapi ini karena Ratu Jodha yang memintanya, Ratu Jodha dan ibumu adalah orang orang yang setia padaku” Murad mendekat ke Jalal sambil hendak memegang kaki Jalal, namun Jalal membentaknya, Muradpun kembali berdiri “Maafkan aku, Yang Mulia”, “Ingat kamu, Murad ! Bahwa hanya Salim yang akan menjadi Raja dan kamu harus selalu melayaninya, aku sangat berharap hal ini tidak akan terjadi lagi !”

Keesokan harinya Jalal dan Jodha sedang berjalan jalan di dekat tenda di dalam hutan sambil menikmati udara di pagi hari “Sampai saat ini aku belum menceritakan pada Yang Mulia tentang Ratu Rukayah” bathin Jodha dalam hati “Yang Mulia, aku telah mengirimkan sebuah surat untuk Rahim dan kita akan meninggalkan tempat ini hari ini” Jalal mengangguk angguk “Iya betul, Ratu Jodha ,,, para pengkhianat ini seharusnya di hukum sekarang !” ujar Jalal geram

Rahim dan pasukannya ada di dekat tenda Jalal “Tidak ada yang boleh tahu kalau kita berada disini sampai kita mendapat perintah untuk menuju kesana !” ujar Rahim pada pasukannya, kemudian mereka semua bersembunyi ketika mereka mendengar ada suara derap kuda mendekat ke arah mereka “Sepertinya tadi aku melihat ada orang orang yang bersembunyi disini, aku harus memberitahukan pada tuan Nisar tentang hal ini” ujar pria berkuda tersebut “Dia telah mengetahui keberadaan kita !” ujar Rahim setelah orang itu pergi menjauh darinya, Rahim segera membakar sebuah panas dan membunuh pria berkuda itu dengan panah apinya

Ketika salah satu prajurit Jalal hendak pergi membawa surat, Nisar segera mencegatnya “Hei ! Mau kemana kamu ?” prajurit itu mendekat ke Nisar “Ini aku akan mengirimkan surat Ratu Jodha untuk seseorang” Nisar segera mengambilnya dan membacanya perlahan lahan kemudian Nisar tertawa bingung sambil berkata “Apa ini ? Ini seperti sebuah puisi yang tolol !” ujar Nisar lalu mengembalikan surat itu ke prajurit dan prajurit itupun berlalu meninggalkannya, padahal isi surat itu adalah Jodha menyuruh Rahim untuk segera datang yang ditulisnya dengan kata kata sandi.

Di tenda Nisar, Nisar sedang berkumpul dengan orang orang Inggris “Bagaimana mungkin racun itu tidak bekerja di tubuh Jalal ?” mereka merasa heran “Bagaimana kalau kita bunuh saja mereka berdua ?” usul orang Inggris tepat pada saat itu Murad menghampiri mereka “Pangeran Murad, ini adalah satu satunya cara untuk mendapatkan tahtamu, kita akan membunuh mereka berdua malam ini” Murad tertegun “Kamu tahu apa yang akan terjadi nanti ? Pangeran Salim akan menyerang Agra ! Dan semua orang akan mendukungnya” ujar Murad tegang “Kita seharusnya menahan mereka dan membawa mereka ke Agra, maka dengan begitu pangeran Salim tidak akan bisa menyerang kita, kita kan membunuh mereka bertiga disana” ujar Murad lagi dengan penuh harap agar mereka mau menyetujui usulnya ini “Baiklah, kami akan melakukan sesuai dengan apa yang kamu perintahkan, pangeran” ujar Nisar

Tak lama kemudian Murad menemui Jalal ditendanya “Yang Mulia, mereka akan membunuh kamu, kamu tidak bisa mempercayai Jan Nisar lagi, kita harus melakukan sesuatu, Yang Mulia” Jalal tertegun “Kita akan bersiap siap”, “Aku telah mengirimkan sebuah surat untuk Rahim, Yang Mulia’ ujar Jodha “Maan Singh kamu harus menyiapkan pasukanmu ! Dan kamu Murad, lebih baik kamu tetap bersama sama dengan mereka” tak lama kemudian Nisar menghampiri Jalal bersama sama orang orang Inggris itu “Yang Mulia, saya dan orang orang Inggris ini telah mempersiapkan sebuah pesta perayaan untuk anda” Jalal tersenyum seraya berkata “Baiklah, aku kan datang pesta kalian” ujar Jalal dengan senyumnya yang mengembang... Sinopsis Jodha Akbar episode 563 by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top