Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 541 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 541 by Sally Diandra. Anarkali sedang mengikatnya gelang kaki di kakinya, Salim menghampirinya dan melemparkan gelang kaki itu sejauh mungkin “Aku tidak suka kalau kamu mengenakan gelang kaki itu” Salim terlihat marah dan kesal “Aku tidak akan mengenakannya jika kamu tidak suka” Anarkali merasa tidak enak “Aku pikir ini saatnya aku akan berbicara pada ibuku tentang hubunganku dengan kamu” Anarkali terkejut mendengarnya lalu tertunduk “Ada apa, Anarkali ? Aku selalu merasa bahagia memikirkan bahwa kamu akan menjadi pendamping hidupku” Salim terlihat bahagia sambil memegang dagu Anarkali “Malika Hind baru saja sembuh saat ini, aku pikir kita seharusnya menunggu beberapa waktu dulu” Anarkali cemas “Aku tidak akan menunggu lagi, aku tidak berfikir kita harus melangsungkan pernikahan saat ini juga, aku hanya ingin membuat kamu menjadi milikku” Anarkali tersipu malu dan memeluk Salim erat “Oh iya, aku membawa sebuah hadiah buat kamu” Salim mengajak Anarkali duduk dan meminta Anarkali untuk menaruh kakinya diatas kemudian Salim menunjukkan sebuah gelang kaki ke Anarkali “Waaah ,,, ini sangat indah sekali” Anarkali menyukai gelang kaki itu dan ketika hendak mengambilnya, Salim tidak mengijinkan “Aaa tidak ! aku akan memakaikannya di kakimu” Anarkali langsung menurunkan kakinya kebawah “Tidak ! Aku tidak akan suka kalau kamu menyentuh kakiku” Salim tertawa sambil duduk bersimpuh dibawah “Aku tidak menyentuh kakimu tapi kelopak bunga ini yang menyentuhnya” tak lama kemudian Salim membantu Anarkali mengenakan gelang kaki pemberian Salim “Mulai sekarang kamu akan mengenakannya” Anarkali tersenyum senang “Oh iya, ibu Salima menceritakan padaku ketika kamu membantu ibuku, ibu Jodha ,,, aku sangat berterima kasih untuk itu” Anarkali menggelengkan kepalanya “Jangan ucapkan terima kasih, aku ini bukan orang luar” Salim tersenyum senang dan membaringkan kepalanya di pangkuan Anarkali

JA logo 100Dikamar Rukayah, saat itu Rukayah sedang menikmati kinang, Hoshiyar dengan setia menemani majikannya itu, tak lama kemudian salah seorang pelayan memberitahukan ke Rukayah kalau ada seseorang yang ingin bertemu dengannya “Suruh dia masuk !” Rukayah menyuruh Hoshiyar mengambil sesuatu, Hoshiyar pun pergi dari kamar Rukayah, tak lama kemudian salah satu germo prostitusi dimana Anarkali bekerja menemui Rukayah “Akhirnya kamu datang juga setelah waktu yang cukup lama, berita apa yang kamu bawa ?” Rukayah tersenyum sinis “Berita yang aku bawa ini sangat berbumbu, Yang Mulia Ratu ,,, aku melihat pangeran Salim menyentuh kaki Anarkali, gairah cinta telah hadir pada diri mereka berdua” kemudian sang germo menceritakan bagaimana awal mula ceritanya, Rukayah tertawa terbahak bahak “Apakah aku harus menceritakan hal ini ke Yang Mulia ?” Rukayah marah “Jangan ! jangan berani beraninya kamu membuka mulutmu ! beritahu aku selalu mengenai perkembangan hubungan mereka berdua dan tidak ada seorangpun yang boleh menganggu Pangeran Salim dan Anarkali” Rukayah segera berdiri dan mengambil sekaontong koin emas lalu memberikan koin emas itu sebagai imbalan, kemudian germo itu pun pergi meninggalkannya, Rukayah tertawa terbahak bahak.

