Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 464 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 464 by Sally Diandra.  Dipedesaan, Jalal masih berkumpul dengan warga desa “Birbal, coba kamu cek lagi didesa yang lain siapa tahu ada orang yang seperti Jagdev, aku tidak ingin rakyatku menderita” ujar Jalal lalu Jalal menyuruh para prajuritnya untuk membawa Jagdev pergi, para prajuritpun membawa Jagdev untuk dipenjarakan didalam istana. Semua warga penduduk sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 464merasa bersalah ke Jalal dan mereka pun meminta maaf ke Jalal “Kami minta maaf, Yang Mulia ... kami benar benar tidak tahu bahwa anda adalah Yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad Akbar”, “Tidak apa apa, aku bisa mengerti karena kalian tidak tahu” Kaushalia juga tidak enak ke Rukayah karena sudah main perintah dan sering mengerjai Rukayah “Maafakan saya Ratu Rukayah karena saya sering memberikan perintah pada anda” Rukayah pada awalnya marah pada Kaushalia karen suka memerintah Rukayah untuk bekerja “Tidak ! Aku tidak akan memaafkan kamu, Kaushalia ... aku akan membawa kamu ke Agra dan kamu harus makan makanan yang aku masak sendiri, ini adalah hukumanmu” ujar Rukayah sambil tersenyum, Kaushalia yang tadinya sudah ketakutan akan mendapatkan hukuman berat dari Rukayah, kemudian tersenyum ketika mendengar ucapan Rukayah yang bernada menggoda, Jalal dan Jodha pun tersenyum.

Didalam hutan, Syarifudin berkata pada anak buahnya “Semua ini berjalan diluar kendali kita” kemudian Syarifudin melukai salah satu anak buahnya dan menyuruhnya untuk menemui Jalal “Sekarang, aku yakin Jalal pasti akan mendengarkanmu ! Pergilah sana !” orang itupun berlalu meninggalkan Syarifudin dan menemui Jalal “Yang Mulia Raja, anak buah Syarifudin telah menyerang kami, aku telah tertangkap oleh salah satu dari mereka” Jalal sangat terkejut dan mencoba berdiskusi dengan Birbal dan Fazal untuk menyelesaikan permasalahan ini. Malam itu juga Jalal, Birbal dan Fazal masuk ke dalam hutan namun mereka tidak menemukan satupun orang disana “Bisa jadi orang tadi telah berbohong pada kita, Yang Mulia” namun Fazal berpendapat lain “Mengapa dia harus berbohong ?”, “Cuma dia yang bisa menjawab pertanyaan kita” ujar Jalal dengan rasa penasaran.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4641Sementara itu Jodha sedang ngobrol dengan Mehtab diikuti oleh para prajurit dan pelayannya “Sekarang semua permasalahan telah teratasi, rakyat telah menyukai kembali Yang Mulia” tepat pada saat itu Syarifudin mengirimkan anak buahnya untuk menemui Jodha “Radha, Radha ! perut saya sakit” Jodha segera mengobati laki laki tersebut sementara itu para prajuritnya dibekap dan ditusuk dari belakang oleh anak buah Syarifudin, tak lama kemudian Syarifudin datang kesana dan memegang tangan Jodha, Jodha kaget “Siapa kamu ?” Syarifudin menutupi wajahnya dengan kain, Jodha yang ingin tahu siapa orang yang telah berbuat kurang ajar terhadap dirinya langsung membuka penutup wajah Syarifudin, Jodha sangat terkejut ketika tahu orang itu adalah Syarifudin, Mehtab yang saat itu sedang bersama Jodha sangat terkejut melihat Syarifudin, Mehtab teringat pada masa kecilnya ketika Syarifudin hendak membunuhnya dulu “Ratu Jodha, sekarang harapanku untuk memiliki kamu segera terpenuhi” Mehtab langsung memegang kaki Syarifudin agar melepaskan Jodha, namun Syarif tidak bergeming sedikitpun, Syarif tetap menggeret Jodha dan membekap mulut Jodha dengan kain putih kemudian menggorok leher Mehtab dan mendorongnya kebelakang, Mehtab langsung jatuh terjerembab dan tak sadar diri seketika itu juga, Syairf segera membawa Jodha pergi dari sana. Tak berapa lama kemudian Jalal, Fazal dan Birbal sudah sampai ditenda para penduduk, tiba tiba Jalal menemukan Mehtab yang terbaring tidak sadarkan diri ditanah, Jalal segera memeluk Mehtab “Siapa yang sudah begitu berani berbuat seperti ini padanya ?” Jalal benar benar sangat marah begitu mengetahui keponakannya itu terluka “Lebih baik kita langsung mengobati lukanya, Yang Mulia”

