Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 552 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 552 by Sally Diandra. Pagi itu Jodha sedang membantu Jalal mengenakan jubahnya, tiba tiba Jalal berbalik menghadap kearah Jodha dan mencium aroma tubuh Jodha melalui belakang telinga Jodha, Jalal menghirupnya pelan sambil menikmati harumnya tubuh Jodha “Ada apa, Yang Mulia ?” Jodha merasa canggung didepan Jalal “Aroma tubuhmu wangi sekali” puji Jalal tulus, tanpa sadar ternyata Jodha terharu hingga meneteskan airmata “Hei kenapa kamu menangis ?” tanya Jalal sambil mengusap air mata yang membasahi bawah mata Jodha “Aku menangis bahagia, Yang Mulia ,,, sekarang semuanya akan baik baik saja” Jalal menganggukkan kepalanya “Iya, semuanya baik baik saja sekarang, tapi aku tidak mengerti apa yang kamu katakan dan mengapa kamu mengatakan itu, kalian perempuan memang kadang sulit untuk dimengerti” goda Jalal sambil memegang tangan Jodha “Kami memang seperti ini” ujar Jodha sambil tersenyum manis “Tapi aku tidak suka dengan airmata di matamu, Ratu Jodha” tepat pada saat itu salah satu prajurit mengabarkan bahwa Jalal ditunggu di ruang sidang, Jodha segera membantu Jalal mengenakan turban mahkotanya, kemudian Jalal meninggalkan Jodha sendirian, Jodha berkata pada dirinya sendiri “Aku harap semuanya akan berjalan baik baik saja” ujarnya sambil menutup mata

JA logo 100Di gudang tempat penyimpanan rempah rempah, Salima dan para wanita yang lain dari hareem sedang mengecek rempah rempah tersebut, Salima mengabarkan ke Jodha yang juga sedang berada disana kalau rempah rempahnya sudah siap diekspor, tak lama kemudian Todar Mal menghampiri mereka “Salam Ratu Jodha, salam Ratu Salima” Salima dan Jodha mengangguk sambil membalas salam Todar Mal, kemudian Jodha bertanya “Bagaimana caranya mengirimkan semua rempah rempah ini ?”, “Dari gudang ini, mereka akan mengirimkannya dengan menggunakan kapal kemudian akan dikirimkan melalui jalan darat sampai ke tempat tujuan” Jodha mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Todar Mal “Tapi jangan lupa tetaplah berhati hati, jangan sampai kardus kardus itu lembab karena dengan begitu semua rempah rempah akan hancur” tanpa Jodha sadari ternyata Rukayah menguping pembicaraan Jodha dan Todar Mal, Rukayah menyeringai senang karena dirinya merasa mendapat kesempatan untuk mengalahkan Jodha “Kami akan selalu waspada, Malika Hind” ujar Todar Mal kemudian berlalu meninggalkan mereka “Pekerjaan ini telah berjalan dengan baik, Ratu Jodha”, “Akan lebih baik lagi ketika hasil kerja keras para petani dihargai, Ratu Salima” Salima menyetujui pendapat Jodha “Yang dikatakan oleh Ratu Salima itu benar Ratu Jodha” sela Rukayah yang tiba tiba ikut nimbrung pembicaraan mereka “Jodha, semua yang ada ditanganmu saat ini yang kamu kira akan berhasil maka akan segera aku gagalkan semua rencanamu !” bathin Rukayah dengan senyuman sinisnya

Di dalam sebuah tenda nampak Murad sedang meminum anggur, salah satu prajuritnya mengabarkan kalau duta besar kerajaan Inggris ingin bertemu dengannya, tak lama kemudian duta besar kerajaan Inggris dan orang orang kepercayaannya juga seorang penterjemah datang menemui Murad sambil membawakan sebuah hadiah untuk Murad “Pangeran Murad, duta besar kerajaan Inggris ini ingin mengadakan perdagangan dengan negeri India” sang penterjemah menjelaskan kedatangan duta besar kerajaan Inggris tersebut “Lalu mengapa ?” Murad tidak mengerti apa maksudnya “Begini pangeran, jika kamu adalah putra mahkota maka semua permasalahan ini akan berlangsung sangat baik karena kamu mempunyai pemikiran yang sangat hebat dan kamu adalah seorang ksatria, kamu memiliki kekuatan tersebut, tapi sayangnya kamu tidak mempunyai posisi apapun di istana” ujar sang penterjemah kemudian mereka pun pamitan dan berlalu meninggalkan Murad, Murad sangat kesal dan marah sambil membanting gelas yang dipegangnya sedari tadi setelah mendengar sindiran mereka.

