Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 508 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 508 by Sally Diandra. Jodha masih duduk bersama Laboni “Ada apa, kak ? Dari tadi aku lihat kamu selalu murung, katakan padaku, aku adalah saudaramu” tadinya Jodha tidak mau mengutarakan kegelisahan hatinya namun akhirnya Jodha mulai curhat ke Laboni “Tidak apa apa, Leela ... aku hanya heran karena semalam Yang Mulia berlaku aneh, dia membiarkan Aram Bano terjatuh juga, aku kira mungkin dia mabuk” ujar Jodha sedih “Kamu sangat mencintainya, kak ... jadi kadang kamu tidak bisa melihat kemarahannya tapi jangan khawatir semuanya akan baik baik saja” Laboni berusaha menghibur Jodha dan meminta Jodha untuk memakan manisan yang dimakannya tadi “Hmm ... rasanya kecut sekali” ujar Jodha sambil menyeringai menahan rasa kecut “Hubungan suami istri juga biasanya seperti manisan ini, tidak hanya manis saja tapi juga bisa manis manis kecut” Jodha menatap Laboni “Kamu sudah besar sekarang” kemudian mereka berdua berpelukkan, Laboni tersenyum sinis dan berkata dalam hati “Kamu bahkan tidak mengira apa yang bisa aku perbuat, Ratu Jodha !”

JA logo 100Ditempat Maharana Pratap, Maharana Pratap sedang berkumpul dengan para menterinya “Aku tinggal disini untuk menyesatkan Jalal, dia mungkin akan mengira bahwa aku ada disini dan dia akan menyerang akan tetapi kita yang akan menang kali ini” ujar Maharana Pratap, salah seorang menteri berkata “Berita yang aku dengar kalau Salimlah yang akan menjadi panglima perang untuk perang kali ini melawanmu, Yang Mulia” Maharana Pratap tersenyum sinis “Pada saatnya nanti kita akan menangkap Salim maka Jalal akan kalah juga !”

Sementara itu di istana kerajaan Mughal di Agra, Salim sedang ngobrol dengan Rahim “Apa Yang Mulia tidak dapat lakukan maka akan aku lakukan maka aku akan disebut sebagai ksatria yang agung ! Aku telah memenangkan Maharana Pratap” ujar Salim kesal “Itu tidak mudah, Salim ... dia tidak bertarung demi sebuah daerah kekuasaan atau kekayaan, dia pernah sekali mendapatkan wanita kita di Hareem tapi kemudian dia mengembalikan mereka tanpa cacat sedikitpun, jadi rasanya tidak mungkin menangkapnya hidup hidup” Rahim merasa pesimis “Aku akan membuatnya menjadi mungkin, kak !” ujar Salim mantap

Diruang sidang Dewan - E - Khaas, Jalal sedang berdiskusi dengan para menterinya, Jalal tidak bisa mendengarkan apa yang Birbal katakan, telinganya mendengar suara suara aneh, Jalal jadi tidak bisa konsentrasi, tiba tiba Jalal berteriak kearah Birbal “Apa yang kamu lakukan ? Mengapa kamu membacakan mantra kearahku ?” semua yang hadir disana terkejut dan bingung melihat ulah Jalal “Aku hanya mendiskusikan tentang politik saja, Yang Mulia” ujar Birbal, Jalal kemudian pergi meninggalkan ruang sidang dengan perasaan kesal “Ada apa dengan Yang Mulia Raja ?” ujar Todar Mal sambil bersama sama maju ketengah bersama yang lain melihat kepergian Jalal “Mungkin dia lelah” Birbal mencoba menenangkan semua menteri

Laboni dan ibunya sedang ngobrol dikamar Laboni “Aku tadi melihat bonekanya tidak bergerak, hanya diam saja, itu artinya ilmu sihir kita tidak bekerja padanya, sekali lagi hubungannya dengan Ratu Jodha hanya akan putus jika dia menjadi milikmu ! Kamu harus membuat tubuh Jalal menjadi milikmu malam ini” pada saat itu seorang pelayan datang menemui mereka dan berkata “Ratu Rukayah memanggilmu, Dammu” Dammu menganggukkan kepalanya kemudian memberikan mantra pada batu yang mengendalikan Jalal dan keluar dari kamarnya