Di ruang keluarga, Jodha meminta maaf pada Salima dan Hamida atas tingkah lakunya yang kurang ajar “Ibu maafkan semua perbuatanku yang telah aku lakukan ketika Laboni merasuki tubuhku” Jodha berdiri dan mengatupkan kedua tangannya di dada “Kami sangat berterima kasih karena kamu akhirnya baik baik saja, Jodha” Hamida mencium kening Jodha, tepat pada saat itu Rukayah menemui mereka seraya berkata “Ibu, mengapa Yang Mulia memanggil kita semua ke sini ?” Jalal memasuki ruangan dan memberikan salam pada semua orang “Jalal, kenapa kamu memanggil kami semua ke sini ? Ada apa ?” Jalal tersenyum seraya berkata “Telah lama sekali kita tidak merayakan sesuatu maka aku ingin mengadakan sebuah pesta perayaan, kami telah memutuskan untuk pernikahan Salim dan Maan Bai jadi aku pikir, inilah saatnya kita menentukkan tanggal pernikahan mereka” semua yang hadir disana nampak senang “Itu sebuah ide yang bagus” ujar Jodha tersenyum bahagia “Keputusan ini akan membawa bencana pada kehidupan Jalal dan Jodha” bathin Rukayah dalam hati “Ratu Rukayah, ada apa ?” Rukayah gelagapan ketika tiba tiba Jodha bertanya pada dirinya “Oooh tidak apa apa, Ratu Jodha ,,, aku hanya membayangkan betapa meriahnya nanti pesta pernikahan Salim” semua orang yang hadir disana merasa bahagia “Waah, ibu ... Selamat yaa ,,, satu lagi anak menantu perempuanmu akan datang kesini” Hamida hanya tersenyum bahagia mendengar ucapan Salima

Di ruang pribadi Jalal, Jalal sedang berkumpul dengan menteri keparcayaannya, Abu Fazal memberitahukan Jalal perihal Shahabudin “Dialah yang memprovokasi pangeran Murad untuk melawan pangeran Salim, dia juga yang menyuruh seseorang untuk menyerang Salim pada saat di Mewar” Jalal marah “Mengapa kamu tidak menceritakan padaku soal ini dari dulu ?” Rahim segera menyahut “Saat itu anda sedang fokus menyingkirkan Laboni, Yang Mulia ,,, sekarang Shahabudin sudah kami penjara, andalah nanti yang menentukan nasibnya “Jika ada seseorang yang mencoba untuk melawan kesultanan Mughal maka dia pantas di beri hukuman mati !” Jalal terlihat geram “Maan Sigh, katakan pada ayahmu Raja Bhagwandas bahwa aku tidak ingin menunda pernikahan Salim dan Maan Bai” Jalal kemudian memeluk MaanSigh, tepat pada saat itu Jodha menemui mereka, semua orang yang hadir disana memberikan salam pada Jodha dan pergi meninggalkan mereka berdua “Yang Mulia, kamu memutuskan untuk secepatnya melangsungkan pernikahan Salim rupanya” Jalal tersenyum “Aku ingin ada kebahagiaan disini”, “Aku juga ingin mempunyai menantu perempuan” Jodha tersenyum “Kamu bahagia akan hal itu ? Bagaimana kalau dia itu seorang petarung seperti kamu ?” Jalal kembali menggoda Jodha “Apa ? Jadi aku ini jahat ?” Jodha cemberut “Semua orang tahu kalau kamu itu seorang pejuang, tanya saja sama Ratu Rukayah juga” Jalal tersenyum “Jadi kamu kira kalau aku dan Ratu Rukayah itu bertarung tapi kami ini memiliki kasih sayang diantara kami berdua, aku sangat menghormatinya” Jodha mencoba menanggapi pertanyaan Jalal secara diplomatis “Bagaimana dengan dia ?” Jalal kembali menggoda istrinya itu “Kamu ingin kami bertarung tapi tidak akan terjadi apa apa dalam waktu dekat ini, Yang Mulia” Jodha tersenyum “Aku seperti mendapatkan sebuah hadiah diantara pertarungan kalian” ujar Jalal sambil memegang janggutnya yang berjenggot “Kamu mempunyai banyak istri maka kamu harus bisa menghadapi konsekwensinya, Yang Mulia ,,, kalau begitu aku akan pergi dan mengatakan hal ini semua pada Ratu Rukayah” Jalal nampak ketakutan dan berkata “Ratu Jodha, Ratu Jodha ,,, aaa aaaakuu ,,, aku hanya bergurau” Jodha tidak menggubris ucapan Jalal dan segera berlalu meninggalkan Jalal yang sering menggoda dirinya

Maan Sigh menemui Salim “Salim, kenapa tadi kamu tidak ada di sidang ?”, “Aku sangat sibuk, kak” ujar Salim santai “Aku lihat sekarang kamu selalu sibuk sekarang” Salim merasa canggung di depan Maan Sigh “Tidak juga, aku mempunyai banyak waktu untukmu, kak”, “Sekali kamu menikah maka kamu hanya akan mengingat istrimu saja, Salim” sela Rahim “Apa ?” Salim kaget “Iya betul, Yang Mulia telah memutuskan untuk segera melangsungkan pernikahanmu” Salim sangat terkejut “Kami akan pergi ke Amer untuk menyampaikan pesan Yang Mulia dan kamu akan segera datang kesana dengan iring iringan pengantinmu (Baraat)” sela Rahim “Selamat ya Salim” Maan Sigh memeluk Salim erat begitu pula Rahim juga memeluk Salim mengucapkan selamat padanya juga, Salim hanya terdiam dan kaget, kemudian Maan Sigh dan Rahim meninggalkannya dengan senyum bahagia di wajah mereka