Siang itu Aram Bano menemui Jodha dikamarnya sambil membawa sebuah sisir dan duduk ditepi ranjang, saat itu Jodha sedang bersama dengan Moti “Aram Bano, rambutmu kan sudah rapi, kamu tidak memerlukan sisir, sayang”, “Aku ingin menyisir rambutmu, ibu ,,, ketika aku menikah nanti, aku akan membuat kepang rambutku sendiri seperti yang dilakukan oleh Maan Bai jadi aku ingin berlatih sekarang” Jodha dan Moti senyum senyum sendiri mendengarkan ucapan Aram Bano, Jodha segera mendekati Aram Bano “Aku tidak akan punya waktu lagi setelah menikah nanti dan siapa nanti yang akan mengepang rambut anak anakku ? Pelayan pelayan itu tidak berguna” Jodha tertawa terpingkal pingkal mendengar ucapan anak bungsunya ini “Jangan khawatir, sayang ,,, ibu akan bersama denganmu untuk mengepang rambut anak anakmu” ujar Jodha sambil tertawa, Moti juga tertawa, tak lama kemudian salah satu pelayan menemui Jodha dan mengabarkan kalau Jodha diminta untuk menghadiri ruang sidang.

Di ruang sidang Dewan - E - Khaas, semua orang sudah hadir disana dan tak lama kemudian Jalal memasuki ruang sidang “Todar Mal, tolong beritahukan pada kami tentang laporan keuangan untuk tahun ini” Todar Mal segera menuruti perintah Jalal sambil berdiri dan mulai membuka buku laporan keuangannya ”Keuntungan untuk musim ini meningkat, Yang Mulia ,,, ini semua karena kerja keras Ratu Jodha, keuangan kita akan terus meningkat dan para petani juga bisa mengkredit peminjaman keuangan” Jalal dan semua orang yang hadir disana tersenyum bahagia mendengar pemaparan Todar Mal “Ini artinya kita telah mendapatkan keuntungan bersama sama dengan para petani dan juga hubungan kita dengan negera asing akan semakin maju” Jalal merasa sangat senang sekali “Ratu Jodha telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, aku tidak bisa menyebutnya dengan gelar apapun karena posisinya saat ini sudah sangat tinggi, aku hanya ingin mengucapkan rasa terima kasihku dari hatiku yang paling dalam atas semua kerja keras yang dilakukannya” dari bilik para ratu, nampak Rukayah tidak suka dengan pujian Jalal untuk Jodha, sementara semua orang tersenyum senang “Ratu Jodha telah membuktikan bahwa sekali lagi seorang perempuan telah menunjukkan tanggung jawabnya pada negeri ini, dia dengan sungguh sungguh memenuhi tanggung jawabnya, aku ingin Ratu Jodha maju ke hadapanku !” Jodha menurut dan keluar dari bilik para ratu lalu menuju ke hadapan Jalal, semua orang berdiri begitu Jodha berada ditengah tengah mereka, Jalal pun berdiri dan mendekat kearah Jodha seraya berkata “Ratu Jodha, aku ingin memberikan sebuah cap special, mulai hari ini semua perdagangan di kesultanan Mughal berada dibawah pengawasan Ratu Jodha ! Ratu Jodha akan menggunakan cap ini untuk mengijinkan perdagangan yang berlangsung !” ujar Jalal sambil memberikan sekotak cap kerajaan untuk Jodha, Jodha menerimanya sambil tersenyum, sementara Rukayah menahan amarah dan kebenciannya, tanpa Rukayah sadari Rukayah telah menyakiti dirinya sendiiri, kuku panjangnya telah menancap di pergelangan tangannya sendiri, Rukayah merasa kesakitan.