Jalal segera menggendong Mehtab dan membawanya ke klinik pengobatan, Rukayah terheran heran dengan keadaan Mehtab “Bagaimana ini bisa terjadi, Jalal ?”, “Dimana Ratu Jodha ?” Rukayah malah bingung “Bukannya tadi Ratu Jodha bersama Mehtab” Jalal segera menyuruh prajuritnya untuk mencari Jodha “Mungkin dia berada disuatu tempat untuk mengobati rakyat yang terluka, Jalal” Rukayah berusaha menenangkan Jalal, saat itu tabib sudah mulai mengobati luka dileher Mehtab dan Jalal mulai mencari Jodha bersama beberapa prajuritnya.

Ssinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4642yarifudin membawa Jodha kesebuah tempat yang terisolasi “Aku tidak bisa melihat penderitaanmu, Ratu Jodha” Syarifudin kemudian menyuruh anak buahnya untuk membuka ikatan ditangan Jodha, anak buah Syarif segera membuka ikatan ditangan Jodha, setelah ikatan ditangannya terlepas, Jodha langsung menampar Syarifudin cukup keras “Aku suka caramu seperti ini, Ratu Jodha ... kamu memang keras kepala dan liar” Syarifudin kemudian membawa Jodha masuk kedalam sebuah sebuah goa.

Sementara itu Jalal terus berusaha mencari Jodha “Dimana dia seharusnya ?” Jalal benar benar penasaran dengan hilangnya Jodha “Hanya Mehtab yang bisa mengatakan pada kita tentang Ratu Jodha, Yang Mulia” Birbal mencoba menenangkan Jalal, kemudian Jalal menyuruh prajuritnya untuk mencari Jodha disetiap penjuru dan setiap sudut hutan.

Salah satu anak buah Syarifudin mendorong Jodha terlalu keras, Syarifudin tidak terima dan dia langsung menamparnya “Apakah seperti itu caramu memperlakukan Ratu Mughal ? Dia adalah ratu dihatiku dan sebentar lagi akan menjadi milikku !”

Sementara itu kembali ke tempat Jalal, Jalal, Birbal dan Fazal masih terus menerus mencari Jodha, Birbal berkata pada Jalal “Yang Mulia, ini sepertinya telah direncanakan oleh Syarifudin”, “Coba kita tanya sama laki laki yang menginformasikan kita soal Syarifudin yang katanya ada dihutan” ketika Jalal kembali ketenda ternyata tetap nihil mereka tetap tidak menemukan orang itu, Jalal memerintahkan anak buahnya untuk mencari laki laki itu “Cuma orang itu yang bisa menceritakan ke kita tentang Syarifudin, bagaimana bisa aku biarkan dia disini tadi !” Jalal marah pada dirinya sendiri “Ini bukan salahmu, Jalal ... kamu tidak tahu kalau akan ada penyerangan, berdoalah agar Mehtab secepatnya bisa sadar maka dia bisa menceritakan pada kita tentang Ratu Jodha” Rukayah mencoba menghibur Jalal gelisah karena kehilangan Jodha “Siapa yang berada dibelakang semua ini ?” Jalal benar benar marah dan gelisah.

