Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 551 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 551 by Sally Diandra. Jodha dan Jalal sedang berjalan jalan di halaman istana berdua, mereka berdua sangat bahagia dengan pernikahan Salim dan Maan Bai “Yang Mulia, semua orang bahagia dengan pernikahan mereka, aku harap Salim juga akan bahagia” ujar Jodha “Maan Bai adalah gadis yang baik, Ratu Jodha ,,, dia pasti akan mengajarkan perasaan cinta ke Salim, seperti kamu yang mengajarkan perasaan cinta padaku”, “Kita seharusnya melakukan sesuatu untuk mensupport mereka dalam memulai kehidupan yang baru yang lebih baik, mereka seharusnya menghabiskan waktu bersama sama tapi tidak disini, jika mereka tetap di istana ini maka Salim hanya akan menjadi putra mahkota dan Maan Bai hanya akan menjadi menantu saja, mereka tidak akan mempunyai waktu untuk saling memahami satu sama lain, mereka seharusnya pergi yang jauh dan sendirian jadi mereka bisa menghabiskan waktu mereka berdua satu sama lain” Jalal tersenyum senang “Itu ide yang bagus, Ratu Jodha ,,, aku akan memikirkan kemana mengirimkan mereka berdua”

Di ruang sidang Dewan - E - Khaas, Jalal meminta laporan dari Birbal “Yang Mulia, putri Khasmir akan segera menikah, mereka telah mengirimkan undangan, kita mempunyai hubungan yang baik dengan mereka jadi kita seharusnya mengirimkan seseorang kesana” Jodha segera memikirkan sesuatu ketika Birbal memberitahukan undangan tersebut, Jodha segera berdiri “Yang Mulia, maaf aku menyela pembicaraan kalian, aku pikir kita seharusnya mengirimkan Salim dan Maan Bai ke Khasmir, mereka akan menghabiskan waktu mereka bersama sama disana” Jalal menyeringai senang “Ide yang bagus, Malika Hind” Rukayah tampak tidak suka dengan ide Jodha tersebut “Bagaimana Sekhu, kamu mau kan kesana ?” Salim segera berdiri dan berkata “Maaf Yang Mulia, aku lebih suka berada di istana saja, lagipula Maan Bai kan baru berada disini jadi dia seharusnya mulai membiasakan diri disini dulu” Jodha tersenyum “Dia akan punya waktu yang cukup banyak untuk menyesuaikan diri disini, kamu seharusnya menghabiskan waktu bersamanya, apalagi kita juga mempunyai hubungan baik dengan Khasmir jadi seharusnya kamu pergi kesana” Jalal menyeringai senang “Betul, apa yang dikatakan oleh Malika Hind itu benar, Sekhu ! Kamu seharusnya pergi kesana” Salim masih berdiri disana dan berkata “Perintahmu akan kami ikuti, Yang Mulia”, “Bagus, sekarang berkemas kemaslah kalian” Salim segera meninggalkan ruang sidang seketika itu juga. Sepeninggal Salim, Bhagwandas langsung berdiri dan mengutarakan niatnya pada Jalal “Yang Mulia, kami seharusnya juga akan pergi”, “Ketika kami sekeluarga berkunjung ke Amer, kalian telah melayani kami dengan sangat baik maka biarkan kamu JA logo 100melayani kalian juga disini” Bhagwandas menggelengkan kepalanya “Tidak, Yang Mulia ,,, ini adalah rumah anak perempuan kami, itu tidak akan baik jika kami tetap tinggal disini” akhirnya Jalal menyetujui permintaan Bhagwandas karena bagaimanapun juga menurut adat dan budaya Rajvanshi orangtua pengantin perempuan tidak boleh berada di rumah menantunya dalam kurun waktu yang cukup lama.

Tak lama kemudian salah satu utusan atau duta besar kerajaan Inggris datang mengunjungi mereka, sang duta besar membawa pesan dari Ratu Inggris, Jalal mempersilahkan sementara Birbal lah yang menjadi penterjemahnya, sang duta besar membaca surat tersebut “Kerajaan Inggris ingin mengembangkan hubungan bisnis dengan kesultanan Mughal, kerajaan Inggris ingin mengirimkan barang barang dari India dan mereka membutuhkan tanah dan pasar untuk hal tersebut dan juga mereka ingin rakyat kalian mengeksport rempah rempah dan kami membutuhkan pelabuhan anda untuk melakukan pengiriman dan kami siap untuk membayar pajak untuk hal tersebut” Jalal dan semua yang hadir di sidang istana mendengarkan dengan seksama “Kami akan memikirkan hal tersebut, setelah itu kami baru bisa memberikan jawaban” ujar Jalal “Kami berharap ini akan menjadi era baru bagi kesultanan Mughal dan kerajaan Inggris” ujar sang duta besar yang diterjemahkan oleh Birbal, tak lama kemudian duta besar kerajaan Inggris meninggalkan ruang sidang.

