Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 565 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 565 by Sally Diandra. Di kamar Rukayah yang gelap gulita, Rukayah sedang menangis sedih meratapi nasibnya sambil menelungkupkan dirinya di meja, penampilannya amburadul dengan rambut acak acakan dan tanpa make up yang biasanya menghiasi wajahnya yang cantik, tiba tiba tanpa sepengetahuan Rukayah, Jalal memasuki kamarnya dan berkata “Apakah kamu ingin bertemu denganku ?” mendengar suara Jalal, Rukayah langsung menengadahkan wajahnya dan menatap kearah Jalal yang sedang berdiri di sebelahnya, Rukayah sangat senang dengan kedatangan Jalal “Jalal ! Akhirnya kamu kesini ?”, “Tetap ditempatmu ! Jangan lupa kamu adalah seorang penjahat dan aku adalah seorang Raja ! Apapun yang ingin kamu katakan, katakanlah dan tetap ditempatmu berada !” Rukayah menyadari posisinya, keinginannya untuk mendekat kearah Jalal di urungkannya, Rukayah berdiri agak menjauh dari Jalal dan berkata “Aku bisa mengerti, Jalal ,,, kejahatanku ini tidak terlupakan tapi apa yang aku lakukan ini karena rasa cemburuku dan aku melakukan kesalahan, karena aku merasa perlahan perlahan kamu menjadi milik Jodha dan kamu menjauh dariku, sekarang katakan padaku, apa yang harus aku lakukan ? Kamu memberikan tanggung jawab dalam hal berbisnis rempah rempah untuk Jodha dan dia menjadi Khash Begum dan kamu juga memberikan posisi padanya sebagai Malika Hind dan kamu juga memberikan hatimu padanya, lalu dimana hakku yang bisa aku dapatkan darimu ?” Jalal hanya terdiam dengan tatapan marahnya tanpa melihat kearah Rukayah yang menangis tersedu sedu sambil mengutarakan keluh kesahnya “Lalu apa yang aku dapatkan, Jalal ? Dalam kehidupanmu, aku tidak mempunyai hak apapun ! Hidupmu, duniamu, semuanya dimulai dari Jodha dan berakhir pada Jodha ! Aku tidak bisa mentoleransi hal ini, Jalal ,,, itulah mengapa aku melakukan kesalahan ini, maafkan aku Jalal, maafkan semua kesalahanku” Rukayah memohon maaf pada Jalal sambil menangis sedih namun Jalal tetap tidak bergeming sedikitpun, Jalal sangat marah pada Rukayah dan berkata “Dengar Rukayah, apapun yang kamu lakukan sampai hari ini, apakah kamu pernah melihat kalau Ratu Jodha ingin menjatuhkanmu ? Dia sangat menghormati kamu, Rukayah ! Itu benar kan Rukayah ?” JA logo 100Rukayah masih menangis “Kamu tahu, Rukayah ,,, gara gara kamu kesultanan Mughal menghadapi berbagai macam persoalan, gara gara kamu nyawaku dalam bahaya juga, setiap kali kamu melakukan kesalahan, aku selalu memaafkan kamu karena kamu adalah teman kecilku tapi hari ini kamu telah melewati batasanmu, Rukayah ,,, aku sebenarnya tidak ingin melihat wajahmu ! Tapi karena permintaan Ratu Jodha maka aku datang kesini !” ujar Jalal marah “Dia selalu baik padamu, Rukayah ,,, meskipun kamu telah menghancurkan semua harapan Ratu Jodha tapi hari ini dia telah memenuhi keinginanmu, dia selalu menerima kamu, dia selalu bisa melihat penderitaanmu, hari ini aku merasa malu pada apa yang kamu pikirkan !” Rukayah segera bersimpuh di kaki Jalal sambil memegangi kaki Jalal dan meminta maaf yang sebesar besarnnya “Jalal, maafkan aku, Jalal ... maafkan semua kesalahanku” ujar Rukayah sedih sambil terus memegangi kaki Jalal namun Jalal tidak menggubrisnya “Bagaimana aku bisa memaafkanmu, Rukayah ,,, aku tidak akan memaafkanmu, seberapa besar kamu menunduk menyembah di hadapanku maka aku tidak akan membantumu untuk bangkit ! Segera kemasi barang barangmu dan bersiaplah untuk segera berangkat, Rukayah !” Rukayah terus memohon pada Jalal agar Jalal mau memaafkannya sambil terus memegangi kaki Jalal, namun Jalal tidak menggubris tangisan Rukayah dan segera pergi dari kamar Rukayah dengan perasaan kesal dan marah, Rukayah memanggil manggil nama Jalal terus menerus dalam tangisannya.

