Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 561 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 561 by Sally Diandra. Masih di ruang sidang, Todar Mal dan Salima mengabarkan pada Jodha bahwa surat pesanan rempah rempah dari Turki yang mereka terima adalah minggu depan akan tetapi menurut jasa pengirimnya tertanggal hari ini “Bagaimana mungkin kita akan mengirimkan secepat itu ?” ujar Jodha cemas, semua yang hadir disana juga bingung “Todar Mal, kirimkan surat lagi ke Turki bahwa cuaca saat ini sedang tidak baik jadi kita tidak bisa mengirimkan rempah rempah yang mereka pesan, saat ini nyawa Yang Mulia lebih penting dari apapun, kita harus segera menemukannya !” semua orang menyetujui pendapat Jodha “Mengapa semua permasalahan bermunculan saat ini ?” bathin Jodha cemas “Ratu Salima, sepertinya ada seseorang yang sedang menciptkan permasalahan disini” Salima tertegun “Todar Mal, aku sendiri yang akan mengirimkan surat ke Turki dan meminta waktu pada mereka” ujar Jodha geram

Sementara itu di koridor istana pelayan Rukayah sedang berlari lari dan menabrak pelayan yang lain, mereka berdua saling bertengkar, tepat pada saat itu Moti datang kesana dan bertanya “Heiii, kenapa kalian berdua bertengkar ?”, “Aku harus menyiapkan hookah untuk Ratu Rukayah tepat waktu tapi sekarang aku akan di marahi oleh dia gara gara orang ini !” ujar pelayan Rukayah, saat itu Moti teringat kalau wajah pelayan Rukayah ini sama persis dengan wajah pelayan yang berada di dekat gudang sebelum insiden kebanjiran di gudang rempah rempah “Ini berarti dia telah merubah penampilannya waktu itu dan pergi ke gudang rempah rempah, aku harus memberi tahu Jodha !” ujar Moti

Sesampainya di ruangan saat itu Jodha sedang bersama dengan Salima, Rahim dan Todar Mal, Moti segera memberitahukan apa yang baru dilihatnya tadi “Jodha, kemarin sebelum insiden kebanjiran gudang rempah rempah, aku melihat pelayan Ratu Rukayah berada di dekat gudang rempah rempah, saat itu dia merubah penampilannya seperti seorang petani bukan sebagai pelayan dan hari ini aku baru tahu kalau dia itu sebenarnya adalah pelayannya Ratu Rukayah” Jodha kaget “Kenapa Ratu Rukayah melakukan hal semacam itu ?” Jodha teringat ucapan Hamida “Jodha, kadang kadang ternyata ada dari orang orangmu sendiri yang mengkhianati kamu” Jodha menatap mereka semua dan berkata “Tapi kita tidak bisa menyalahkan Ratu Rukayah begitu saja, kita harus mempunyai bukti yang bisa memberatkannya, aku punya sebuah ide” Jodha kemudian membisikkan idenya pada mereka semua

JA logo 100Moti segera menuju ke dapur dan mengatakan pada salah seorang pelayan yang berada disana “Aku mau ambil makanan untuk Malika Hind”, “Silahkan” ujar sang pelayan “Oh iya, kamu tahu kalau Ratu Jodha telah mengetahui siapa yang menghancurkan rempah rempah pada saat itu ketika hari sedang turun hujan ! Mereka adalah dua orang pelayan !” ujar Moti lantang, pelayan Rukayah yang kebetulan sedang berada disana terkejut dan ketakutan mendengarnya “Ratu Jodha akan memberikan hukuman keras pada mereka !” semua pelayan terkejut

Di kamar Jodha, Jodha sedang melakukan pemujaan untuk Dewa Khrisna, Jodha sedang menyanyikan pujian Bhajan untuk Dewa Khrisna dan melakukan aarti, tak lama kemudian Moti menemuinya dan berkata “Tugasmu telah selesai, Jodha ! Aku telah mengabarkan pada semua pelayan dan aku juga telah meminta pelayanmu untuk mengawasi pelayan pelayan Ratu Rukayah itu” Jodha senang mendengarnya “Bagus ! Aku hanya berharap semoga saja Ratu Rukayah tidak terlibat dengan ini semua” tepat pada saat itu pelayan Jodha memasuki kamarnya dan mengabarkan “Ratu Jodha, kedua pelayan Ratu Rukayah itu saat ini sedang menuju ke kamar Ratu Rukayah”, “Baiklah, terima kasih ! Kamu boleh pergi” pelayan itupun pergi, Jodha menatap Moti dan berkata “Moti, saatnya telah tiba ! Kamu panggil ibu suri Hamida, Ratu Salima dan pangeran Rahim” Moti mengangguk menuruti perintah Jodha dan segera berlalu dari sana