Dammu menemui Rukayah dikamarnya, saat itu Hoshiyar juga ada disana “Ratu Rukayah, ini dia pelayan yang aku bicarakan tadi” Rukayah menatap kearah Dammu sambil menyuruh Hoshiyar menghentikan ucapannya “Apakah kamu tahu siapa aku ?”, “Ya, anda adalah istri spesial Raja” ujar Dammu sambil menunduk dihadapan Rukayah “Meskipun kamu telah berbuat yang tidak baik pada pelayanku, kamu tidak akan mengira apa yang bisa aku perbuat padamu”, “Ini semua tidak akan terjadi lagi” ujar Dammu sambil mengucapkan mantra mantra “Jangan lakukan ini lagi ! Ratu Rukayah tidak akan membiarkanmu bahkan Yang Mulia pun tidak bisa berbicara didepan Ratu Rukayah” ujar Hoshiyar, Dammu kembali melakukan ilmu sihirnya kearah Hoshiyar agar Hoshiyar berkata kata kasar “Ratu Rukayah, kamu adalah seorang penyihir ! Kamu selalu berada diantara Yang Mulia Raja dan Ratu Jodha, Yang Mulia Raja bahkan tidak bisa menjadikan kamu sebagai saudara perempuannya, hiduplah sebagai layaknya seorang istrinya saja, kamu itu tidak ubahnya seperti sendalnya Ratu Jodha” Hoshiyar bingung dengan ucapannya sendiri karena tiba tiba saja ucapannya menentang Rukayah sementara Rukayah mulai marah “Bagaimana kamu bisa berani berkata seperti itu, Hoshiyar ?”, “Kamu bisa saja memerintah pada kami tapi kamu tidak punya nilai lebih dimata kami !” Rukayah langsung memukul Hoshiyar “Kamu pergi dari sini !” ujar Rukayah sambil menunjuk pada Dammu, Dammu pun meninggalkan mereka sambil tersenyum sinis “Kamu sudah keterlaluan, Hoshiyar !”

