Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 461 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode  461 by Sally Diandra. Malam itu Jagdev menunjukkan karung karung yang berisi sembako kepada anak buahnya, salah satu anak buah Jagdev berkata “Surjan tidak tahu kalau kamu telah sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 461memindahnya ke gudang yang lain”, “Aku melihat Surjan di gudangnya yang dulu makanya aku langsung memindahkan tempatnya, tapi kamu tetap mengawasi karung karung sembako ini sampai anak buah Mirza Hakim datang kesini !” perintah Jagdev terhadap anak buahnya.

Didalam hutan, Jalal berteriak menghadap ke langit “Tuhan ! Aku marah padamu hari ini ! Mengapa kamu melakukan semua ini pada Jodha ? Di satu sisi ada aku sebagai suaminya dan disisi yang lain ada warga desa yang sangat percaya padanya !” tiba tiba datang sebuah sinar yang begitu menyilaukan datang dari langit, sinar itu tiba tiba menjelma menjadi seorang anak kecil jelmaan dari malaikat “Jalal, ketika kamu menyakiti seseorang, hal itu menyakitkan untuk yang lainnya, kamu hanya teringat pada penderitaan istrimu tapi apakah kamu pernah berfikir pada rakyatmu yang telah kamu berikan penderitaan ? Ketika salah satu orang yang kamu cintai menderita, kamu juga ikut menderita, apa yang kamu tabur itulah yang kamu tuai, Jalal ... kamu telah menyakiti banyak orang dan sekarang saatnya kamu merasakan rasa sakit itu”, “Siapa kamu ?” Jalal benar benar penasaran dengan penampakan anak kecil yang berbaju putih itu “Kenapa orang lain tidak bisa melihat kamu ?” anak kecil itu hanya tersenyum kearah Jalal “Aku adalah jiwamu Jalal, aku adalah hari yang memisahkan dirimu dari malam hari, aku adalah kebahagiaan yang kamu rasakan, aku adalah rasa sakit yang telah kamu berikan kepada orang lain dan sekarang kamu harus merasakannya sendiri, Jalal” tiba tiba jelmaan anak kecil tadi menghilang dari hadapan Jalal, sesaat Jalal tertegun dan melihat kesekeliling tempat tersebut namun anak kecil itu tidak berbekas jejaknya, Jalalpun menengadah keatas langit dimana awan berarak hitam dengan petirnya yang menggelegar disertai angin yang bertiup cukup kencang sedari tadi.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4611Diistana kerajaan Mughal, semua orang mengelu elukan nama Salim “Hidup pangeran Salim ! “Hidup pangeran Salim ! “Hidup pangeran Salim !” Salim berada dibalkon utama istana meminta doa dari rakyatnya untuk berperang melawan MIrza Hakim “Aku berdoa semoga kita semua menang !” Birbal yang ada disebelah Salim segera berbisik “Yang Mulia Raja akan segera bergabung denganmu dimedan pertempuran nanti” namun Salim terus memikirkan tentang Anarkali, ingin rasanya Salim bertemu dengan Anarkali sekali saja untuk kedamaian hatinya sebelum berangkat berperang. Tepat pada saat itu Anarkali juga sedang berada ditengah kerumunan orang orang yang melepas kepergian Salim, Anarakali tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Salim “Sakinah, kamu tahu semua ini cuma sandiwara belaka, para prajurit lah yang akan berperang dan mati namun kemudian dia yang mendapatkan penghargaan dengan mengibarkan bendera kemenangan” Sakina teman Anarkali hanya diam mendengarkan ucapan Anarkali dengan seksama “Ketika para prajuritnya bertarung melawan musuh, dia pasti akan sibuk dengan minumannya sambil menikmati sebuah tarian dari para penari” Anarkali benar benar geram dan kesal pada Salim.

