Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 468 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 468 by Sally Diandra. Tabib sedang mengecek kondisi Jodha “Yang Mulia, saya minta maaf untuk mengatakan hal ini pada anda, saat ini Yang Mulia Ratu tertular penyakit yang menyebar sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 468di seluruh Kesultanan Mughal” Jalal sangat terkejut “Mulailah untuk mengobatinya, tabib”, “Penyakitnya ini telah menyebar keseluruh tubuhnya” Jalal kaget “Bagaimana bisa ? Dia tidak menceritakan apapun padaku selama ini” Moti ikut angkat bicara “Maafkan, hamba Yang Mulia ... saya sebenarnya tahu tentang hal ini akan tetapi Jodha meminta saya untuk berjanji untuk tidak mengatakannya pada anda karena saat itu anda harus pergi berperang” Moti nampak ketakutan setelah mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya “Bagaimana mungkin ? Dia tidak mengatakan apapun padaku, mengapa kamu juga tidak mengatakannya padaku, Moti !” Jalal membentak Moti dengan amarahnya “Jalal, ini bukan salah Moti, dia hanya mengikuti perintah Jodha, kita tidak akan meninggalkan Agra untuk saat ini sampai Jodha sembuh” ibu Hamida berupaya menenangkan Jalal “Aku juga akan tinggal disini bersama Ratu Jodha” Rukayah ikut menimpali pembicaraan mereka “Tabib, tolong lakukan sesuatu dan segera sembuhkan Ratu Jodha !”, “Akan saya usahakan, Yang Mulia”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4681Jalal sedang duduk disamping Jodha, tak lama kemudian Jodha terbangun dari pingsannya “Aku minta minum” Jalal segera mengambil segelas air putih untuk Jodha dan membantu Jodha untuk minum, Jodha kaget ketika menyadari bahwa yang disebelahnya itu adalah Jalal “Yang Mulia ...” Jalal segera menutup mulut Jodha “Kamu seharusnya mengatakan padaku tentang penyakitmu, Ratu Jodha ... baiklah aku memaafkan kamu akan tetapi kamu harus istirahat sekarang”, “Tapi kamu akan berangkat berperang bukan ?”, “Sudah tidak usah memikirkan yang lain lain dulu, lebih baik kamu beristirahat saja, Ratu Jodha ... tidurlah” Jalal menyuruh Jodha untuk berbaring kembali, Jodha terbaring dengan tangan Jalal berada di bawah leher Jodha “Tidak akan terjadi apa apa padamu, Ratu Jodha, aku tidak akan membiarkan hal apapun terjadi padamu”, “Aku tidak apa apa Yang Mulia, pergilah berperang” Jalal membelai rambut Jodha “Apakah kamu kira aku akan bisa bertarung dengan musuh musuhku sambil memikirkan kamu ? Kita ini dua tubuh dalam satu jiwa, aku bisa merasakan penderitaanmu, Ratu Jodha ... kita telah memutuskan untuk menceritakan apapun yang terjadi pada diri kita masing masing, akan tetapi kenapa kamu malah menyembunyikan suatu perkara besar seperti ini dari aku, Ratu Jodha ... dan anehnya aku nggak bisa kesal sama kamu dalam waktu yang lama” tak lama kemudian Jalal menyanyikan lagu nina bobok untuk Jodha, Jodha pun mengantuk dan tertidur, Jalal menatap wajah istrinya itu dengan penuh haru, nada suaranya terdengar parau dan bergetar selama dia menyanyi sambil sesekali menyeka air matanya dan menatap Jodha dengan penuh cinta.

Keesokan hariinya, Jalal sedang berkumpul dengan para menterinya “Bagaimana keadaan Ratu Jodha, Yang Mulia ?” Birbal mencoba membuka pembicaraan “Saat ini keadaannya tidak baik, tubuhnya sangat lemah tapi aku tidak mengerti kenapa dia bisa mendapatkan penyakit itu, aku dan Ratu Rukayah juga ada didesa itu tapi kami baik baik saja”, “Tenang, Yang Mulia ... saya telah memanggil tabib untuk Ratu Jodha, Ratu Jodha pasti akan baik baik saja, Yang Mulia” Birbal mencoba menghibur hati Jalal “Aku harap juga demikian, Birbal dan aku juga sudah memutuskan bahwa aku tidak akan pergi berperang karena Ratu Jodha sangat membutuhkan aku, aku ingin terus berada disisinya” kemudian Jalal meminta Maan Sigh dan Abu Fazal untuk pergi berperang membantu Salim “Saya tahu kelemahan Mirza Hakim, Yang Mulia dan lagi Salim adalah saudaraku, aku akan melindunginya dan akan memenangkan perang ini” ujar Maan Sigh.

Jalal tidak pernah jauh jauh dari sisi Jodha, setiap hari Jalal selalu menyuapi Jodha makanan dan memberikannya obat.

