Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 543 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 543 by Sally Diandra. Jalal dan Jodha masih bersama sama di tepi danau, tiba tiba tanpa mereka sadari, didepan mereka ada Salim yang sedang berpelukkan dengan seorang gadis, Jalal murka melihat kemesraan Salim dan gadis tersebut, Jalal langsung berteriak lantang “Sekhuuuu !!!!!” Salim dan Anarkali kaget setengah mati ketika mendengar teriakan ayahnya yang begitu terdengar menggelegar, mereka saling bertatap tatapan dengan pemikiran mereka masing masing, sementara itu Jodha merasa cemas dan was was melihat perubahan perangai suaminya yang begitu menakutkan, sedangkan Anarkali ketakutakan setengah mati melihat amarah diwajah Jalal, Anarkali segera bersembunyi di belakang Salim

Tak lama kemudian Jalal menggeret Salim masuk ke dalam kamarnya, Jodha membuntuti mereka di belakang “Yang Mulia, aku ingin bicara denganmu” Jalal segera mengangkat tangannya sebagai tanda tidak mau diganggu “Ini permasalahan antara ayah dan anak laki lakinya, Ratu Jodha ! Jangan ikut campur dalam hal ini” Jodha sedih melihat kemarahan suaminya yang mulai tidak terbendung “Aku tahu apa yang terjadi pada Salim itu salah tapi Salim itu bukan seorang anak kecil lagi, kita harus bicara dengannya dengan penuh kasih sayang” Jalal semakin murka melihat Jodha yang ingin mencampuri urusannya “Sekali lagi aku bilang ini permasalahan ayah dengan anak laki lakinya, aku minta kamu pergi sekarang juga, Ratu Jodha !” Jodha tidak berdaya dengan perintah suaminya akhirnya Jodha meninggalkan mereka berdua dengan sedih. Sepeninggal Jodha, Salim langsung buka suara “Ayah, aku mencintai Anarkali” Jalal menatap Salim tajam seraya berkata “Cukup Sekhu ! Kamu tidak usah mengucapkan sepatah katapun ! Anak siapa kamu ini ?” Salim JA logo 100menatap ayahnya heran “Aku anakmu, ayah” Jalal menggelengkan kepalanya “Tidak ! Kamu adalah anak seluruh India, aku adalah Raja India dan kamu adalah Raja berikutnya dan seorang Raja tidak pernah menelan ludahnya sendiri, aku telah memberikan janjiku pada Bhagwandas bahwa aku akan menikahkan anakku dengan Maan Bai, tidakkah kamu berfikir tentang Maan Bai yang tidak bersalah apa apa ?”, “Cinta tidak ada diantara kami ayah, seperti ayah mencintai ibu, maka mengapa ayah ingin merenggut cintaku ?” Jalal langsung mengangkat tangannya hendak menampar Salim sambil berteriak “Sekhuuu !!!” Salim tercengang “Jangan lewati batasanmu ! Berani benar kamu membandingkan ibumu dengan seorang penari ?” Jalal tidak terima dengan ucapan anaknya “Dalam cinta tidak ada batasan, ayah ,,, itu bisa terjadi pada siapa saja dan hal itu tidak memandang apakah dia seorang ratu atau seorang penari” Jalal semakin marah “Aku telah berjanji pada Bhagwandas !”, “Aku juga telah berjanji pada Anarkali bahwa aku akan menikahinya, salah satu janji harus di batalkan dan itu bukan janji yang aku buat” Jalal mulai bisa meredakan emosinya “Aku yakinkan padamu bahwa aku akan memenuhi janjiku, Sekhu !”, “Aku tidak akan menikahi Maan Bai, itu akan lebih baik jika ayah menyetujui hubunganku dengan Anarkali, aku telah mengatakan tentang hal ini pada ibu dan aku yakin ibu akan merestui aku” Salim tetap bersikeras dengan pendiriannya.

