Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 555 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 555 by Sally Diandra. Rombongan Jalal sudah memasuki tengah hutan, Jalal menghentikan perjalanan mereka dan meminta minum “Masih berapa lama lagi kita sampai di tempat tujuan ?” tanya Jalal setelah menikmati air minumnya, sang penterjemah memberikan penjelasan ke Jalal “Sebentar lagi kita akan sampai, Yang Mulia”, “Kalau begitu kita seharusnya beristirahat dulu di sini” ujar Jalal, Maan Singh segera menyuruh para prajuritnya untuk mendirikan tenda di tempat tersebut, orang orang Inggris itu merasa senang karena rencana mereka sejauh ini berlangsung dengan baik.

Di istana di Agra, Jodha sedang bekerja dan mengecek laporan laporam kwalitas dari rempah rempah yang dikirimkan ke istana “Jodha, aku ambilkan makanan buat kamu ya ?” Moti menyela pekerjaan Jodha karena diperhatikannya Jodha belum makan sedari tadi “Moti, aku banyak pekerjaan, aku tidak punya waktu untuk makan” tepat pada saat itu Salima menghampiri Jodha “Ratu Salima, bagaimana dengan rempah rempahnya apa sudah beres semua ?”, “Semuanya sudah beres, Ratu Jodha ,,, kami tinggal membutuhkan stempelmu untuk kesepakatan kita dengan orang Inggris itu” ujar Salima sambil memberikan berkas tersebut ke Jodha dan Jodha segera membubuhkan stempelnya

JA logo 100Di kamar Rukayah, Rukayah sedang terbaring di ranjangnya ditemani oleh Hoshiyar, saat itu bagian keuangan istana juga ada disana “Berapa banyak yang aku butuhkan untuk merenovasi kamarku ini ?”, “Itu akan mengeluarkan banyak uang, Ratu Rukayah ,,, kurang lebih sekitar 75 ribu koin emas, lebih baik anda mengajukan sendiri permohonan ke tuan Todar Mal, maka dia bisa memberikan pada anda koin tersebut” ujar bagian keuangan dengan nada takut, Rukayah langsung bangun dengan menahan amarahnya “Hoshiyar ! Ambil kertas dan pena itu !” Hoshiyar bergegas mengambil kertas dan pena yang terletak di atas meja dan memberikannya pada Rukayah, Rukayah langsung menulis permintaannya untuk merenovasi kamarnya dan berkata “Berikan ini pada Todar Mal ! Cepaat !” bagian keuangan langsung pergi dari hadapan Rukayah, Rukayah semakin marah dengan situasi yang dialaminya, Rukayah semakin marah dengan dirinya sendiri seraya berkata “Sekarang aku harus memohon ke Todar Mal ! Aku sangat berharap aku mempunyai sebuah bisnis yang aku kuasai sendiri seperti yang dilakukan Jodha ! Ketika Jalal sudah menyelesaikan kesepakatan ini dengan orang Inggris maka aku akan mengambilnya dari Jalal dan aku akan mempunyai uang sendiri !” ujar Rukayah sinis

Malam harinya, Jodha merasa kangen sama Jalal, walaupun baru beberapa hari Jalal pergi tapi rasa rindu itu tidak tertahankan, Jodha teringat ucapan Jalal “Jika kamu merindukan aku maka lihatlah bulan, Ratu Jodha” saat itu Jodha sedang memandang bulan dari jendela kamarnya dan berkata “Aku merindukanmu, Yang Mulia” pada saat yang sama di dalam tenda Jalal, di dalam hutan, Jalal juga sedang memandang bulan dan berkata “Aku juga merindukanmu, Ratu Jodha” Jalal segera memerintahkan anak buahnya untuk mengirimkan sebuah surat untuk di kirimkan ke Agra, tak lama kemudian Maan Singh menemuinya dan berkata “Kita akan melihat senjata senjata itu besok, Yang Mulia” Jalal tersenyum senang “Itu akan membantu para prajurit kita, aku ingin segera menyelesaikan pekerjaan ini, Maan Singh” ujar Jalal