Di ruang pribadi Jalal, Shahabudin dihadapkan ke depan Jalal oleh Rahim, Maan Sigh dan AbuFazal “Berani benar kamu berfikir untuk membunuh pangeran Salim, dia adalah penerus Raja selanjutnya” Shahabudin ketakutan sambil duduk berlutut dengan tangan di borgol “Aku selalu setia padamu, Yang Mulia ,,, aku tidak melakukan kesalahan apapun” Jalal marah “Aku bisa memenggal kepalamu, aku bisa memberikan pelajaran untuk hukumanmu, kamu tinggal katakan pada kami siapa lagi yang terlibat dalam konspirasi ini ?” Shahabudin masih ketakutan “Aku bersumpah Yang Mulia ,,, aku tidak melakukan ini semua” Jalal sangat marah mendengarnya dan memberikan perintah pada orang orang kepercayaannya “Buatlah dia berkata jujur dalam 2 hari dan bunuh dia di pasar !” ujar Jalal marah kemudian berlalu dari tempat tersebut

Di kamar Jodha, Jodha sedang memilih milih perhiasan dan pakaian yang di kirimkan untuk calon menantunya, tepat pada saat itu Salim menemuinya “Kamu sudah mendengar kabarnya, Salim ? Maan Sigh akan pergi ke Amer, jika kamu juga ingin mengirimkan pesan yang lain ke Maan Bai maka kamu bisa ,,,” Salim segera memotong ucapan ibunya “Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu, ibu ,,, aku ingin bicara empat mata” Moti dan semua pelayan segera meninggalkan kamar Jodha. Sepeninggal para pelayan “Aku ingin mengatakan bahwa aku tidak ingin melangsungkan pernikahan ini” Jodha terkejut “Gurauan macam apa ini, Salim ?” Jodha berdiri dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anaknya, hingga nampan yang berisi pakaian yang dibawanya tadi jatuh berserakan dilantai “Aku mengatakan yang sebenarnya, ibu ,,, aku mohon tolong hentikan pernikahan ini, aku tidak bisa menikahi Maan Bai” Jodha semakin tidak mengerti “Pernikahan ini telah diputuskan beberapa bulan yang lalu” Salim menguatkan dirinya untuk berkata jujur di depan ibunya “Aku mencintai orang lain, ibu ,,, dan aku hanya ingin menikah dengan dia saja” Jodha terperangah dan bertanya “Siapa dia ?”, “Anarkali ,,, aku mencintainya, ibu ,,, dan aku hanya ingin menikah dengannya” Jodha kembali terkejut dan tak terasa air mata menetes di ujung matanya yang bulat “Dulu kamu mengatakan setuju dengan pernikahan ini dan sekarang kamu mengatakan tidak, kamu tahu apa yang akan terjadi pada Maan Bai ? Kamu telah mempermainkan kehormatan pamanmu, Bhagwandas dan Yang Mulia ,,, kenapa kamu tidak mengutarakan hal ini sebelumnya ?” Jodha semakin sedih “Situasinya tidak memungkinkan saat itu, ibu ,,, aku bertemu dengan Anarkali di Amer, aku baru tahu kalau dia itu Nadira, lalu dia menjadi seorang penari karena aku dan aku jatuh cinta padanya, aku ingin mengangkat derajatnya dimana dia berhak mendapatkan hal itu, aku sangat mencintainya, ibu ,,, aku tidak akan bisa hidup tanpa dirinya, seperti ibu yang mencintai ayah, ibu pasti bisa mengerti bagaimana perasaanku, aku mohon, ibu ,,, tolong katakan pada ayah” Salim juga sedih sambil mengutarakan perasaannya ini dengan harapan ibunya bisa mengerti, Jodha semakin bingung apalagi ketika Salim berlutut di kaki Jodha sambil memegang tangan Jodha “Aku telah berjanji pada Anarkali bahwa aku hanya akan menikahinya, aku juga mempunyai separuh darah Rajvanshi, oleh karena itu aku tidak bisa melanggar janjiku, hanya ibu yang bisa melakukan ini semua, hanya ibu yang bisa menolong aku” Salim memohon dengan amat sangat pada ibunya, Jodha hanya terdiam “Kamu pergilah dulu sekarang, ibu akan memikirkan hal ini” Salim tersenyum “Terima kasih, ibu” Salim pun segera berlalu meninggalkan Jodha yang masih tidak percaya mendengar ucapan anaknya, teringat bagaimana dulu Salim menentang pernikahan ini kemudian menyetujuinya, semuanya membuat Jodha semakin bingung... Sinopsis Jodha Akbar episode 542 by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top