Di rumah Anarkali, Anarkali pulang kerumahnya dengan tubuh yang basah kuyup, ibunya terkejut melihat kehadirannya “Anarkali, apa yang terjadi ? Mengapa bajumu basah seperti ini ?” Zil Bahar segera mengambil handuk dan membasuh muka anaknya itu seraya berkata “Anarkali, bicaralah, jangan diam saja, ada apa ?” Anarkali menatap ibunya dengan perasaan sedih, Anarkali segera memeluk ibunya dan menangis pilu, Zil Bahar semakin penasaran dengan kondisi anaknya “Ada apa, Anarkali ?”, “Ini seharusnya tidak terjadi, ibu, aku sangat takut sekali, ibu ,,, aku tidak bisa melupakannya” Anarkali masih menangis sesenggukkan “Apa maksudmu ? Ceritakan pada, ibu ,,, ceritakan dengan jelas”, “Tadi pangeran Salim memanggil aku untuk datang ke tepi danau” Anarkali kemudian menceritakan semuanya pada ibunya, Zil Bahar terperangah “Apa yang kamu lakukan, Anarkali ? Ibu sudah bilang sama kamu jangan bermimpi untuk menjadi seorang ratu, tidak akan terjadi apa apa pada pangeran Salim karena dia itu seorang pangeran tapi bagaimana kalau itu terjadi padamu ? Ibu tidak bisa kehilangan kamu” Anarkali menatap ibunya sedih “Kadang kadang aku lupa pada posisiku, aku bisa membuat semua orang bahagia dengan tarianku tapi aku tidak bisa membuat kebahagiaan pada diriku sendiri” ujar Anarkali

Di kamar Rukayah, Rukayah sedang berbaring miring di atas tempat tidurnya, saat itu Hoshiyar menemuinya sambil berlari tergopoh gopoh dan mengabarkan kalau Jalal dan Salim baru saja terlibat pertengkaran, Rukayah sangat senang mendengarnya karena akhirnya misinya berhasil membuat Jalal melihat kemesraan Salim dan Anarkali, kemudian Rukayah menyuruh Hoshiyar pergi dari kamarnya dan tak lama kemudian Jodha menemui Rukayah dikamarnya dengan perasaaan gelisah, Rukayah segera bangun dan mendekati Jodha “Ada apa, Ratu Jodha ?” Rukayah pura pura tidak tahu apa apa yang sedang terjadi, Jodha segera menceritakan soal kemarahan Jalal yang melihat kemesraan Salim dengan Anarkali di tepi danau tadi, ketika mereka berdua hendak ke kamar Jalal dengan maksud untuk menengahi situasi yang terjadi, tiba tiba di tengah jalan mereka bertemu dengan Salim yang keluar dari kamar Jalal dengan perasaan marah “Salim ,,, Salim ,,, Salim ,,, bagaimana kamu, nak ?” Rukayah dan Jodha nampak panik ketika melihat Salim, sementara Salim diam saja, tidak menggubris panggilan kedua ibunya ini “Ratu Jodha, lebih baik kita bagi tugas, au akan melihat Salim, sementara kamu melihat bagaimana kondisi Yang Mulia” Jodha mengangguk menyetujui rencana Rukayah, Jodha segera berlalu dari sana menuju ke kamar Jalal, sedangkan Rukayah berjalan gontai menuju ke kamar Salim bahkan berbalik sebentar melihat ke arah Jodha yang sudah berjalan memunggunginya dan tersenyum sinis.

Salim memasuki kamarnya sendiri, Salim kesal dan gelisah gara gara pertengkarangannya dengan ayahnya, Salim mencoba mencari opium tapi ketika dicarinya di setiap sudut kamarnya, Salim tidak menemukan apa apa disana, Rukayah melihat kepanikan Salim di pintu kamar sambil tersenyum sinis “Hanya ini yang aku inginkan, kegelisahan di dalam hatinya akan membakar kedamaian Jodha dan akan menghancurkan semuanya” Rukayah tertawa kecil seraya berkata “Salim, apa yang terjadi ?” Rukayah pura pura merasa iba pada Salim “Jangan mencoba untuk menjadi juru bicara Yang Mulia, ibu tidak akan bisa membujukku dan aku bisa melihat apa yang ibu rasakan, jadi lebih baik pergilah !” Salim terlihat kesal kepada Rukayah “Ibu datang kesini menemui kamu, ibu tidak bisa melihat anakku seperti ini” Rukayah menyuruh Salim duduk di ranjang “Ibu tidak ingin kamu marah, ibu pikir Ratu Jodha akan membicarakan soal ini pada Yang Mulia tapi apa yang terjadi ?”Rukayah mencoba meracuni pikiran Salim “Ratu Jodha belum punya waktu yang pas untuk berbicara dengannya”, Aku berharap Ratu Jodha mengatakan tentang hal ini pada saat yang tepat pada Yang Mulia, maka dengan begitu hal ini tidak akan terjadi !” Rukayah mencoba memprovokasi Salim “Aku tidak peduli ! Aku mencintai Anarkali dan aku hanya akan menikah dengannya”, “Aku akan bersamamu dan membantu kamu untuk mendapatkan Anarkali tapi kamu harus tenang, kamu seharusnya tidak marah seperti ini menentang ayahmu, ibu tahu bagaimana caranya bicara dengan ayahmu, serahkan semuanya pada ibu, sekarang lebih baik kamu istirahat saja ya” ujar Rukayah sambil menaruh kotak opium yang dibawanya sedari tadi, Rukayah tahu kalau Salim sangat membutuhkan benda itu saat ini, kemudian Rukayah pergi meninggalkan Salim yang masih berdiri membelakanginya