Jalal dan Jodha sedang makan siang bersama dikamar “Makanan ini enak sekali” puji Jodha “Kamulah yang memasak makanan enak ini” Jodha tersenyum mendengar ucapan Jalal “Maksudku ini tentang rempah rempahnya yang sedap dan rasa dari mereka ini, orang Inggris itu akan membeli rempah rempah kita dengan harga yang murah kemudian mereka jual dengan harga yang tinggi di negara asingnya sana, jadi kenapa kamu mengijinkan mereka menggunakan pelabuhan kita ?” ujar Jodha sambil menikmati makanan mereka “Kami mengembangkan banyak rempah rempah daripada menggunakannya jadi lebih baik mengeksport mereka saja”, “Lalu kenapa pemerintahan kesultanan Mughal tidak mengambil alih masalah ini, dengan cara ini maka para petani akan mendapatkan harga yang layak untuk rempah rempah mereka” Jalal tertegun “Lalu siapa yang akan mengurusi masalah ini ?” Jodha tersenyum seraya berkata “Aku ! Aku yang akan mengerjakan tugas ini, Yang Mulia ,,, aku tahu banyak tentang rempah rempah” Jalal menyeringai senang “Kamu membuktikan lagi bahwa kamu memang pantas untuk menjadi Ratu India, Ratu Jodha ,,, tapi jangan mengeksport terlalu banyak rempah rempah karena makananku akan kekurangan rempah rempah nanti” Jodha tertawa geli mendengar ucapan Jalal

Di ruang sidang istana Dewan - E - Khaas semuanya telah hadir menunggu kedatangan Jalal “Ratu Rukayah, mengapa Yang Mulia memanggil kita semua kesini ?”, “Aku juga tidak tahu, ibu” para ratu rupanya penasaran dengan undangan Jalal kali ini “Aku rasa Ratu Jodha pasti tahu kenapa Yang Mulia memanggil kita semua kesini, iya kan Ratu Jodha ?” sela Salima, Jodha melirik kearah mereka seraya berkata “Jangan menggoda aku”, “Iyaa, aku yakin ini pasti ada hubungannya dengan Ratu Jodha” Hamida dan Salima tersenyum “Yang Mulia memang tidak pernah melihat orang lain kecuali Ratu Jodha, kadang kadang dia itu lupa kalau dia itu mempunyai istri yang lain juga” sela Rukayah pedas, Salima dan Jodha hanya tersenyum masam, tak lama kemudian Jalal memasuki ruang sidang, semua orang memberikan salam padanya, Jalal membalasnya kemudian duduk disinggasananya dan berkata “Aku mempunyai sesuatu yang penting yang ingin aku diskusikan dengan kalian” semua orang mendengarkan dengan seksama “Todar Mal, jika kita setuju untuk mengadakan hubungan bisnis tentang rempah rempah itu dengan kerajaan Inggris, maka berapa banyak keuntungan yang akan kita dapatkan ?” Todar Mal segera menghitungnya dan berkata “1 lac koin, Yang Mulia”, “Jika kita mengambil alih bisnis ini dan mengirimkan rempah rempah itu dengan kapal dagang kita, tentunya kita akan membelinya dari para petani kemudian menjualkannya ke orang Inggris itu, nah ,,, berapa banyak keuntungannya ?” kembali Todar Mal menghitungnya dengan cepat dan berkata lagi “3,5 lac koin, Yang Mulia” Jalal menyeringai senang mendengarnya “Jadi kenapa kita mengalami kerugian kalau kita bisa berbuat lebih ? Oleh karena itu aku perintahkan untuk mengambil alih urusan eksport ini ditangan kita dan kita yang akan mengurusnya !” semua orang senang mendengarnya terutama Jodha, kemudian Jalal meminta untuk mengabarkan berita ini pada para petani “Tapi Yang Mulia, siapa yang akan mengurusi persoalan eksport ini ?” sela Abu Fazal, Jalal melirik ke belakang ke arah bilik ratu dan berkata “Ratu Jodha yang akan mengurusinya karena ini semua adalah idenya, Ratu Jodha ingin memberikan keuntungan untuk para petani” para ratu senang mendengar berita ini kecuali Rukayah yang nampak tidak suka “Todar Mal, bantulah Ratu Jodha untuk menangani permasalahan ini” Todar Mal segera menganggukkan kepalanya, Jodha tersenyum senang dengan keputusan suaminya, Jalal memandang Jodha dengan penuh cinta dari singgasananya, sementara Rukayah semakin dibakar api kebencian.

Birbal segera menemui oang orang Inggris itu “Akhirnya Yang Mulia setuju untuk mengadakan bisnis dengan anda tapi kalian tidak bisa mengeksport secara langsung karena pihak kerajaan yang akan menangani permasalahan ini” ujar Birbal kemudian berlalu dari sana, sementara itu orang orang Inggris itu tidak suka mendengar berita ini.

