Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 522 by sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 522 by sally Diandra. Dihalaman istana, Laboni masih menggenggam abu yang ada di tangannya itu, tiba tiba dari arah depan, nampak Aram bano sedang berlari lari riang ke arahnya, Laboni segera menghentikan Aram Bano “Aram Bano, kenapa kamu berlari lari ?” dengan polosnya Aram Bano menjawab “Aku sedang bermain, bibi Leela” Laboni serasa mendapat ide cemerlang dengan bermain main bersama Aram Bano “Aram Bano, bagaimana kalau sekarang kamu mainnya sama bibi saja ?” ujar Laboni dengan mata berbinar binar “Baiklah kalau begitu, bibi cari aku ya, aku mau sembunyi” Aram Bano segera berlari lari ke kamar Jalal, saat itu Jalal dan Jodha sedang bercengkrama berdua, tiba tiba Aram Bano berlari lari ke arah mereka sambil berteriak memanggil ayahnya “Ayaaaaahhh” teriaknya lantang dan riang “Aram Bano, ada apa sayang ? Mau bermain main bersama ayah ?” ujar Jalal sambil menyeringai senang menyambut putri bungsunya itu “Tidak ayah ! Kali ini aku mau main main sama bibi Leela, ayah jangan bilang ya kalau aku sembunyi disini” ujar Aram Bano dengan polosnya, sementara Jodha merasa cemas, Jodha yakin kalau pasti ada sesuatu yang tidak beres yang sedang direncanakan oleh Laboni “Aku yakin ini pasti akal akalan perempuan itu dengan mengajak Aram Bano bermain main di kamar Yang Mulia, karena dengan begitu dia bisa leluasa masuk ke kamar Yang Mulia, aku harus waspada” bathin Jodha dalam hati

Tak lama kemudian Aram Bano segera bersembunyi di belakang ranjang Jalal dan benar saja Laboni tiba tiba menghampiri mereka “Kakak ipar, apakah kalian melihat Aram Bano ? Kami sedang main petak umpet, aku yakin pasti Aram Bano bersembunyi disini, dimana dia ?” ujar Laboni dengan manja, sementara Jalal hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya “Aku tidak tahu, Leela ... kamu cari saja sendiri” ujar Jalal, sementara Jodha masih merasa was was dengan kehadiran Laboni dikamarnya “Aram Banooo ... Aram Banooo ...” Laboni mulai pura pura memanggil Aram Bano sambil mencari cari ke sudut ruangan kamar Jalal, Aram Bano yang sedang bersembunyi tertawa cekikikan dan ketika Laboni mulai melangkah ke arah belakang ranjang Jalal, Aram Bano segera keluar dari persembunyiannya sambil tertawa cekikikan, Laboni segera mengejarnya, Aram Bano berlari lari mengitari ayah ibunya, Laboni mengikutinya dari belakang hingga akhirnya Laboni bisa mendekat ke arah Jalal, Laboni pura pura menabrak Jalal ketika sedang mengejar Aram Bano, Laboni segera berhenti disebelah Jalal sambil menaburkan abu yang digenggamnya tadi kearah tali suci yang ada di lengan Jalal sambil tersenyum sinis, cukup lama Laboni mendekat ke arah Jalal, hal ini membuat Jodha curiga dan segera menggeret Laboni “Leela, ada apa ? Kamu baik baik saja kan ?” ujar Jodha cemas “Aku tidak apa apa, kak ... sekarang aku mau mengejar Aram Bano dulu” ujar Laboni kemudian berlalu meninggalkan mereka dengan senyumnya yang mengembang.

JA logo 100Sepeninggal Laboni, Jodha memperhatikan suaminya dengan seksama, dilihatnya tali suci itu masih melingkar di lengan Jalal, Jodha merasa lega, kemudian Jodha memperhatikan sekeliling ruangan, Jodha mengecek ke belakang ranjang Jalal dari sebelah kiri maupun sebelah kanan namun Jodha tidak menemukan apa apa disana “Ratu Jodha, kamu sedang mencari apa ?” Jalal merasa bingung dengan sikap Jodha “Eeeeeeh, iya aku hanya melihat lihat saja, siapa tahu ada barang Aram Bano yang tertinggal disini” ujar Jodha sambil memegang keningnya.