Keesokan harinya ketika Jodha sedang mandi di Hamam dibantu oleh para pelayannya, tiba tiba prajurit didepan pintu pemandian mengabarkan kalau Jalal hendak memasuki pemandian tersebut, Jodha kaget dan meminta pelayannya untuk segera mengambilkan pakaian karena Jodha merasa malu dengan kedatangan Jalal di pemandian, namun belum sempat Jodha mengambil pakaiannya, Jalal sudah memasuki Hamam dengan senyumnya yang menawan dan menyuruh semua pelayan pergi meninggalkan mereka berdua “Yang Mulia, kamu tahu kan kalau aku sedang mandi” Jalal tersenyum sambil mendekat kearah Jodha dan duduk di tepi kolam pemandian “Ya, aku tahu”, “Kamu seharusnya malu kan begitu mengetahui aku sedang mandi, kamu malah datang kesini” ujar Jodha sambil bergeser ke pojok pemandian “Hari ini adalah hari yang special, maka aku merasa kenapa tidak aku membuat acara mandimu ini menjadi acara mandi yang special, tidak ada seorangpun yang mendapatkan kesempatan ini, Ratu Jodha ,,, Yang Muliamu ini membantu memandikanmu jadi jangan merasa malu padaku, Ratu Jodha” Jodha merasa malu diperlakukan seperti itu oleh Jalal “Tidak ada seorangpun yang bisa mendapatkan hak ini bahkan Malika Hind sekalipun tidak bisa mendapatkannya, yang bisa mendapatkannya hanya satu orang saja yaitu belahan jiwaku seseorang yang sangat aku cintai, seseorang yang menjadi kehidupanku dan seseorang itu adalah Ratu Jodha” ujar Jalal sambil mulai memandikan Jodha dengan membalurkan air susu ditubuh Jodha dan menggosok gosok lengan Jodha dengan lembut “Aku juga tahu bagaimana caranya memandikan kamu, lihat ,,, Ratu Jodha aku memandikan kamu dengan tanganku sendiri, seluruh dunia akan melihat pada hari ini bahwa kamu sangat penting dalam hidupku” Jodha merasa senang ketika Jalal membasuh tubuhnya seraya berkata “Yang Mulia, Ratu Rukayah juga telah berada dalam hatimu, jika hari ini aku tidak berada disini maka Ratu Rukayahlah yang akan mendapatkan perlakuanmu ini” Jalal terdiam begitu mendengar ucapan Jodha tentang Rukayah “Apa yang terjadi, Yang Mulia ? Kenapa kamu terdiam ?”, “Aku tidak ingin membicarakan tentang hal ini, Ratu Jodha” ujar Jalal sambil terus memandikan Jodha

Di kamar Rukayah, Jodha menemui Rukayah sambil membawa pakaian untuknya untuk menghadiri pesta tapi Rukayah tidak mau menerimanya dan berkata “Ratu Jodha, berikan saja pakaian itu untuk Ratu yang lain, aku tidak akan menghadiri pesta itu” tepat pada saat itu Ratu Salima juga menemui Rukayah di kamarnya “Kamu harus menghadiri pesta itu, Ratu Rukayah” pinta Salima “Sekarang tidak ada artinya apa apa bagiku ketika Jalal tidak mau menemui aku, apa yang bisa aku lakukan disana ?” tanya Rukayah sedih “Ratu Jodha, katakan padaku untuk siapa aku datang ? Aku mohon maafkan aku untuk hal ini, Ratu Jodha ,,, aku tidak bisa datang kesana” Jodha sedih mendengarnya