Di kamar Rukayah, pelayan Rukayah menemuinya dengan wajah ketakutan “Apa yang terjadi ?” Rukayah merasa penasaran “Ratu Rukayah, pada hari ketika kami membuka jendela gudang rempah rempah ternyata Ratu Jodha berhasil mengetahuinya, kami takut, kami yakin tidak akan ada seorangpun yang menanyakan padamu tapi Ratu Jodha pasti tidak akan membiarkan kami” ujar pelayan Rukayah dengan wajah ketakutan dan bingung “Kalian adalah pelayan pelayan setiaku, tidak ada satupun yang bisa menyakiti kalian, pergilah dan satu hal lagi jangan katakan pada siapapun kalau aku yang memintamu untuk menghancurkan rempah rempah itu dan aku yang telah memberikan kunci duplikat pada kalian dan hanya aku yang melakukannya yang membakar gudang rempah rempah itu, rahasia ini akan tetap menjadi sebuah rahasia !” ujar Rukayah senang, tepat pada saat itu Jodha memasuki kamar Rukayah dan berkata “Semua orang sudah tahu sekarang, Ratu Rukayah” Rukayah dan para pelayannya terperangah apalagi dilihatnya Jodha tidak sendirian disana ada Hamida, Salima dan Rahim, Jodha segera menghampiri Rukayah diikuti oleh Hamida, Rahim dan Salima “Aku tidak pernah mengira kalau kamu akan menikam aku dari belakang, kamu telah menyakiti aku, kamu telah mempermainkan para petani yang tidak bersalah, Ratu Rukayah” Rukayah hanya bisa terdiam “Aku malu atas semua perbuatanmu ini, Rukayah” ujar Hamida sedih

“Aku berdoa semoga saja kamu tidak terlibat dalam semua kejadian ini tapi ternyata aku salah, beberapa waktu yang lalu kamu selalu berusaha untuk menjebakku, kamu telah menyakiti hatiku beberapa kali tapi setiap kesalahan yang kamu perbuat selalu aku maafkan karena aku telah menganggapmu sebagai kakak tertuaku tapi hari ini aku tidak akan memaafkan kamu, Ratu Rukayah ! karena kesalahanmu ini menyangkut kesultanan Mughal dan para petani, hari ini gara gara kamu kesultanan Mughal telah dihina oleh negara negara asing dan aku akan memberikan hukuman padamu hari ini, aku tidak akan berhenti sampai disini saja !” bentak Jodha sambil menampar Rukayah cukup keras, Rukayah terkejut “Beraninya kamu menampar aku Ratu Jodha !” bentak Rukayah namun Hamida segera menghardik Rukayah keras “Rukayah ! Kamu tidak akan bisa dimaafkan !” ujar Hamida tegas “Ratu Rukayah telah melakukan tindakan kejahatan melawan kesultanan Mughal jadi Yang Mulia Raja lah yang akan menghukumnya nanti tapi aku akan menahannya terlebih dahulu sebagai tahanan rumah dikamarnya sendiri, tanpa ada ijin dariku, Ratu Rukayah tidak boleh keluar dari kamarnya atau tidak ada seorangpun yang boleh menemuinya” ujar Jodha tegas kemudian Jodha menyuruh Rahim untuk melakukan penjagaan di kamar Rukayah sebagai tahanan rumah, Rukayah menahan amarah dan kebenciannya, Jodha juga menatapnya dengan penuh rasa kesal dan marah yang ditahannya kemudian Jodha berlalu dari sana