Dikamar Jodha, Jodha sedang sibuk menggulung benang, tiba tiba Aram Bano datang kesana menghampirinya “Ibuu ... Ibuuu ... aku ingin bermain dengan kamu” Jodha tersenyum menyambut anaknya “Ibu sedang ada pekerjaan, sayang”, “Aram Bano, kamu bisa bermain dengan ibumu jika ibumu menginginkannya, ayoo ... ayah akan bermain dengan kamu” ujar Jalal sambil mendekati Aram Bano, sementara Aram Bano bersembunyi disebelah Jodha meminta perlindungan, seakan akan Aram Bano takut pada Jalal dan tidak mau bicara dengan Jalal, Jalal bingung melihat sikap anak kesayangannya ini dan bertanya pada Jodha dengan lirikan matanya “Semalam kamu menjatuhkannya ketika kalian sedang bermain kuda kudaan” Jodha mencoba menengahi “Aku bahkan tidak ingat hal itu, Aram Bano, maafkan ayah, ayah janji ayah tidak akan mengulanginya lagi” ujar Jalal sambil menjewer kedua telinganya meminta maaf “Baiklah, aku terima permintaan maaf ayah, kalau begitu sekarang aku ingin bermain petak umpet dengan ibu” Jalal menyeringai senang sambil mendekati Jodha dan langsung menutup mata Jodha dari belakang, kemudian menyuruh Aram Bano untuk bersembunyi, Aram Bano lari meninggalkan mereka berdua. Jalal masih menutup mata Jodha sambil memeluk Jodha dan menikmati kebersamaan mereka berdua, sementara Jodha berkata “Satu ... Dua ... Tiga ...” Jodha terus menghitung hingga akhirnya Jalal membuka mata Jodha “Dimana Aram Bano ?”, “Aku tidak bisa mengatakannya” goda Jalal sambil menyeringai senang “Baiklah, aku akan mencarinya” Jalal tersenyum memperhatikan Jodha yang mulai memanggil manggil Aram Bano “Jika aku mengatakan padamu dimana Aram Bano maka hadiah apa yang aku dapatkan ?” goda Jalal “Tidak ada hadiah apa apa, aku akan mencari Aram Bano sendiri” Jodha terus mencari cari Aram Bano, sementara saat itu Aram Bano memasuki kamar Dammu dan melihat ada ruang rahasia, Aram Bano langsung masuk ke ruang rahasia itu dan menutup pintunya, Aram Bano bersembunyi disana. Ketika sedang bersembunyi Aram bano melihat ada boneka (boneka yang merupakan jelmaan Jalal) “Waaah ... boneka ini bagus sekali, aku akan mengambilnya untukku” Aram Bano segera mengambil boneka tersebut. Tepat pada saat itu, Jodha juga memasuki kamar Dammu dan mencari kesekeliling kamar “Aram, kamu bisa saja bersembunyi dimanapun tapi ibu akan menemukan kamu” ujar Jodha sambil melihat lihat kesekeliling, saat itu Dammu ada dikamarnya melihat Jodha dari balik tirai, Dammu kaget, Laboni juga sempat melihat Jodha dari balik tirai pula, kemudian Dammu menemui Jodha dan memberi salam “Salam Malika Hind, anda ada disini ?”, “Iya, aku sedang mencari anakku, Aram Bano ... dia sedang bermain petak umpet” ketika Jodha sedang ngobrol dengan Dammu, Aram Bano keluar dari ruang rahasia Dammu sambil mengintip memeperhatikan Jodha tak lama kemudian, Aram Bano menyelinap keluar diantara Jodha dan Dammu sambil membawa boneka jelmaan Jalal, Jodha terperanjat kemudian berlari mengejar Aram Bano.

Dammu memasuki ruang rahasiannya dan melihat boneka jelmaan Jalal telah hilang, Laboni menghampirinya dan bertanya “Ibu, apa yang Jodha lakukan disini ?”, “Itu tidak penting, Laboni ! Yang penting sekarang boneka jelmaan Jalal itu telah hilang ! Aku kira anak perempuan Jalal, si Aram Bano yang mengambil boneka itu dari sini” Laboni panik “Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang, ibu ? Ibu, berapa banyak boneka yang kamu punya ?”

Jodha akhirnya bisa menangkap Aram Bano dikamar Hamida, saat itu Rukayah juga ada disana bersama Hamida, ketika Aram Bano dan Jodha mendekati mereka, Rukayah langsung memangku Aram Bano dan melihat boneka yang dibawa oleh Aram Bano “Dari mana kamu mendapatkan boneka ini, Aram ?”, “Aku menemukannya di kamar Dammu” ujar Aram Bano tanpa rasa bersalah “Apakah kamu sudah minta ijin sebelum mengambilnya ?” Jodha ikut angkat bicara “Tidak !”, “Itu perbuatan yang tidak baik, Aram Bano” ujar Jodha, tepat pada saat itu Laboni menemui mereka bersama Dammu dengan sebuah nampan yang berisi boneka dan berkata “Aku telah membawa banyak boneka untuk Aram Bano” Laboni menunjukkan pada Aram, boneka boneka yang dibawanya, Aram Bano senang melihat begitu banyaknya boneka dan melempar boneka jelmaan Jalal yang dibawanya tadi “Apakah aku bisa memiliki boneka boneka ini ?”, “Mengapa tidak ?” ujar Laboni sambil mengambil boneka jelmaan Jalal yang dilempar oleh Aram Bano tadi dan segera memberikannya ke Dammu, kemudian memberikan boneka yang lain untuk Aram, Aram Bano terlihat sangat senang... Sinopsis Jodha Akbar episode 509 by Sally Diandra.

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top