Narator : “Selama Jodha sakit, Jalal tidak down atau ikut terpuruk, Jalal malah tetap menolong para fakir miskin, memberikannya obat dan makanan, Jalal mencoba untuk bertobat atas semua kesalahan kesalahannya”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4682Setiap hari Jalal selalu menemani Jodha, Rukayah menghampiri Jalal yang sedang duduk disebelah Jodha yang sedang tertidur “Jalal, kamu setiap hari duduk disini menemani Ratu Jodha siang dan malam, lebih baik sekarang kamu istirahat, aku yang akan menemani, Ratu Jodha” Rukayah merasa prihatin dengan kondisi Jalal yang terus menerus menemani Jodha tanpa kenal lelah “Ratu Jodha, sangat membutuhkan aku, Rukayah ... aku tidak akan pergi kemana mana, aku hanya ingin berada disisinya !” Jalal tetap bersikeras menemani Jodha “Baiklah, kalau kamu tidak mau pergi dari sini, aku juga akan duduk disini menemani Ratu Jodha, jika Ratu Jodha membutuhkan kamu maka dia juga membutuhkan aku” Rukayah langsung duduk diatas tempat tidur Jodha “Maafkan, aku Rukayah ... aku sudah membentak kamu tadi”, “Aku bisa mengerti, Jalal bahwa Ratu Jodha sangat berarti buat kamu itu sama artinya kamu juga sangat berarti buat aku, Tuhan akan membuat semuanya menjadi baik, percayalah” tiba tiba saja Jodha terbatuk batuk dan memuntahkan darah dari mulutnya, Jalal menatapnya dengan perasaan terluka.

Jalal sedang duduk sendirian ditepi sungai, sambil menangis dia berkata “Aku mohon ... Jodha sembuhlah, aku ingin bicara lagi denganmu, aku ingin melihatmu berjalan, tersenyum, aku tidak bisa menghadapi penderitaanmu ini” dilain pihak dikamar Jodha, Jodha terlihat gelisah, dalam mimpinya Jodha melihat Jalal sedang menghantamkan dahinya kesebuah dinding, ibu Hamida dan Rukayah nampak cemas akan kondisi Jodha.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4683Ditempat Jalal, Jalal sedang meratapi nasibnya dan mencurahkan perasaannya pada Tuhan “Tuhan, kamu selalu melakukan keadilanmu, yang salah itu adalah aku, akulah yang telah berbuat salah tapi mengapa Ratu Jodha yang harus menderita ? Dia selalu menolong orang lain, dia selalu percaya padaMu Tuhan, dia tidak pernah menyakiti siapapun tapi mengapa dia yang harus menerima hukuman ini ? Aku tidak tahu apakah Kamu itu Tuhan, Allah, Dewa atau apalah tapi jika Kamu memang ada bagaimana bisa Kamu memberikan penderitaan ini padanya ? Pada seseorang yang tidak pernah berfikiran buruk tentang siapapun ?” Jalal terus menangis sambil mencurahkan semua isi hatinya pada Tuhan “Kenapa Ratu Jodha yang harus membayar semua dosa dosaku ?” Jalal kemudian berdiri dan mendekati pohon yang ada disana kemudian menghantamkan dahinya kepohon tersebut beberapa kali hingga dahinya berdarah, tiba tiba ketika Jalal hendak menghantamkan lagi dahinya ada sebuah tangan mungil yang muncul dan menghentikan perbuatan Jalal tersebut. Anak kecil jelmaan malaikat itu tersenyum kearah Jalal, Jalal sedikit terkejut dan berkata “Aku telah mencari kamu kemana mana, tapi mengapa kamu tidak datang sebelumnya ?”, “Aku ada didalam dirimu, Jalal, dimana kamu mencari aku ? aku adalah suara hatimu”, “Lalu kapan Ratu Jodha bisa segera sembuh ? Mengapa dia yang harus melebur semua kesalahan kesalahanku ?” Jalal mencoba mencari jawaban pada sang malaikat “Kamu telah berbuat kesalahan lagi, Jalal ... kamu pikir kamu dan Jodha itu adalah dua pribadi yang berbeda ? Kalian berdua itu satu jiwa, dia harus melebur semua kesalahan kesalahanmu, dia harus melalui ini semua, Jalal”, “Lalu bagaimana caranya aku bisa bertobat untuk semua kesalahanku ?” Jalal ingin sekali bertobat “Kamu ingat ? Dulu kamu pernah merampas dengan paksa tanah orang lain ? Dimana mereka dilempar keluar dari rumah mereka sendiri, kamu juga memberikan penderitaan untuk mereka, bagaimana bisa kamu menerima kebahagiaanmu, makam para ulama ulama besar yang kamu perintahkan untuk digusur dari tanah mereka dengan tujuan untuk membuat sebuah benteng akan dipindahkan dalam waktu 5 hari, itu adalah keputusanmu, sekarang kamu harus menghentikannya, semua ada ditanganmu, Jalal” tiba tiba sang malaikat menghilang dari hadapan Jalal ketika Jalal lengah sesaat “Aku harus menyelamatkan Ratu Jodha, bagaimanapun caranya !”