Ditempat Syarifudin, “Syarifudin ! Kamu telah melampoi batasanmu ! Kamu telah menculik aku sekarang ! Yang Mulia Raja tidak akan membiarkanmu dan mengapa kamu menyerang anak perempuanmu sendiri ? Kamu telah kehilangan rasa kemanusiaanmu !” Syarifudin sangat terkejut “Kamu telah memperlakukan anakmu sendiri dengan buruk !”, “Jika aku tahu kalau dia itu Mehtab anakku, aku pasti akan memperlakukannya lebih buruk dari tadi, dia seharusnya sudah mati sekarang, bagaimana dia bisa bisa hidup, dia itu bisu dan tuli, aku ingin membunuhnya dari dulu dan sekarang tugasku telah selesai !” Syarifudin benar benar sudah tidak berperasaan “Bagaimana kamu bisa berfikiran seperti itu pada darah dagingmu sendiri ?”, “Kita harus berkompromi dengan orang seperti apa yang kita sukai, Ratu Jodha” Jodha merasa jijik dengan Syarifudin “Yang Mulia Raja pasti tidak akan membiarkan kamu hidup !”, “Yaaaa ... tentu saja, Jalal akan menemui aku dengan menangis dan memohon padaku karena aku telah mempunyai sesuatu miliknya yang sangat berharga” ujar Syarifudin kemudian berlalu meninggalkan Jodha.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4643Ditempat Jalal, Jalal teringat ketika Jodha mengatakan “Kamu akan selalu bersamaku untuk melindungi aku dan tidak ada seorangpun yang akan memisahkan kita” sementara di tempat Jodha, saat itu Jodha sedang duduk disebuah bale bale bambu dengan kaki dan tangan diikat dan mulutnyapun dibekap dengan kain putih, Jodha juga teringat kebersamaannya bersama Jalal ketika mereka menyamar sebagai Radha dan Surjan, dimana mereka sedang berdua, Jodha menangis sedih dengan keadaannya saat ini, Jalal dan Jodha sama sama mengingat masa masa ketika mereka bersama “Aku akan menemukanmu Ratu Jodha, apapun caranya !” lagu In Ankhoon mein vrsi sedih pun mulai berkumandang.

Tak lama kemudian Rukayah menghampiri Jalal “Jalal, kamu tdak usah khawatir, Ratu Jodha adalah seorang perempuan yang kuat, dia pasti baik baik saja”, “Tidak Rukayah, aku tidak bisa tinggal diam” Fazal dan Birbal kemudian juga menemui Jalal “Kami tidaka akan bisa menemukan Ratu Jodha, Yang Mulia” Fazal mulai putus asa “Kita tidak bisa menemukan siapa musuh kita sebenarnya, Yang Mulia” Birbal ikut menimpali “Mungkin bisa jadi Mirza yang melakukan ini semua, Yang Mulia” ujar Fazal “Tidak Fazal ! Jangan merendahkan dia serendah itu dan jika dia yang melakukan ini semua maka aku akan melupakan dia sebagai adikku !” Jalal segera menemui Mehtab kembali. Ketika Jalal menemui Mehtab, Mehtab sudah siuman, dengan bahasa isyarat Jalal bertanya pada Mehtab “Mehtab, siapa yang telah melakukan ini padamu ?” Mehtab berusaha untuk menjelaskan ke Jalal dengan bahasa isyarat, Jalal lalu memanggil tabib untuk mengecek kondisi Mehtab, sang tabibpun mengecek Mehtab “Mehtab, katakan pelan pelan, siapa yang telah melakukan ini padamu ?” Mehtab tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi padanya ke Jalal dengan jelas, kemudian Mehtab menunjukkan sedang menggendong seorang bayi “Dia sepertinya sedang membicarakan soal Syarifudin, Jalal” Rukayah langsung menebak clue yang diberikan oleh sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4644Mehtab “Mehtab, apakah Syarifudin yang melakukan ini semua padamu ?” tiba tiba Mehtab pingsan kembali “Aku tahu kalau Syarifudin dan Mirza telah bekerja sama, sekarang aku tidak akan membiarkan Mirza Hakim begitu saja !” Jalal benar benar marah.

