Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 546 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 546 by Sally Diandra. Di pesta perayaan penyambutan Bhagwandas dan keluarganya, semua anggota keluarga kerajaan telah berkumpul disana “Raja Bhagwandas, kita akan mengadakan pesta pernikahan yang megah dan meriah untuk Salim dan Maan Bai, seluruh India akan mengingat pesta pernikahan ini” ujar Jalal bangga “Apakah Salim akan datang pada pesta perayaan malam ini ?” Bhagwandas masih penasaran karena belum juga bertemu Salim “Dia pasti akan datang” sela Rukayah yang berusaha meyakinan mereka “Apakah Salim setuju untuk datang malam ini, Ratu Rukayah ?” Jodha sedikit berbisik di telinga Rukayah agar yang lainnya tidak mendengar percakapan mereka “Sebenarnya Salim sudah tahu tentang perintah Yang Mulia untuk mengirimkan Anarkali ke kota lain” Jodha terkejut dan panik

Sementara itu, diluar istana Anarkali dan ibunya, Zil Bahar sudah bersiap hendak meninggalkan istana, Anarkali menatap nanar bangunan istana yang telah dihuninya sekian lama berserta kenangan terindah didalamnya bersama Salim, Zil Bahar segera mengajak Anarkali untuk berangkat karena gerobak dan para prajurit telah menunggu mereka, tak lama kemudian mereka pun berangkat meninggalkan istana Agra bersama para prajurit kerajaan Mughal yang mengawal Anarkali dan Zil Bahar, mereka berdua sedang duduk didalam gerobak, tiba tiba Salim mencegat perjalanan mereka dengan kudanya “Berhentiiiii !!!!” teriak Salim lantang sambil turun dari kudanya “Berhenti ! Kalian tidak akan pergi kemanapun ! Ini perintah putra mahkota !” para prajurit segera menghentikan perjalanan mereka dan berkata “Kami diperintahkan oleh Yang Mulia Raja, pangeran !” Anarkali dan ibunya yang berada didalam gerobak mendengar ada keributan diluar “Anarkali, coba kamu lihat, ada apa diluar sana ? Sepertinya ada keributan”, “Iya, ibu ,,, coba aku lihat dulu” Anarkali segera keluar dari gerobak dan dilihatnya Salim sedang berdiri disana sambil memarahi para prajurit “Pangeran Salim, kamu tidak bisa melawan Yang Mulia Raja” Anarkali meminta pengertian Salim “Aku tidak peduli !” kemudian Salim segera menggeret Anarkali dan membawanya ke balik pohon besar yang ada disana

JA logo 100“Bagaimana bisa kamu meninggalkan aku ? Bukankah kamu mencintai aku ?” Anarkali sedih melihat Salim yang begitu kesal padanya “Aku memang mencintaimu tapi aku tidak ingin seorang anak melawan ayahnya”, “Aku akan bertarung melawan Allah SWT sekalipun bila perlu untuk memperjuangkan cintaku” Salim semakin marah “Aku tidak ingin menjadi alasan seorang ayah bertarung dengan anaknya”, “Aku bilang aku tidak peduli dengan semua itu ! Aku hanya mencintai kamu !” ujar Salim lantang “Aku tidak akan mampu menghadapi tudingan semua orang bahwa seorang penari memikat seorang pangeran dan membuat si pangeran melawan ayahnya”, “Aku tidak ingin berpisah denganmu, Anarkali” Anarkali semakin sedih “Rasanya lebih baik meminum racun, aku tidak punya cara lain, aku tidak ingin Ratu Jodha merasa malu, aku tidak ingin temanku Maan Bai terluka, aku tidak ingin semua orang berkata hanya demi seorang penari, seorang pangeran menentang sang Raja !” mata Anarkali berkaca kaca “Kamu begitu peduli pada semua orang tapi kamu tidak mempedulikan aku ?”, “Aku peduli denganmu, jika kamu tetap mendatangi aku secara sembunyi sembunyi maka lebih baik aku bunuh diri saja ! Tapi aku tidak ingin cintaku ini ternoda” Salim sedih mendengar ucapan Anarkali “Apakah tidak ada cara lain untuk memenuhi cinta kita berdua, Anarkali ?”

Di istana kerajaan Mughal, masih di ruangan pesta saat itu Jodha hendak mengatakan yang sebenarnya pada kakaknya, Bhagwandas tentang Salim, semua orang terkejut terutama Jalal ketika Jodha berdiri dan hendak mengutarakan maksudnya “Kakak, aku ingin bicara soal Salim,” Bhagwandas tersenyum menatap Jodha dan tiba tiba Salim muncul didepan mereka “Baru saja kamu ingin mengatakan soal Salim, panjang umur Salim karena Salim telah hadir sekarang” ujar Bhagwandas dengan senyum lebarnya, semua orang yang hadir disana terkejut melihat kedatangan Salim terutam Jodha yang masih berdiri disana, Jalal juga terkejut namun segera menyeringai senang ketika Salim menghampiri mereka “Maafkan aku Raja Bhagwandas, aku tidak bisa menemuimu kemarin, aku tahu kalau pernikahanku telah di tetapkan dengan Maan Bai” Maan Bai nampak tersipu malu, sedangkan kedua orangtua tersenyum ke arah Salim sedangkan Jalal sedikit menahan marah “Yang Mulia, aku setuju dengan keputusanmu” semua orang yang hadir disana terperangah tidak percaya mendengar kata kata Salim terutama Jalal yang langsung menyeringai senang “Bagaimana bisa ini semua terjadi ?” bathin Rukayah dalam hati, Rukayah tidak suka mendengar ucapan Salim, Salim teringat pertemuannya dengan Anarkali tadi, ketika Anarkali meminta Salim menikahi Maan Bai “Kita tidak punya cara lain, jika kamu menikah dengan Maan Baik maka Yang Mulia Raja akan bahagia” ujar Anarkali dengan deraian air mata “Tapi aku mencintaimu”, “Aku tahu itu, itulah mengapa aku meminta hal ini padamu” Salim sedih mendengar ucapan Anarkali “Baiklah permintaanmu adalah perintah bagiku, aku akan menikahinya tapi aku juga mempunyai satu syarat bahwa kamu tidak akan pergi kemanapun, kamu akan tetap tinggal disini ! Kamu harus berjanji padaku bahwa kita tetap akan bertemu meskipun aku telah menikah nanti” Anarkali terharu dan berkata “Baiklah, aku setuju” Rukayah yang masih tidak terima dengan keputusan Salim, akhirnya mengucapkan selamat pada mereka semua.