Rahim dan Todar Mal menemui Jodha “Ada apa ini ? Apa yang terjadi ?”, “Ratu Jodha, beberapa perampokan semakin meningkat, mereka biasanya melakukannya pada saat dalam perjalanan pengiriman barang” Jodha cemas “Kenapa ini semua terjadi ketika bisnis kita semakin berkembang, kalau begitu perketat penjagaan pengiriman !” perintah Jodha, saat itu Todar Mal dan Rahim saling berpandang pandangan seperti ragu ragu untuk mengutarakan sesuatu, Jodha merasa heran “Ada apa lagi ?” tanya Jodha heran “Ratu Jodha, kemarin saya menerima permohonan permintaan uang dari Ratu Rukayah untuk merenovasi kamarnya”, “Kalau begitu berikan saja, dia kan istri kerajaan” Todar Mal merasa sungkan untuk mengucapkannya ke Jodha “Tapi jumlahnya sangat besar, Ratu Jodha ,,, yaitu sebanyak 75 ribu koin emas dan aku tidak bisa memberikannya begitu saja tanpa persetujuan dari Yang Mulia Raja, apa yang harus aku lakukan ?” Jodha tertegun mendengar ucapan Todar Mal “Apa yang harus aku lakukan ? Jika aku mengatakan iya maka aku yakin Yang Mulia akan kesal padaku dan jika aku mengatakan tidak maka Ratu Rukayah akan kesal padaku juga” bathin Jodha dalam hati dengan perasaan gelisah “Ratu Jodha, ada baiknya kalau kita tunggu saja ketika Yang Mulia kembali” Jodha mengangguk “Kalau begitu aku akan bicara dengan Ratu Rukayah tentang hal ini dan nanti baru kita ambil keputusannya”, “Baiklah” Todar Mal dan Rahim pun setuju kemudian meninggalkan Jodha

Jalal sudah bersiap hendak melanjutkan perjalanannya, tepat pada saat itu orang orang Inggris itu datang bersama penterjemah mereka juga Birbal, Abu Fazal dan Maan Singh “Apakah contoh persenjataannya sudah siap ?” tanya Jalal “Kami membutuhkan beberapa hari untuk menyiapkannya, Yang Mulia” ujar sang penterjemah yang mentranslate bahasa orang Inggris itu “Jika contoh senjatanya belum siap maka mengapa mereka membawa kita ke sini ?” Jalal mulai merasa geram “Sebenarnya begini, Yang Mulia ,,, contoh senjatanya sudah siap tapi ketika dalam perjalanan tiba tiba rusak, jadi mereka harus membuatnya kembali, mereka meminta maaf untuk hal ini” ujar sang penterjemah, Jalal akhirnya bisa memaklumi keadaan yang terjadi dan orang orang Inggris itu berlalu meninggalkan tenda Jalal

Di ruang utama Hareem, bagian keuangan menemui Rukayah “Maafkan saya, Ratu Rukayah, karena uangnya tidak bisa cair sekarang" Rukayah langsung berdiri dan marah ke bagian keuangan sambil membentaknya “Mengapa uangku tidak bisa di berikan ?” tepat pada saat itu Jodha menemuinya dan berkata “Aku yang menghentikannya, Ratu Rukayah” Rukayah semakin marah ketika mendengar ucapan Jodha “Kamu ?” Jodha menghampiri mereka “Mirisham, tinggalkan kami berdua ?” bagian keuangan yang bernama Mirisham segera meninggalkan Rukayah dan Jodha “Kenapa, Ratu Jodha ,,, kenapa kamu melakukan hal ini ? Kenapa kamu hanya memikirkan dirimu sendiri ? Aku ini juga istrinya Jalal ! Hal itu tidak pernah terjadi ! Kenapa permintaanku di tolak ? Berani benar kamu melakukan itu !” ujar Rukayah lantang “Ini tentang keuangan, Ratu Rukayah ,,, kami membutuhkan persetujuan Yang Mulia untuk memberikan uang sebanyak itu” jelas Jodha tegas “Jalal tidak pernah berkata tidak padaku !”, “Mungkin kamu benar, Ratu Rukayah ,,, tapi aku tetap tidak bisa memberikan uang itu tanpa persetujuannya, kamu bisa menunggu sampai dia kembali” Rukayah semakin tidak suka dengan ucapan Jodha “Kamu ini sepertinya mulai berfikir bahwa kamulah pemilik seluruh keuangan di istana ini hanya karena kamu telah menjalankan sebuah bisnis ! Kamu tahu kan siapa aku ?” ujar Rukayah dengan nada marah, tepat pada saat itu Hamida menemui mereka berdua dan berkata “Dia adalah Malika Hind ! Ratu India ! Keputusan Jodha tepat ! Dia tidak bisa memberikan uang sebanyak itu, Rukayah !” ujar Hamida yang tiba tiba muncul dihadapan mereka dengan nada tegas, Rukayah hanya bisa tertunduk ketika ibu mertuanya ikut angkat bicara “Ini adalah penghinaan untukku, ibu”, “Apakah seperti itu caramu bersikap pada Ratu India ? Aku pikir kamu seharusnya meminta maaf pada Jodha, Rukayah ,,, ini adalah perintah Mariam Makani, ayooo mintalah maaf pada Jodha !” Rukayah yang tadinya hendak menolak permintaan ibu mertuanya akhirnya hanya bisa pasrah dan meminta maaf pada Jodha “Maafkan aku Ratu Jodha”, “Itu tidak perlu, Ratu Rukayah ,,, kamu bisa menunggu sampai Yang Mulia kembali, dia pasti akan memberikan kamu uang” Rukayah hanya tersenyum masam dan berkata dalam hati “Kamu akan membayarnya mahal, Jodha untuk hal ini !” bathin Rukayah sinis