Jalal sedang berada di kamarnya, sedang berdiri di depan jendela, Jalal teringat ketika secara terbuka Salim menentangnya dan berkata kalau Jodha akan merestuinya, tepat pada saat itu Jodha menemui Jalal di kamar seraya berkata “Yang Mulia ,,,” Jalal berbalik dan melihat ke arah Jodha dan berkata “Aku selalu mengira bahwa kita ini adalah satu, kamu tahu aku dengan baik dan kamu tahu apa yang aku suka dan apa yang tidak aku suka, mengapa kamu menyembunyikan semua ini dari aku, Ratu Jodha ?” Jodha menatap haru pada suaminya “Kamu berhak marah padaku, Yang Mulia”, “Ini bukan saja tentang yang benar dan yang salah, Ratu Jodha ,,, tidakkah kamu berpikir tentang keponakanmu sendiri ? Tidakkah kamu berfikir tentang janjiku ?” Jalal mulai kesal dengan Jodha “Apa yang harus aku lakukan, Yang Mulia ? Ini tentang sebuah cinta, kamu juga mempunyai rasa cinta itu, jika Maan Baik tahu kalau Salim mencintai orang lain sebelum dia menikah, itu akan lebih baik” Jalal tertegun “Cinta ini tidak sah, Ratu Jodha ! Anarkali seorang penari yang menari menghibur kita ! Cinta ini salah ! Apa yang kamu inginkan yang tertulis dalam sejarah bahwa Yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad Akbar tidak bisa memenuhi janjinya dan membuat seorang penari menjadi seorang Ratu ?” Jodha tertegun “Tapi Salim mencintainya, Yang Mulia”, “Kita bisa menikmati tarian para penari tapi kita tidak bisa mencintai mereka, Ratu Jodha ! itu tidak pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi ! Aku telah memutuskan bahwa Salim hanya akan menikahi Maan Bai saja !” ujar Jalal ketus dan pergi meninggalkan Jodha, Jodha semakin cemas

Di kamar Salim, Salim sedang teringat pada masa kanak kanaknya dulu ketika Jalal memberikan hukuman padanya dengan mengasingkannya ke rumah nenek Fatima, bagaimana ketika dulu dirinya dipisahkan dari ibunya yang tidak berdaya dengan perintah ayahnya, tiba tiba dilihatnya diatas meja ada opium yang tadi sengaja di letakkan Rukayah disana, Salim menyeringai senang dan segera mengambilnya lalu menjilatnya sedikit, Salim merasa sedikit tenang, tak lama kemudian Jodha menemui Salim “Mengapa ibu dan ayah melakukan semua ini padaku, hal ini menyakiti aku, ibu” Jodha sedih “Ibu tahu bagaimana penderitaanmu dan ibu selalu bersama denganmu, nak”, “Lalu mengapa ibu tidak mengatakan hal ini pada ayah pada saatnya yang tepat ?” Jodha semakin sedih menatap anaknya “Ibu belum menemukan saat yang tepat untuk mengatakannya pada ayahmu, ibu bersama kamu, Salim” Salim nampak menahan marah “Ini semua terjadi sejak aku masih kecil, dulu ayah telah membuat aku bekerja seperti seorang pelayan, ayah telah mengirimkan aku ke medan perang di usiaku yang baru 9 tahun dan sekarang dia ingin merenggut Anarkali dariku ? Aku telah salah berfikir bahwa Yang Mulia akan mengerti dengan perasaanku, dia itu hanya seorang Raja, baginya kata katanya dan perintahnya lebih berarti daripada perasaan anaknya ! Dia selalu merenggut sesuatu dari aku tapi sekarang aku tidak akan berdiam diri, kadang aku merasa bahwa aku tidak mempunyai seorang ayah !” Jodha terperangah “Jangan katakan seperti itu, Salim ! Ayahmu hanya mengkhawatirkanmu saja, semuanya akan baik baik saja, Salim”, “Aku tidak tahu, ibu ,,, kapan itu akan terjadi” ujar Salim ketus kemudian meninggalkan ibunya “Mengapa semua ini terjadi ?” Jodha semakin sedih.. Sinopsis Jodha Akbar episode 544 by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Back To Top