Di kamar Murad, Murad sedang menikmati minuman anggur sambil teringat ketika orang kepercayaannya mengatakan padanya bahwa mereka akan segera mendapatkan tahta kerajaan “Jika kamu tidak mengambil kesempatan ini maka mereka akan mengambil orang lain untuk menggantikan posisi kamu” tak lama kemudian salah seorang prajurit menemui Murad memberikan sebuah surat pada Murad yang dikirimkan oleh Nisar “Pangeran, saatnya telah tiba, kami telah mempersiapkan untuk perebutan tahta kerajaan, kamu harus siap siap, Jalal sudah menjadi tahanan kami” begitu isi surat Nisar “Apa yang harus aku lakukan ? Bagaimana caranya merebut tahta kerajaan ?” bathin Murad dalam hati, tepat pada saat itu Salima menghampirinya, Murad segera menyembunyikan surat tersebut dengan meremas remasnya dan dimasukkannya ke dalam gelas “Ibu, kamu disini rupanya ?” Murad memberikan salam pada Salima “Lihat, ibu membawakan hadiah buat kamu, ini adalah gambar gadis yang akan menikah dengan kamu nanti” Salima menunjukkan gambar seorang gadis pada Murad dan berkata “Ketika Yang Mulia kembali nanti, kami akan segera menikahkan kalian berdua, ibu sangat bahagia sekali, Murad” Murad nampak kurang suka dengan perlakuan ibunya “Cukup, ibu !” Murad segera melempar gambar tersebut dan berkata lagi “Cukup, ibu ! Aku tidak ingin menikah !” Salima terperangah “Ini bukan kamu, Murad ,,, ini pasti karena kamu sedang mabuk” Salima mencoba merebut gelas dari tangan Murad tapi gelas yang berisi surat yang di terletak di dalam gelas lepas dari tangan Murad dan surat itupun jatuh kebawah bersama dengan gelas, Murad hendak mengambilnya namun Salima segera mengambilnya dengan tatapan penuh curiga, Murad panik ketika melihat ibunya membaca surat Nisar tadi, Salima sangat terkejut begitu membacanya “Jadi kamu mengadakan konspirasi untuk melawan Yang Mulia Raja ?” Salima marah dan langsung menampar pipi Murad dengan keras “Kamu mengadakan konspirasi untuk melawan ayahmu sendiri, tidakkah kamu malu ?” Salima kembali menampar pipi anaknya itu berulang kali dan berkata “Ibu malu atas perlakuanmu, orang yang ibu asuh selama ini, kamu tidak pernah berfikir tentang aku ibumu dan rasa kasih sayangku padamu ? Berani beraninya kamu melakukan ini semua, katakan apa yang ingin kamu katakan pada Ratu Jodha ! Ibu tidak akan mendengarkan kamu !” Salima segera mendorong Murad menjauh, Murad pun meninggalkan Salima, Salima terduduk lemas di tepi ranjang dan menangis pilu memikirkan kelakuan anaknya.

Di kamar Jodha, saat itu Jodha sedang merangkai bunga untuk membuat kalung untuk Dewa Khrisna, Murad segera menemui Jodha disana “Murad, katakan pada ibu, apa yang ingin kamu katakan ? Aku ini ibumu juga” ujar Jodha “Tidak ! Kamu itu adalah seorang Ratu !” Jodha tertegun “Kamu itu mabuk ya ?”, “Ya ! Aku memang mabuk ! Dan aku merasa damai dengan mabuk !” Jodha menggelengkan kepalanya “Itu tidak baik untuk kesehatanmu, Murad”, “Apa hal yang paling baik dalam hidupku ? Pertama aku telah diberi kedudukan sebagai putra mahkota tapi kemudian kedudukan itu direnggut kembali dari aku, sekarang ketika kak Salim dan Yang Mulia tidak ada disini, kamu yang mengambil tanggung jawab semuanya mengurusi istana ini !” Jodha tertegun “Hanya itu saja ? Jadi kamu marah hanya untuk hal hal yang sekecil itu ? Aku kira kamu ini masih muda jadi kamu bisa menikmati masa mudamu dengan bersenang senang sebelum kamu mengambil alih masalah politik kerajaan, jika kamu mau maka besok di sidang aku akan memberikan kamu sebuah tugas !” Murad terkejut mendengar ucapan Jodha dan berkata “Kamu akan melakukannya untukku, ibu ?” Jodha mengangguk mantap “Ya ! Kamu adalah anakku dan seorang ibu akan meninggalkan semuanya untuk anak anaknya” Murad terpana pada rasa sayang yang ditunjukkan Jodha, Murad kemudian berlutut dibawah kaki Jodha yang saat itu masih terduduk di kursi dan bertanya “Mengapa kamu sangat baik sekali, ibu ?”, “Karena anakku Murad adalah anak yang baik” Murad menggelengkan kepalanya “Tidak ! Tidak ibu, anak ibu ini tidaklah baik, aku ini adalah pendosa !” Jodha terkejut “Mengapa kamu berkata seperti itu, Murad ?”, “Kamu sangat memperhatikan aku dan aku kira tidak ada seorangpun yang memikirkan aku, aku telah melakukan sebuah dosa besar, maafkanlah aku, ibu” Jodha semakin tidak mengerti “Dosa apa, Murad ?”, “Aku telah dijebak oleh orang orang Inggris itu, ibu ,,, dan aku telah melakukan sebuah konspirasi untuk menggulingkan Yang Mulia dari tahtanya” Murad kemudian menceritakan semuanya pada Jodha yang berhubungan dengan perginya Jalal dan yang terjadi pada mereka kemudian Murad merebut tahta kerajaan, Murad menangis menyesali perbuatannya dan berkata “Aku tidak ingin melakukan hal itu, ibu”, “Kamu tidak tahu kalau kamu telah melibatkan Yang Mulia dalam sebuah masalah yang besar” bathin Jodha geram.. Sinopsis Jodha Akbar episode 562 by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Back To Top