Di halaman istana, Jodha, Salima, Hamida dan Rukayah sedang berjalan jalan beriringan, Salima mengucapkan selamat pada Jodha atas penghargaan yang dia dapatkan barusan dari Jalal “Ini semua terjadi hanya karena bantuanmu saja, Ratu Salima” ujar Jodha merendah “Tapi kamu telah bekerja keras untuk itu, Jodha” puji Hamida, tak lama kemudian salah satu pelayan mengabarkan pada Jodha kalau Todar Mal ingin bertemu, Jodha segera menemui Todar Mal, sementara diam diam Rukayah membuntutinya. Sesampainya di tempat Todar Mal “Ratu Jodha, barang barang kita sudah siap di ekspor”, “Ini sudah hampir terlambat, Todar Mal ,,,, pengirimannya harus sesegera mungkin karena cuacanya juga tidak baik saat ini” ujar Jodha cemas “Aku akan mulai mengirimkannya besok, Ratu Jodha” Rukayah mendengarkan semua ini secara diam diam dan berkata dalam hati “Barang barang itu tidak akan pernah dikirimkan selamanya !” bathin Rukayah sinis

Rukayah segera menemui pelayannya dan membisikkan sesuatu pada mereka secara diam diam “Kerjakan perintahku ini hanya pada malam hari saja ! Dan kamu akan mendapat imbalannya nanti jika kamu mengerjakannya dengan baik ! Ingat itu !” ujar Rukayah kemudian berlalu meninggalkan mereka

Malam itu hujan cukup deras, Jodha sangat senang dengan hujan, Jodha segera berlari ke arah teras kemudian berputar putar sambil menikmati air hujan, tubuh Jodha basah kuyup oleh hujan, Moti yang saat itu menemaninya hanya bisa geleng geleng kepala melihat majikannya yang bertingkah seperti anak kecil “Jodha !” Jodha segera berbalik menatap kearah Moti “Masuklah kedalam ! Nanti kamu sakit !” Jodha hanya menyeringai senang “Aku suka hujan, Moti !” teriaknya riang, tepat pada saat itu Jalal sedang lewat disana, Jalal tertegun melihat Jodha yang tertawa kegirangan dibawah siraman air hujan “Ratu Jodha ! Moti benar ! Ingat umurmu ! Ayooolah masuk kedalam !” teriak Jalal lantang “Kamu itu yang tua, Yang Mulia ,,, bukan aku !” ujar Jodha riang “Bukan seperti itu, Ratu Jodha ,,,, aku tidak suka hujan”, “Itu artinya kamu menerima bahwa kamu itu sudah tua kan ?” goda Jodha sambil tertawa senang dan berputar putar kembali “Aku tidak tua !”, “Kalau begitu ayooo sini main hujan hujanan dan tunjukkan padaku !” goda Jodha lagi “Kamu menantang aku rupanya !”, “Bisakah seseorang menantang orang yang sudah tua ?” Jodha kembali menyeringai senang “Moti, ambilkan baju yang kering untuk Ratu Jodha”, “Baik, Yang Mulia” Moti segera meninggalkan Jalal, tak lama kemudian Jalal mendekati Jodha yang saat itu sedang berputar putar kegirangan, ketika Jodha merenggangkan tangannya kesamping, Jalal segera memegangnya dari belakang sambil memeluknya erat, Jodha kaget karena ternyata Jalal mau juga menuruti kemauannya “Lihat, aku sudah mendatangi kamu” Jodha tersipu malu melihat suaminya ada disampingnya kali ini “Ayooo, kita seharusnya masuk ke dalam sekarang” ketika Jalal menggandeng tangan Jodha, Jodha malah menghentikannya “Mengapa, Yang Mulia ? Apakah kamu takut jadi menggigil kedinginan dibawah air hujan bersamaku ?” Jalal tersenyum kemudian menikmati air hujan itu bersama Jodha, mereka berdua saling berpegangan tangan.