Keesokan harinya para petani telah berkumpul di halaman istana, keluarga kerajaan juga telah berada di sana “Malika Hind telah memanggil kalian semua kesini ! Malika Hind telah bekerja sangat keras untuk melayani kalian semua, dia ingin berbicara dengan kalian, dia ingin memberikan kebahagiaan untuk rakyatnya” ujar Jalal dihadapan para petani, kemudian Jalal meminta Jodha untuk maju ke depan untuk memberitahukan maksud dan tujuannya mengumpulkan para petani, Jodha segera maju ke depan “Saat ini kami telah memperluas hubungan bisnis kami dengan orang orang Inggris, mereka membeli rempah rempah dari kalian dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, mereka mengambil banyak reputasi nama baik dari pekerjaan kalian” Jalal tersenyum sambil memperhatikan istrinya yang sedang memberikan pengertian ke para petani “Untuk mengembalikan reputasi kalian , kami telah memutuskan untuk membeli rempah rempah dari kalian dan kemudian kami akan menjualnya pada orang Inggris itu dengan brand kesultanan Mughal, kalian akan mendapatkan keuntungan ganda dan juga akan dihormati, aku ingin bantuan kalian dalam hal ini” semua orang merasa senang dengan pemaparan yang dikatakan oleh Jodha “Anda telah bekerja untuk kami, Malika Hind ,,, oleh karena itu kami akan bersama sama dengan anda”, “Hidup Malika Hind ! Hidup Malika Hind ! Hidup Malika Hind !” Jodha tersenyum kemudian mendekat ke arah para ratu “Untuk para wanita yang ada disini, aku membutuhkan wanita di Hareem untuk membantuku juga, kita harus memilih kwalitas rempah rempah yang terbaik dan untuk memimpin pekerjaan ini aku hanya mempunyai satu nama dalam pikiranku” Rukayah sudah merasa senang karena pasti Jodha akan memilihnya “Yaitu Ratu Salima” Salima tersenyum sementara Rukayah tersenyum masam dan menahan amarahnya karena Jodha tidak memilih dirinya, Jodha bisa melihat raut muka Rukayah yang berubah “Kalau Ratu Rukayah bersama sama dengan kita maka pekerjaan itu akan menjadi lebih baik tapi Ratu Rukayah mempunyai banyak pekerjaan di Hareem maka aku tidak ingin membebaninya” Rukayah hanya tersenyum masam mendengar penjelasan Jodha “Lihat saja nanti, kamu tidak akan bisa melakukan bisnis eksport ini, Ratu Jodha ,,, Jalal akan menyadarinya nanti dengan berjalannya sang waktu !” bathin Rukayah marah dalam hati

Dikamar Jodha, Jodha sedang memberikan instruksi pada anak buahnya tentang bisnis rempah rempah ini, tepat pada saat itu Jalal menemuinya sambil membawa bunga mawar yang disembunyikan di belakang punggungnya, anak buah Jodha segera berlalu meninggalkan mereka berdua “Yang Mulia, apa yang kamu sembunyikan ?” Jalal tersenyum melihat Jodha mulai penasaran “Tidak ada apa apa, coba kamu tebak kira kira apa yang aku bawa kali ini ? Kalau tebakanmu tepat maka benda ini akan menjadi milikmu dan yang lainnya akan menjadi milik istriku yang lain” Jodha semakin penasaran “Apa itu ? Apa itu gelang, kalung atau apa ?” Jalal menyeringai senang “Kamu hanya mempunyai satu kesempatan, Ratu Jodha ,,, jika kamu tidak menebaknya maka aku akan memberikannya pada orang lain” Jalal mulai menggoda Jodha, Jodha langsung memasang muka cemberut dan beralih ke meja riasnya kemudian duduk disana, Jalal meperhatikan istrinya ini sambil tersenyum senyum, kemudian Jodha membuka dupattanya seraya berkata “Yang Mulia, maukah kamu menaruhkan bunga itu di rambutku ini ?” Jalal terkejut “Bagaimana kamu bisa tahu, Ratu Jodha ?” Jodha tersenyum “Aku tahu dari baunya yang wangi” Jalal segera mendekat ke arah Jodha dan berkata “Aku suka ini” kemudian Jalal menyematkan bunga mawar warna pink di rambut Jodha “Apa yang aku suka, kamu selalu mengingatnya” Jalal tersenyum

Keesokan harinya, Jalal menemui Abu Fazal yang berada di halaman istana bersama menteri yang lain “Yang Mulia, pangeran Mirza Hakim telah mengirimkan pesan ke kita, katanya Mir telah menyerang mereka, dia membutuhkan bantuan kita” Jalal merasa marah dan berkata “Kirimkan Danial bersama pasukan ! Rahim kamu juga pergi bersama mereka !” perintah Jalal

Jodha sedang mengecek karung rempah rempah yang telah dikirimkan oleh para petani, Salima dan Rukayah juga ada disana “Malika Hind, sekali saja rempah rempah ini mencapai sana maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan” ujar Todar Mal yang membantu penghitungan labanya “Aku hanya ingin petani petani kita mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan” ujar Jodha “Aku harus melakukan sesuatu untuk menggagalkan rencana Jodha !” bathin Rukayah dalam hati sambil tersenyum sinis ... Sinopsis Jodha Akbar episode 552 by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top