Didalam hutan ditempat yang tersembunyi, Jodha sedang menunggu Jalal sambil menangis sedih “Aku tidak akan memberikan hukuman pada Yang Mulia Raja ! Tidak akan pernah !” tak lama kemudian Jalal menghampiri Jodha, Jodha terharu melihat Jalal tak terasa pipinya telah basah oleh air mata berulang kali Jodha menyekanya “Ratu Jodha, berikan aku hukuman, sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4612jika kamu tidak memberikan hukuman padaku maka kamulah yang akan menderita” Jalal memohon pada Jodha “Aku akan mengatakan yang sebenarnya pada para penduduk tentang hubungan kita yang sebenarnya, aku tidak bisa memberikanmu hukuman, Yang Mulia” Jodha sedih membayangkan dirinya sendiri akan menghukum suaminya “Ini bukan hukuman, Ratu Jodha tapi ini adalah pertobatanku, aku telah menyakiti semua rakyatku dan sekarang saatnya aku untuk mendapatkan balasannya” Jodha terheran heran dengan ucapan Jalal “Siapa yang mengatakan hal itu padamu ?”, “Anak kecil yang sama yang dulu pernah aku lihat diistana, aku tidak tahu siapa dia, aku sendiri heran kenapa orang lain tidak bisa melihat keberadaannya, dia bilang bahwa kamu harus menghukum aku, Ratu Jodha” Jodha semakin terharu mendengar cerita Jalal “Kamu adalah hakimnya dan kamu harus melakukan tindak keadilan”, “Sebagai seorang istri, aku tahu kalau kamu tidak melakukan kesalahan ini, Yang Mulia”, “Aku tahu itu tapi aku telah melakukan banyak kesalahan, Ratu Jodha ... Lupakan kalau aku ini suamimu, hukuman ini hanya buat aku, berikan aku hukuman, Ratu Jodha ... Ingat itu ! Lebih baik aku pergi dulu” tak lama kemudian Jalal segera meninggalkan Jodha, tepat pada saat itu Jagdev melihat Jalal pergi meninggalkan Jodha namun Jagdev tidak bisa melihat wajah Jalal “Siapa itu yang malam malam begini menemui Radha ? Mungkin seseorang datang menemuinya untuk mendapatkan pengobatan darinya, yaaa ... semua orang siapapun bisa saja mencoba mendekatinya karena dia itu memang cantik” Jagdev tersenyum nakal memikirkan Jodha.

Keesokan harinya, disidang desa, Jalal dihadapkan pada Jodha sebagai tersangka “Kamu telah melakukan kesalahan, Surjan ! Dengan berkhianat kepada kami semua disini dan kamu akan mendapatkan hukuman” Rukayah yang melihatnya dari kejauhan merasa was was dan cemas dengan hukuman apa yang akan dijatuhkan Jodha untuk Jalal “Hukumanmu adalah kamu tidak boleh lagi tinggal dan menetap di desa ini mulai dari sekarang ! Pergi dan tinggalkan desa ini segera !” Jalal langsung bersimpuh didepan Jodha “Radha, aku mohon jangan lakukan hal ini padaku, keluargaku ada disini, aku tidak bisa meninggalkan tempat ini, berikan saja hukuman berat padaku, Radha” Jagdev yang juga ada disana mengambil kesempatan ini “Radha, ada satu hukuman lagi untuk seorang pencuri !”, sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4613“Aku setuju dengan yang dikatakan Jagdev, Radha ... Berikan aku hukuman itu, jangan minta aku untuk meninggalkanmu, maksudku aku tidak akan meninggalkan desa ini” Jalal kemudian berusaha menyentuh kaki Jodha dan memohon namun Jodha tersentak kaget dan segera menyembunyikan kakinya dibalik roknya yang menjuntai kebawah “Apa yang kamu lakukan, Surjan ? Tidak tidak tidak ... Hukumanmu tetap kamu harus meninggalkan desa ini !”, “Berikan aku hukuman kedua, Radha” Jalal terus memohon pada Jodha, sementara Rukayah yang tidak tahan melihat mereka dari tadi langsung buka suara “Surjan, sudahlah ... Lebih baik kita tinggalkan saja desa ini” Jalal langsung berteriak lantang ke arah Rukayah dan berkata “Tidak ! Aku bilang aku tidak akan meninggalkan desa ini !” Jalal segera mengatupkan tangannya didepan Jodha “Radha, aku mohon rubahlah hukumanmu itu” semua warga penduduk yang hadir desa meminta Jodha untuk memberikan hukuman yang lain bagi Surjan, Jodha sangat terkejut, Moti dan Mehtab juga cemas dan gelisah pada hukuman apa yang dijatuhkan Jodha ke Jalal “Baiklah, hukuman yang lain adalah kamu akan dihukum cambuk !” Rukayah, Moti dan Mehtab kaget dan tidak tega mendengar hukuman yang dijatuhkan Jodha ke Jalal, namun Jalal malah tersenyum senang sambil terus memandang Jodha “Tapi lebih baik kamu pergilah dari desa ini” Jodha kembali berharap agar Jalal mau meninggalkan desa tersebut karena dari dasar hati kecilnya yang paling dalam, Jodha tidak tega menjatuhkan hukuman cambuk ke suaminya sendiri “Tidak Radha, aku siap dihukum cambuk” Jodha menatap Jalal dengan pandangan tidak percaya, sementara Jagdev tersenyum senang.