Jodha kembali ke kamarnya sendiri, Moti menantinya disana “Aku ambilkan makanan untukmu ya, Jodha ?” Jodha menggelengkan kepalanya “Tidak, Moti ,,, aku capek, aku hanya ingin tidur” ujar Jodha dengan nada lemas “Aku mempunyai sesuatu yang bisa menyingkirkan rasa lelahmu” ujar Moti dengan matanya yang berbinar binar terang dan senyumnya yang mengembang, kemudian Moti memberikan sebuah surat yang dikirimkan oleh Jalal, Jodha segera tersenyum senang begitu menerima surat itu “Sekarang kamu tidak akan memerlukan aku” ujar Moti sambil berlalu dari hadapan Jodha, Jodha segera berdiri dan membuka surat Jalal “Salam Ratu Jodha ,,, setelah pergi dari sisimu, aku menyadari berapa malam akan aku lalui, ketika aku duduk disebelahmu sambil melihat bintang bintang di langit, mereka adalah alasan untuk hidup dan sekarang mereka adalah alasan untuk menangis, ketika kamu berada disekitarku maka padang gurun akan terasa indah, esensi dirimu ada di dalam diriku, tanpamu maka aku merasa kesepian meskipun di tengah keramaian, aku bisa membayangkan senyumanmu dan senyumanmu yang malu malu ketika menatapku” Jodha tersipu malu dan membayangkan Jalal berada di sampingnya ketika dia membaca surat Jalal, kehadiran Jalal bisa dirasakan oleh Jodha sangat dekat sekali ketika Jalal memegang tangannya sambil mengitari tubuhnya dan tersenyum padanya penuh cinta, ketika selesai membaca Jodha baru menyadari kalau Jalal telah menghilang, dia tidak ada dikamarnya, Jodha merasa konyol, tepat pada saat itu Salima menemuinya dan melihatnya sedang senyum senyum sendiri “Surat dari siapa itu, Ratu Jodha ?” Jodha kaget dan segera menggulung surat Jalal dengan tingkahnya yang canggung “Ini dari Yang Mulia, Ratu Salima” Salima tersenyum “Seberapa besar dia ingin menemui kamu, Ratu Jodha ?” Jodha jadi salah tingkah “Bukan seperti itu, Ratu Salima ,,, dia menulis tentang situasi disana yang baik”, “Apakah dia menulis semuanya tentang kamu ? Atau dia bertanya tentang kami juga ?” kembali Jodha tersipu malu mendengar ucapan Salima “Saat ini kamu pasti akan tidur nyenyak, Ratu Jodha” ujar Salima dengan nada menggoda kemudian berlalu meninggalkan Jodha

Sementara itu di kamar Rukayah, Rukayah semakin marah dan benci sama Jodha “Hoshiyar ! Apakah Yang Mulia mengirimkan surat untukku ?”, “Tidak Ratu Rukayah, surat yang dikirimkannya hanya untuk Ratu Jodha” Rukayaah semakin marah dan Rukayah berkata pada dirinya sendiri “Tahta untuk Jodha ! Penghargaan untuk Jodha ! Bisnis untuk Jodha ! Uang untuk Jodha ! Dan cinta Jalal juga hanya untuk Jodha ! Lalu apa yang aku miliki ? Hanya sebuah penghinaan !” ujar Rukayah marah “Hoshiyar ambilkan aku opium yang lebih banyak ! Cepaaat !!” bentak Rukayah

Di kamar Murad, Murad saat itu mendapat kabar dari salah satu informannya “Pangeran, kami telah menghentikan Yang Mulia untuk pulang ke Agra, kamu bisa menemui teman temanmu, mengumpulkan semua kekuatan yang ada pada dirimu sendiri dan mengambil alih tahta kerajaan !” Murad tersenyum senang “Ya aku telah mendapatkan pesannya” ujar Murad kemudian sang informan berlalu meninggalkan Murad

Beberapa hari kemudian ,,,,,

Di dalam hutan, di tenda Jalal “Lalu apa yang akan kita lakukan disini ? Kita hanya buang buang waktu saja disini, ini sudah beberapa hari lamanya, aku juga mempunyai pekerjaan, katakan saja pada mereka bahwa kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi” ujar Jalal yang mulai gelisah, Birbal segera pamit untuk mengabarkan pesan Jalal ke orang orang Inggris itu, tak lama kemudian Abu Fazal mengabarkan sebuah berita ke Jalal “Yang Mulia, beberapa prajurit kita meninggal, aku kira mungkin karena mereka makan makanan yang beracun” Jalal tertegun “Aku ingin jenazah mereka di kirimkan ke Agra dan berikan penghormatan pada upacara pemakaman mereka” ujar Jalal gelisah..Sinopsis Jodha Akbar episode 556 by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top