Di kamar Murad, Salima membantu Murad mengenakan jubahnya “Ibu, biar aku saja yang mengenakannya” namun Salima menolak dan tetap memakaikannya pada Murad “Dengan cara ini ibu bisa menemui kamu, ibu tidak tahu bagaimana nanti setelah ini ketika ibu ingin menemui kamu” ujar Salima sedih, kemudian Murad menyuruh Salima untuk duduk ditepi ranjangnya dan berkata “Ibu, ibu selalu menjadi ibu yang baik buatku tapi aku tidak pernah menjadi anak yang baik untuk ibu, ibu selalu setia dan membantu kesultanan Mughal dan apa yang aku lakukan ? Aku mohon, tolong maafkan aku, ibu” ujar Murad sambil bersimpuh di lutut Salima “Jangan katakan hal seperti itu, Murad ,,, ibu sangat mencintai kamu, ibu tidak tahu bagaimana nanti bila kamu tidak ada disamping, ibu ,,, ibu telah membuatkan kamu kheer, ibu tahu kamu sangat menyukai kheer (manisan seperti bubur)” kemudian Salima menyuapkan kheer ke mulut Murad sambil menangis haru, Murad juga menyuapkan kheer itu ke ibunya juga sambil menangis, tak lama kemudian Rahim datang menemui ibu dan adiknya “Melihat hal ini, aku berharap Yang Mulia juga mengirimkan aku dari sini karena dengan begitu aku bisa mendapatkan kasih sayang ibu” mereka semua tersenyum haru “Kakak, kamu tidak akan bisa mendapatkan cinta yang begitu besar seperti ini karena aku adalah anak kesayangan ibu” Rahim tersenyum dan berkata “Murad, kamu juga adik kesayanganku” Rahim kemudian memberikan sebuah hadiah berupa pedang kesayangannya pada Murad “Ini adalah pedang kesayanganku, Murad ,,, dan aku ingin memberikannya padamu tapi pedang ini tidak lebih spesial daripada kamu” ujar Rahim kemudian mereka berdua berpelukan

Sementara itu Birbal menemui Jodha di Anguri Baag (teras tengah di halaman istana), Jodha menceritakan pada Birbal tentang kondisi Rukayah “Tanpa Ratu Rukayah, aku yakin Yang Mulia tidak akan bahagia jadi aku minta tolong, berikan aku solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini” Birbal bisa mengerti situasinya, kemudian Birbal memberikan sebuah solusi ke Jodha.

Jodha menemuinya Jalal dikamarnya dan mengutarakan maksud kedatangannya “Ratu Jodha, coba kamu pikir, apapun yang telah Ratu Rukayah lakukan, aku telah memberikan hukuman yang tepat yang sesuai dengan kejahatannya, kenapa kamu tidak mempercayai keputusanku, kamu menganggap dia itu bukan seorang penjahat begitu ?” ujar Jalal kesal “Bukan begitu, Yang Mulia ,,, aku tahu kalau dia telah melakukan kejahatan yang besar, aku juga marah padanya tapi aku ingin mengatakan berilah dia satu kesempatan lagi”, “Ratu Jodha ! Aku tidak ingin memberikan dia kesempatan lagi ! Karena aku telah seringkali memberikannya banyak kesempatan !” Jodha sedih mendengar ucapan suaminya yang tidak bisa menerima masukannya “Yang Mulia, dia akan meninggalkan Agra sebelum pesta dimulai”, “Kenapa kamu jadi seperti ini, Ratu Jodha ?” Jalal semakin kesal dengan ucapan Jodha “Kenapa kamu selalu mendukung Ratu Rukayah ? Dia telah melakukan banyak hal untuk menjatuhkanmu didepan semua orang, lalu setelah itu semua kamu selalu memaafkannya”, “Itu karena kau tahu kalau dia itu sangat mencintai kamu jadi aku mohon untuk kali ini saja, maafkanlah dia” Jalal heran dengan sikap Jodha “Tidak ! Apapun yang terjadi aku tidak akan memaafkannya”, “Kamu tidak mempunyai hak untuk memberikannya hukuman !” Jalal bingung sambil mengernyitkan dahinya “Aku tidak punya hak ?”, “Ya ! Kamu tidak mempunyai hak ! Karena bisnis ini ada dalam tanggung jawabku jadi akulah yang berhak memberikannya hukuman” ujar Jodha tegas “Kamu ingin memberikan hukuman padanya, kalau begitu berikanlah tapi jangan menguranginya dan jangan ampuni dia ! Jika aku merasa kamu tidak memberikan hukuman yang tepat padanya maka aku akan tetap melanjutkan hukumanku padanya !”, “Aku akan memberikan hukuman yang tepat padanya dan kamu akan bisa melihat kalau aku telah memberikan hukuman yang terbaik untuknya” ujar Jodha