Diistana kerajaan Mughal, dikamar Haidar, Shama menemui Haidar, saat itu Haidar sedang pusing kepala “Haidar, aku senang kamu tidak ikut perang, sekarang aku jadi bisa lebih tau lebih banyak tentang kamu dan bisa lebih dekat dengan kamu” kemudian Shama memberikan Haidar Kaddah (semacam minuman), Haidar segera meminumnya “Apa yang aku minum tadi ?”, “Itu minuman untuk sembelit” Shama menjawabnya dengan wajah yang tidak bersalah “Tapi aku tidak memerlukannya ! Aku pusing kepala ! Bukan terkena sembelit !” Haidar langsung merasakan perutnya tidak enak “Shama ! Akan kubunuh kamu !” Haidar segera pergi meninggalkan Shama sambil terus memegangi perutnya, Shama malah bingung dengan tingkah Haidar.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4614Malam itu Jalal sudah siap dihukum cambuk, kedua tangannya diikat dan bertelanjang dada hanya mengenakan celana panjang saja, Rukayah tidak tahan melihat Jalal yang akan segera dicambuk, Rukayah segera mendekati Jodha “Radha, aku mohon ... Lepaskan dia, lepaskan suamiku, kami akan meninggalkan desa ini” namun dari tempat Jalal berdiri Jalal langsung berteriak “Tidak ! Jika ini adalah keadilan maka aku siap menerimanya !” Rukayah segera berlari mendekati Jalal dan berbisik “Jalal, katakan pada semua orang yang ada disini siapa kamu sebenarnya, maka tidak ada seorangpun yang berani menyentuh kamu”, “Rukayah, jangan ciptakan masalah baru untuk Ratu Jodha, pergilah sana” beberapa wanita menggeret Rukayah untuk menjauh dari Jalal dan tak lama kemudian seorang laki laki sudah siap hendak mencambuk Jalal, Jalal hanya bisa pasrah menerimanya, berulang kali laki laki itu mencambuki Jalal hingga punggung Jalal berdarah, Rukayah dan Jodha menangis tidak tega melihat suami mereka dicambuki seperti itu didepan mata mereka sendiri, terlebih lebih Jodha yang merasa telah memberikan hukuman ini ke Jalal, Moti dan Mehtab juga tidak tega melihat Jalal dicambuk seperti itu. Selama tubuhnya dicambuk, Jalal teringat bagaimana rakyatnya menderita karena perintah perintahnya, Jalal juga teringat bagaimana anak kecil itu berkata “Sekarang kamu harus siap menghadapi penderitaan yang telah kamu berikan pada rakyatmu” punggung Jalal terus menerus mengeluarkan darah, setelah hukuman cambuk selesai, Jalalpun dibebaskan, kedua tangan Jalal yang diikat segera dilepaskan, Jalal langsung jatuh terlentang, Rukayah dan Jodha kaget, Jodha ingin sekali mendekati Jalal namun apa daya dirinya tidak bisa melakukan hal itu, sementara Rukayah langsung mendekati Jalal sambil menangis.