Sementara itu di kamar Laboni, Laboni sedang berbaring sambil memegang gaun pesta Jodha yang diberikan oleh Ratu Inggris, Laboni berkata pada dirinya sendiri sambil berangan angan “Ooooh Jalal, akhirnya sebentar lagi kita akan bersatu selama lamanya dan hanya aku yang ada di dalam hati kamu bukan yang lain, aku akan menjadi Malika Hind” ujar Laboni sambil menyeringai senang, Dammu yang masuk ke dalam kamar Laboni merasa heran dengan perangai anaknya yang kelihatan bahagia “Kenapa kamu kelihatan senang sekali, Laboni ? Bagaimana dengan tali suci itu ?”, “Tenang saja, ibu ... semuanya sudah beres, tali suci itu tidak akan menghentikan Jalal menemui aku, nanti malam Jalal pasti akan datang padaku, ibu” ujar Laboni sambil bernyanyi nyanyi senang, Dammu juga tersenyum bahagia

Ditengah hutan, Dammu mulai melakukan ritual ilmu hitamnya, sementara Laboni sudah berdiri disana menemani ibunya dengan mengenakan gaun pesta dari Ratu Inggris milik Jodha “Laboni, saatnya kamu bersiap, kamu bisa memanggil Jalal sekarang” ujar Dammu sambil melirik ke arah Laboni, Laboni tersenyum sambil memilin milin rambutnya yang ikal “Tentu ibu, aku akan segera memanggilnya” ujar Laboni sambil berjalan kearah tempat tidur yang sudah disiapkannya disana dengan dekorasi ala pengantin yang begitu indah lengkap dengan tirai tirai dan nyala lilin yang meneranginya, Laboni membuat kamar tidurnya itu seromantis mungkin dimana dirinya dan Jalal akan bersatu disana malam ini. Sementara itu Jalal yang sedang tertidur pulas di kamarnya bersama Jodha, tiba tiba merasa gelisah, kemudian terbangun ketika telinganya mendengar suara Laboni memanggilnya dengan manja “Jalal, datanglah sayang, datanglah padaku, aku ingin sekali menyatu denganmu (berhubungan intim)” Jalal kemudian terbangun dan seperti terhipnotis, Jalal mulai turun dari ranjangnya dan berjalan keluar kamar, tali yang Jodha ikatkan di baju Jalal mengikuti kemana langkahnya pergi, saat itu Jodha masih belum menyadari suaminya telah meninggalkan ranjang, Jodha masih tertidur pulas namun ketika benang yang diikatkan ditangannya mulai lepas, Jodha kaget dan baru tersadar kalau suaminya sudah tidak ada di kamar “Yang Mulia ....” Jodha merasa cemas dan bergegas mengikuti kemana benang itu bergerak.

Jalal masuk ke dalam hutan, Jodha terus mengikuti bergeraknya benang tersebut sementara Dammu mulai sibuk mengucapkan mantra mantranya agar Jalal semakin bertekuk lutut, Jodha melihat Jalal ada di dalam hutan, Jodha terus mengikutinya, Laboni terus menerus memanggil Jalal sambil berbaring di tempat tidurnya dan Jalal sudah berdiri di depannya dengan tatapan mata yang kosong. Laboni senang begitu melihat Jalal datang padanya, Laboni segera turun dari ranjangnya dan menyambut Jalal dengan senyumnya menawan “Jalal, aku telah menunggu kamu” ujar Laboni sambil menyihir Jalal melalui kedua bola matanya ke mata Jalal, kemudian mengajak Jalal untuk tidur di ranjangnya, Laboni menyuruh Jalal duduk. Dari kejauhan Jodha melihat tindakan Laboni ke Jalal, Jodha berlindung di balik semak semak, sementara itu Laboni menyuruh Jalal tidur “Yang Mulia ...” ujar Jodha sambil berniat menghentikan tindakan Laboni namun Jodha teringat ucapan Yoginath “Jangan menantangnya secara terbuka, Malika Hind ... tunggu sampai aku kembali” ujar Yoginath,

Jodha bingung dan bimbang apa yang harus dilakukannya “Yoginath meminta aku untuk tidak menghentikannya tapi aku tidak punya cara lain, aku harus segera menghentikannya” bathin Jodha dalam hati, saat itu dilihatnya Laboni menyuruh Jalal untuk duduk kemudian Laboni duduk dipangkuan Jalal sambil membuka tali yang mengikat bajunya satu per satu kemudian menyuruh Jalal untuk tidur kembali “Aku telah menunggu hari ini, Jalal” ujar Laboni sambil membuka baju Jalal hingga terlihat dada Jalal yang bidang, Jodha terkejut melihatnya, Laboni berbaring disebelah Jalal sambil membelai wajahnya dengan lembut dan ketika Laboni hendak mencium bibir Jalal, Jodha beteriak kencang “Yang Mulia !” Laboni terkejut dan marah sambil memandang kearah suara tersebut, ternyata ada Jodha didepannya. Jodha segera menghampiri Laboni, mereka berdua nampak saling memendam amarah satu sama lain “Aku telah menghormati kamu sebagai adikku tapi ternyata kamu melakukan hal seperti ini pada suamiku ?” ujar Jodha marah