Ditempat Mirza Hakim, Mirza berkata pada anak buahnya “Kita telah siap untuk berperang dengan pasukan kerajaan Mughal ! Kesultanan Mughal saat ini sedang dalam masalah dan Jalal saat ini sedang tidak berada di Agra maka bagaimana bisa mereka mengatur pasukannya untuk berperang di medan pertempuran ? Siapa yang akan memimpin mereka ?”, “Kabarnya Pangeran Salim yang akan memimpin pasukan dari Agra, Yang Mulia” Mirza Hakim nampak senang mendengar kabar tersebut “Bagus ! Sangat bagus ! Aku pikir aku akan berperang dengan Jalal tapi itu tidak jadi masalah, aku akan menghabisi Salim sekarang !”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4645Sementara itu ditenda Salim, Salim memberikan motivasi pada pasukannya “Kita akan berperang demi kejayaan kerajaan Mughal, Yang Mulia Raja sedang menolong rakyat yang sakit dan menderita, kita harus berperang dan menang ! Kita harus mengirimkan pesan pada semua rakyat kita bahwa kita disini untuk melindungi mereka !” Salim juga berterima kasih ke Bhagwandas yang telah berkenan datang dan membantu mereka untuk berperang “Ini sudah menjadi tugasku, pangeran ... mulai sekarang kita harus mengawasi pasukan Mirza Hakim, kita harus menyiapkan serangan kita kapan saja”

Sementara itu di Dargah, Anarkali datang kesana untuk berdoa, Anarkali berdoa untuk arwah ayahnya, dia juga teringat ketika ibunya menyuruhnya untuk mendoakan Salim juga, kemudian Anarkali berdoa agar Tuhan melindungi Kesultanan Mughal dan juga untuk membantu mereka dalam peperangan.

Didalam hutan, ditempat Maan Sigh, Maan Sigh sedang berkumpul dengan anak buahnya, salah satu orang kepercayaannya menginformasikan bahwa Salim yang memimpin perang dengan Mirza Hakim “Mengapa bukan Yang Mulia Raja ?”, “Yang kami tahu saat ini Yang Mulia Raja sedang menyamar sebagai rakyat biasa disebuah desa dan pasukan Syarifudin tidak bersama dengan Mirza Hakim” anak buah Maan Sigh memberikan penjelasan tersebut ke Maan Sigh “Mereka itu telah bekerja sama, kenapa Syarifudin tidak bersama dengan Mirza Hakim ? Cepat segera cari dimana Syarifudin berada ! pasti ada sebuah alasan kenapa tiba tiba dia menghilang” Maan Sigh memberikan perintah ke anak buahnya.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4646Ditempat Jodha, Jodha masih dibekap mulutnya dan diikat tangan dan kakinya “Yang Kahnaa .... selamatkanlah Mehtab dan kirimkan Yang Mulia Raja kesini segera” doa Jodha dalam hati, saat itu Syarifudin menemui Jodha sambil membawakan Jodha makanan “Ratu Jodha, aku telah membawakan makanan ini untukmu dengan penuh cinta, makanlah ... aku akan menyuapimu dengan tanganku sendiri” Jodha sangat marah menatap kearah Syarifudin “Aku tidak suka kalau kamu egois seperti itu, Ratu Jodha” kemudian Syarifudin memaksa Jodha untuk makan, Syarifudin memaksa Jodha untuk membuka mulutnya dengan mencengkram pipinya sehingga mulut Jodha sedikit terbuka lalu memasukan makanan itu kemulut Jodha namun secepat kilat Jodha langsung memuntahkan makanan itu keluar, ketika Syarifudin hendak memegang Jodha kembali tiba tiba anak buahnya datang menghampirinya dengan sebuah surat yang dikirimkan oleh Mirza Hakim. Syarifudin segera membaca surat tersebut dalam hati “Syarifudin, aku telah melakukan kerja sama dengan kamu untuk menyerang Jalal akan tetapi kamu telah melakukan hal yang murahan dengan menculik Ratu Jodha, aku tidak akan mentoleransi itu, aku akan menjadi musuhmu mulai sekarang kalau kamu tidak melepaskan Ratu Jodha !” Syarifudin benar benar geram terhadap Mirza Hakim “Bagaimana caranya mengatakan pada dia bahwa peperangan itu tidak akan menang kalau bermain dengan perasaan !” Syarifudin marah kemudian meninggalkan Jodha, sementara Jodha kembali berdoa agar Jalal segera datang menyelamatkannya. Sinopsis Jodha Akbar episode 465 by Sally Diandra.

Bagikan :
loading...
Back To Top