Jiwa Jalal berkata : “Aku pergi keluar dari istana dan menjadi seorang rakyat biasa akan tetapi aku dituduh menjadi seorang pencuri, hari itu adalah hari pembalasan terhadap diriku sendiri, aku telah diberikan hukuman cambuk dan pada hari itu aku baru tahu bagaimana rasanya mendapatkan hukuman”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4615Ditenda Jalal, Rukayah sedang mengobati luka luka dipunggung Jalal yang terkena cambuk tadi, Jalal terbaring telungkup, Jodha menemui mereka, Rukayah langsung marah ke Jodha ketika Jodha mau menyentuh Jalal, Rukayah langsung memegang tangan Jodha “Jangan sentuh dia Ratu Jodha ! Untuk menyelamatkan posisimu, kamu telah memberikan hukuman pada suami sendiri ? Kamu begitu rendah !” Jodha menangis sedih mendengar ucapan Rukayah yang cukup pedas ditelinganya “Kamu memang benar, Ratu Rukayah, aku ini memang rendahan, aku telah melakukan sesuatu yang besar hari ini maka aku tidak bisa diampuni, akan tetapi perintah Yang Mulia sangat berat buatku bahwa aku harus memberikan hukuman untuk suamiku sendiri, dan kali ini adalah hukumanku sendiri ketika aku tidak bisa memberikan obat untuk luka luka ditubuh suamiku” Jodha sangat sedih menerima kenyataan ini, bergegas Jodha hendak meninggalkan Jalal dan Rukayah namun Jalal segera memegang tangan Jodha kemudian menggelengkan kepalanya ke arah Rukayah “Tolong ambilkan segelas air putih, Ratu Jodha” Jalal meminta segelas air putih, Rukayah jadi tidak enak dengan Jodha karena Rukayah tidak tahu duduk permasalahan yang sebenarnya “Aku tidak tahu tentang penderitaanmu Ratu Jodha, maafkan aku” Jodha bisa mengerti perasaan Rukayah, Jodha segera mengambil segelas air putih untuk Jalal.

Di tenda Maan Sigh, Maan Sigh sedang berdiskusi dengan anak buahnya yang sangat dipercayainya “Aku akan melarikan diri dari tahanan Mirza Hakim maka dia akan marah padaku dan akan mengirimkan pasukannya untuk mengejar aku, perhatiannya akan dialihkan dari perang”

Jodha mengambil segelas air putih dan memberikannya ke Jalal sambil memegangi gelas itu terus sementara Jalal memegangi tangan Jodha dengan kedua tangannya dan meminum air tersebut “Ratu Jodha, kamu tahu kan kalau itu bukan salahmu” Jalal mencoba menenangkan kedua istrinya sambil masih memegangi tangan Jodha “Mengapa kamu tidak meninggalkan desa ini, Yang Mulia”, “Ratu Jodha, aku ingin merasakan bagaimana rasanya dicambuk, penderitaan ini paling tidak bisa mengurangi penderitaan yang telah aku berikan ke rakyatku”

Maan Sigh akhirnya bisa melarikan diri dari tahanan Mirza Hakim dengan menyamar sebagai anak buahnya, Maan Sigh bertukar pakaian dengan anak buahnya.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4616Beberapa hari kemudian ketika Jalal sudah sembuh dari luka luka dipunggungnya, Jodha sedang memberikan obat obatan pada orang orang yang sedang terluka, Jalal juga sedang bekerja disana sedang menumbuk obat obatan, seseorang mendekati Jalal “Kami tidak akan mengambil obat obatan dari tangan seorang pencuri seperti kamu ! Bisa jadi mungkin kamu memberikan racun pada kami” Jalal diam saja mendengar semua tuduhan itu, Jodha yang melihatnya dari kejauhan merasa terharu dan iba, ketika Jalal hendak pergi dari tempat itu, seorang pria lain bertanya ke Jalal “Kamu mau pergi kemana ? Tidak ada seorangpun yang akan memintamu untuk melayani para warga penduduk, kamu harus bekerja keras sekarang !” kemudian pria tadi menyuruh Jalal untuk menaruh karung yang berisi sayur sayuran itu ke dalam dapur, Jalal segera memanggul kedua karung sayuran itu, Jalal merasa nyeri dipunggungnya karena luka luka itu, dari kejauhan Jodha memperhatikan Jalal dengan perasaan sedih dan haru, Jodha menangis melihat Jalal menderita sepert itu... Sinopsis Jodha Akbar episode  462 by Sally Diandra.

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top