Todar Mal sedang mengecek tempat penyimpanan rempah rempah bersama para pelayan istana, karena hujan deras mereka segera menutup jendela dan menutupi karung rempah rempah itu dengan kain putih, dengan begitu karung tersebut tidak akan basah, setelah semuanya beres, mereka meninggalkan gudang. Tepat pada saat itu pelayan suruhan Rukayah mendatangi tempat itu dan mulai membuka jendela sehingga air hujan mulai masuk ke dalam gudang, dimana karung karung rempah itu berada, karung rempah tersebut akhirnya basah oleh air hujan, mereka segera keluar dari gudang secara diam diam.

Di teras istana, Jalal dan Jodha masih asyik menikmati siraman air hujan, mereka melakukan dansa secara perlahan lahan dengan saling berpegangan tangan, lagu meri dhadkan dhadkan tumho…Tumho zindagani mulai mengalun indah, Jodha dan Jalal saling tersenyum bahagia,, Jalal memeluk Jodha lembut dan menyibakkan anak rambut yang menutupi pipinya, Jodha tersipu malu, mereka benar benar menikmati basahnya air hujan dan menikmati hujan sambil tertawa tawa senang.

Pelayan suruhan Rukayah sedang berjalan di lorong setelah keluar dari gudang, ditengah jalan mereka bertemu dengan Moti “Apa yang kalian lakukan disini ?” ujar Moti penasaran “Tuan Todar Mal menyuruh kami untuk mengecek gudang, Moti” Moti tidak menaruh curiga sedikitpun “Ya sudah, kalau begitu, kalian pergilah !” mereka segera meninggalkan Moti

Keesokan harinya, Jodha sedang tertidur di tempat tidurnya, Jalal duduk disampingnya sambil tersenyum, sesekali Jalal menutupi wajah Jodha yang terkena paparan sianar matahari tapi kemudian dibiarkannya wajah Jodha terkena silaunya matahari, lalu kembali ditutupinya, hingga akhirnya Jodha terbangun sambil terbatuk batuk, ketika dibukanya matanya dilihatnya Jalal sedang duduk disampingnya sambil memandanginya dengan senyumnya yang menawan “Yang Mulia ?” Jodha kaget “Sudah, sudah kamu tidur saja dulu”, “Kenapa kamu tidak membangunkan aku ?” ujar Jodha kesal “Karena kamu terlihat cantik ketika sedang tidur” Jodha kembali terbatuk batuk “Aku sudah bilang kan, jangan bermain air hujan yang membuat tubuhmu basah kuyup tapi kamu tidak mendengarkan ucapanku” tepat pada saat itu Moti menghampiri mereka sambil membawa segelas Kadha (obat berupa cairan/ seperti jamu) Jalal segera mengambilnya kemudian Moti meninggalkan mereka berdua “Ayoo sekarang saatnya kamu meminum Kadha dan jangan bikin aku memaksamu” Jodha segera mengambil gelas yang berisi Kadha itu, lama Jodha melihat gelas tersebut seperti enggan untuk meminumnya, tepat pada saat itu Jalal bersin bersin “Hmm ... kamu juga terkena pilek, Yang Mulia ,,, sekarang kamu juga harus meminum Kadha ini, ayooo kamu minum dulu, setelah itu aku yang minum” Jalal akhirnya meminum setengah “Sekarang giliranmu untuk minum” ketika Jodha hendak minum tiba tiba pelayan masuk ke kamar Jodha dan mengabarkan kalau Salima hendak menemui mereka, tak lama kemudian Salima menemui mereka berdua “Maafkan aku, Ratu Jodha, Yang Mulia ,,, aku harus mengganggu kalian pagi pagi begini, ada sebuah masalah” Jodha kaget “Ada masalah apa, Ratu Salima ?”, “Rempah rempah yang akan kita kirimkan hancur berantakan karena hujan semalam, karung karungnya basah semua, kita tidak bisa mengekspor mereka sekarang” Jalal dan Jodha kaget terperangah mendengar ucapan Salima. Sinopsis Jodha Akbar episode 553 by Sally Diandra.

Bagikan :
loading...
Back To Top