Sesampainya diistana, Jalal menemui Hamida “Ibu, aku mohon tolong jaga dan rawatlah Ratu Jodha selama aku pergi, aku akan pergi ke suatu tempat”, “Ibu tidak akan bertanya padamu kemana kamu mau pergi, Jalal ... akan tetapi ibu akan berdoa semoga apa yang kamu lakukan itu mendapatkan kelancaran, apapun itu yang kamu lakukan, Jalal”, “Terima kasih, ibu ,,, aku akan menemui Ratu Jodha dulu” Jalal kemudian meninggalkan ibunya.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4684Dikamar Jodha, Jalal menghampiri Jodha dan menyuruh semua tabib dan pelayan meninggalkan mereka berdua, Jodha sedang terbatuk batuk dan melarang Jalal untuk mendekatinya “Yang Mulia, jangan mendekat, lebih baik kamu jangan mendekati aku, nanti kamu bisa tertular penyakitku ini” Jalal tetap nekat mendekati Jodha dan duduk disamping Jodha “Kita ini satu jiwa, Ratu Jodha jadi mengapa harus menjauh ? Aku akan pergi ke suatu tempat” Jodha yang semula memalingkan wajahnya lalu menoleh menatap Jalal “Kamu mau pergi kemana ?”, “Aku harus melakukan pertobatan agar kamu bisa sembuh, kamu tahu aku telah memberikan perintah untuk menggusur makam para ulama besar disebuah desa, aku harus menghentikannya sekarang, aku harap ketika aku kembali nanti, aku akan melihat kamu sembuh, aku tidak bisa menghadapi kenyataan kalau aku kehilangan kamu, Ratu Jodha” Jalal terharu dan menangis “Apakah kamu pikir aku akan segera meninggalkan kamu ? Aku mempunyai banyak ingatan tentang ejekan ejekanmu maka tidak akan terjadi apa apa padaku, Yang Mulia ... kamu pergi dengan seluruh isi hatimu dan jika terjadi sesuatu padaku maka aku akan menjadi hantu dan akan menghantui kamu sepanjang hidupmu” Jodha mencoba untuk menggoda Jalal, Jalal tertawa kecil sambil terus menangis “Bagaimana bisa kamu bergurau disaat yang seperti ini, Ratu Jodha ?”, “Lalu bagaimana bisa kamu menangis disituasi yang seperti ini, Yang Mulia ? Aku tidak bisa melihat airmata mengalir dari matamu” Jodha mencoba menenangkan Jalal sambil membelai rambut dan wajahnya lembut, Jalal menyeka pipinya yang basah oleh airmata “Pergilah, Yang Mulia dan percayalah bahwa aku akan selalu mencintaimu sampai ajal menjemputku”, “Jangan katakan hal seperti itu, Ratu Jodha ... aku mohon”, “Aku tidak akan mati, Yang Mulia ... karena aku bisa mencintaimu meskipun aku sekarat tapi jika aku tidak bisa merasakan kamu atau menyentuhmu maka aku tidak mau meninggal” Jalal mencium kening Jodha dengan lembut dan segera berlalu meninggalkannya, namun ketika baru beberapa langkah, Jodha memanggil dengan panggilan mesranya “Sayang ...” Jalal segera berbalik menoleh kearah Jodha yang tertutup tirai kelambu “Seperti yang semua istri katakan pada suaminya, jangan berada diluar rumah hingga tengah malam” Jalal mengerti maksud Jodha “Aku akan segera kembali, Ratu Jodha” bergegas Jalal pergi meninggalkan Jodha sementara Jodha kembali terbatuk batuk.

Jalal sedang dalam perjalanan untuk menghentikan penggusuran makam para ulama besar disebuah desa bersama dengan para prajurit dan kuda kesayangannya, namun ditengah perjalanan badai angin topan menerjang rombongan Jalal, satu per satu para prajurit Jalal tumbang, Jalal terus melaju dengan kuda kesayangannya.

Narator : “Waktupun terus berlalu dan berbagai macam permasalahan harus Jalal hadapi akan tetapi Jalal terus melangkah maju demi menyelamatkan Jodha istri yang sangat dicintainya”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4686Jalal harus menghadapi badai pasir dan angin yang menerpa mereka, hingga dirinya terjatuh dari kuda dan mendapati kudanya terluka parah sehingga tak mampu meneruskan perjalanan lagi, Jalal membelai kudanya dengan perasaan iba dan segera meninggalkannya disana, Jalal memulai perjalanannya dengan berjalan kaki seorang diri, para prajuritnya sudah tertinggal dibelakang, tak lama kemudian Jalal terjatuh kejurang.

Jiwa Jalal berkata : “Saat itu adalah perjalanan yang tidak mudah yang harus aku lalui, dimana ada sebuah ujian pada setiap tingkatannya dan aku harus bisa menyelesaikan semua itu, aku tidak punya pilihan lain, itu adalah masa yang sulit dalam hidupku”

Jalal mulai bangun dan berjalan kembali, dia tidak bisa berjalan melawan kekuatan angin yang begitu dahsyat namun Jalal terus mencoba demi seorang Jodha !  Sinopsis Jodha Akbar episode 469 by Sally Diandra.

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top