“Aku mengatakan padamu yang sebenarnya sekarang ! Kalau aku ini bukan adik sepupumu ! dan suamimu menyukai hal ini karena ilmu sihirku, kamu tahu siapa aku ? Namaku La - bo - ni” Laboni berusaha mengejek Jodha “Ya ! Aku tau siapa kamu ! Kamu telah membunuh adik sepupuku dan mengambil tempatnya !” ujar Jodha ketus “Lalu mengapa kamu ada disini ?”, “Aku harus mengambil suamiku !” ujar Jodha sambil hendak menghampiri Jalal namun di cegah oleh Laboni “Aku tidak akan membiarkan ini terjadi ! Ini adalah tahap terakhirku pada ilmu sihirku ! aku akan mendapatkan tubuh Jalal hari ini dan jika kamu tidak pergi maka aku akan membunuh Jalal !” Laboni mengancam Jodha “Perasaan cintaku tidak akan membiarkan kamu melakukan hal itu !” Jodha tidak takut dengan ancaman Laboni “Aku tahu perasaan cintamu mempunya kekuatan akan tetapi hari ini kekuatanku lah yang akan menang mengalahkan perasaan cintamu, jadi akan lebih baik untuk kamu agar pergi meninggalkan Jalal atau kamu tidak akan bisa menghadapi ini semua ! Jika Jalal tidak menjadi milikku maka aku tidak akan membiarkan Jalal di miliki oleh siapapun !” ujar Laboni dengan matanya yang membelalak marah ke arah Jodha, Jodha sesaat tertegun sambil berfikir “Apa yang harus aku lakukan ? Yoginath belum juga kembali, aku harus menghentikannya walaupun Yoginath tidak datang” bathin Jodha dalam hati

“Apa yang kamu putuskan, Jodha ? Apakah kamu ingin suamimu mati ?” Laboni kembali mengejek Jodha “Tidak ! Jangan lakukan itu padanya !” ujar Jodha panik, sementara Jalal masih terbujur kaku di tempat tidur dengan pandangan yang kosong “Aku siap memberikan Yang Mulia padamu tapi jangan lakukan apapun padanya, ini penting untuk Yang Mulia tetap hidup daripada menjadi milikku” Laboni tertawa terpingkal pingkal seraya berkata “Kamu memang cerdas, Jodha ! Kamu rela berkorban layaknya seorang istri yang baik tapi dengar .... gara gara kamu sihirku berhenti hari ini ! Aku harus menunggu sampai besok malam, aku akan datang padamu dan kamu akan memberikan tempatmu untukku berada di samping Jalal” ancaman Laboni semakin menyudutkan Jodha “Jika kamu ingin Jalal tetap hidup maka tinggalkan Jalal dan istana !” Jodha terkejut sambil melirik ke arah Jalal yang masih terbaring diam tidak bergerak dengan tatapan matanya yang kosong “Baiklah, aku siap untuk melakukan itu” Laboni tersenyum senang “Ini semua demi keselamatan Yang Mulia, aku harus mengambil langkah ini” bathin Jodha dalam hati

Setelah kembali ke istana, Jodha membaringkan Jalal di tempat tidur, Jalalpun tertidur, ketika Jodha hendak meninggalkan Jalal tiba tiba tangan Jalal memegang tangan Jodha seraya berkata “Jangan tinggalkan aku, Ratu Jodha” ujar Jalal sambil terpejam, Jodha kembali duduk disebelah Jalal dan berkata “Aku selalu bersamamu, Yang Mulia”, “Aku merasa nyaman hanya ketika kamu berada disampingku, aku merasa lemah” Jodha terharu mendengar ucapan suaminya “Jangan khawatir, Yang Mulia ... aku tidak akan meninggalkan kamu, aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku” ujar Jodha sedih kemudian merebahkan kepalanya di kepala Jalal sambil berkata “Aku sangat mencintaimu, Yang Mulia” Jodha bangun sambil menyeka airmatanya “Seberapa besar aku menunjukkan cintaku tapi aku harus mengakhirinya dengan meninggalkannya” bathin Jodha dalam hati.

Sementara itu ditempat guru agung Yoginath, guru agung sedang membuat sebuah belati dari abu seraya berkata “Belati ini dapat mengakhiri penyihir itu akan tetapi belati ini hanya bisa digunakan cuma sekali saja jadi pergunakanlah secara bijak” ujar sang guru sambil menyerahkan belati itu ke Yoginath, Yoginath menerima belati itu sambil membungkukkan badannya didepan gurunya “Waktumu tinggal sedikit sekarang, jika kamu tidak tiba tepat pada waktunya maka belati ini tidak akan berguna” ujar sang guru

Keesokan harinya, Jodha sedang berjalan jalan di halaman istana bersama Moti, Moti merasa aneh dengan sikap Jodha yang tiba tiba diam membisu “Jodha, kamu kemana saja semalam ? Mengapa kamu begitu tegang ? Katakan padaku, Jodha ... Ada apa dengan kamu ?” Moti terus mencecar pertanyaan ke arah Jodha, namun Jodha hanya diam saja “Jodha, kamu kenapa ? Apakah kamu punya masalah ?”, “Tidak apa apa, Moti” ujar Jodha tepat pada saat itu Laboni menghampiri mereka, Laboni dan Jodha saling berpandang pandangan satu sama lain dengan tatapan yang tajam... Sinopsis Jodha Akbar episode 523 by sally Diandra.

Bagikan :
loading...
Back To Top