Di kamar Rukayah, Rukayah masih terlihat bersedih, Hoshiyar menemuinya dan berkata “Ratu Rukayah, kamu tidak akan pergi”, “Hoshiyar, sekarang kamu mempunyai keberanian mengatakan hal ini padaku” ujar Rukayah lembut “Ini merupakan keputusan Yang Mulia Raja, Ratu Rukayah” Rukayah langsung menyeringai senang “Jadi Yang Mulia ingin mencegah aku, dia tidak ingin aku pergi kan, Hoshiyar ?”, “Aku tidak tahu tentang hal itu, Ratu Rukayah ,,, tapi yang aku dengar kalau sekarang Ratu Jodha akan memberikan hukuman padamu di sidang Dewan - E - Khaas nanti” Rukayah tertegun

Di dalam ruang sidang Dewan - E - Khaas, semua orang telah berkumpul, Jalal mengumumkan sebelum melangsungkan pesta perayaan, dirinya akan membuat keputusan tentang Rukayah, semua orang tertegun termasuk Rukayah “Bagaimanapun juga dia adalah penjahatnya Ratu Jodha, oleh karena itu Ratu Jodhalah akan memberikan hukuman padanya !” tak lama kemudian Jodha dan Rukayah tampil ke depan dan semua orang berdiri “Malika Hind, Ratu Rukayah adalah penjahatmu, kamu ingin memberikannya hukuman maka aku memberikan hak itu padamu untuk menghukumnya tapi jangan lupa hukum itu buta ! Jika kamu tidak memberikan hukuman yang tepat padanya maka aku akan tetap melanjutkan hukumanku” ujar Jalal lantang “Ratu Rukayah telah melakukan kejahatan yang sangat besar itulah mengapa aku ingin menghukumnya, aku juga akan melanjutkan hukuman ini, aku tidak ingin menentang Yang Mulia” semua orang merasa was was terutama Hamida dan Salima “Aku ingin memberikan hukuman yang lebih untuk Ratu Rukayah !” Rukayah terkejut mendengar ucapan Jodha “Aku ingin kamu membuktikan pada dirimu sendiri kalau kamu setia pada Kesultanan Mughal ! Aku tahu kalau kamu ingin mengambil posisi Malika Hind maka sekarang ini kamu harus melakukan bisnis rempah rempah ini di Kabul ! Kamu bisa melakukan pekerjaan seperti disini di Kabul dan buktikan pada dirimu sendiri dan setelah itu kamu bisa kembali ke Agra !” Rukayah merasa lega dengan keputusan Jodha, Rukayah menyetujuinya, semua orang juga merasa senang termasuk Hamida dan Salima “Ibu, aku tahu Ratu Jodha selalu melakukan sesuatu, lihat dia telah membuka kesempatan untuk Ratu Rukayah kembali ke Agra” Hamida setuju dengan pendapat Salima, Jalal sendiri juga merasa senang dengan keputusan Jodha dan mengumumkan “Kalian semua di undang di pesta perayaan” Jodha merasa lega bisa memberikan hukuman ini ke Rukayah sambil melirik ke arah Birbal yang telah memberikan solusi yang tepat untuk permasalahan ini... Sinopsis Jodha Akbar episode 566 - Episode Terakhir

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top