Jalal yang sangat senang mendengar keputusan anaknya segera memerintahkan Rahim dan Maan Sigh “Rahim, Maan Sigh ,,, pernikahan ini akan menjadi pernikahan terbesar dan termegah, kalian harus mengumumkan ke seluruh penjuru kota bahwa tidak ada seorangpun yang masak di rumah mereka masing masing selama 7 hari, mereka akan makan makanan kerajaan saja !” Maan Sigh dan Rahim menganggukkan kepala menerima perintah Jalal sambil tersenyum senang

Salim sedang berada di kamarnya ketika Jodha menemuinya dan bertanya “Salim, apa yang telah kamu lakukan, nak ? Kamu mencintai Anarkali dan dia juga mencintai kamu, ibu telah pergi menemuinya dan ibu menyadari bahwa dia sangat mencintai kamu, dia tidak bermimpi untuk mendapatkan tahta dan mahkota lalu bagaimana kamu bisa melakukannya ?” Salim menatap ibunya “Semua orang tidak sama seperti Anarkali, ibu ,,, aku harus melakukan hal ini demi kehormatan Yang Mulia dan demi keluarga kerajaan” Jodha terharu mendengarnya “Aku tidak percaya dengan semua ini, kamu selalu memenuhi apa yang menjadi keinginanmu, maka bagaimana bisa kamu menyetujui pernikahan ini sekarang ?”, “Apakah ibu tidak bahagia kalau aku menikahi keponakanmu ? Aku berusaha memenuhi janji ayah, hanya itukan yang kalian inginkan ?” Jodha menatap Salim tajam “Iya, ibu memang menginginkan itu dan ibu bahagia tapi ibu ingin bertanya padamu, apa yang telah kamu korbankan untuk memutuskan semua ini ?”, “Demi kebahagiaan ayah, tidak ada pembayaran besar yang harus dibayar, aku melakukan apa yang ayah inginkan, jika ini sebuah transaksi maka biarkanlah terjadi” ujar Salim kemudian berlalu meninggalkan Jodha yang sedikit tertegun sambil bekata “Sebuah transaksi ?” Jodha semakin bingung dengan ucapan Salim

Jodha sedang berada di kamarnya bersama pelayannya ketika Jalal menemuinya dan meminta para pelayan pergi meninggalkan mereka “Ratu Jodha, terima kasih, aku sangat bahagia, aku tahu kamu pasti akan membuat anakmu menyetujui pernikahan ini, jika kamu bisa membuat aku menyetujui semua yang kamu katakan maka kamu pasti bisa melakukannya pada anakmu juga, kamu telah melakukan pekerjaan yang sangat besar” Jodha hanya tersenyum sambil memandang Jalal melalui pantulan kaca riasnya “Dia tidak akan mendengarkan semua perkataanku tapi kamu telah membuatnya menyetujui pernikahan ini, kamu lihatkan semua orang kelihatan bahagia, sekarang kamu akan melihat bagaimana pesta pernikahan ini akan berlangsung secara megah dan mewah, sejarah akan mengingatnya, kamu juga seharusnya bahagia sekarang karena rumah orangtuanmu dan rumah mertuamu terikat kembali” ujar Jalal sambil tersenyum, Jodha segera berdiri dan berbalik menghadap ke Jalal seraya berkata “Lalu bagaimana dengan nasib Anarkali ? Kamu telah memerintahkan dia untuk meninggalkan Agra”, “Ketika Salim menyetujui pernikahan ini maka aku akan memanggilnya kembali ke Agra, aku tidak mempunyai hubungan yang bisa menentangnya, ini hanya karena dia itu seorang penari dan aku tidak akan menjadikannya menantu di rumahku ini, aku senang ketika mendengar keputusan Salim menyetujuinya, itu adalah keputusan yang tepat !” Jalal menyeringai senang

“Kadang kadang orangtua merasa keputusan mereka akan membuat anak anaknya bahagia tapi dilain pihak itu bisa saja terjadi sebaliknya dan mereka akan menderita karenanya” Jodha terharu “Yang Mulia, sejujurnya aku tidak membujuk Salim untuk menyetujui pernikahan ini” Jalal tertegun “Aku tidak tahu apa yang membuatnya setuju, tapi aku bahagia karena tidak akan ada lagi pertengkaran diantara kalian berdua tapi aku merasa dia sangat terluka dengan semua ini” Jodha sedih memikirkan nasib Salim “Ketika kamu menjadi seorang Raja maka kamu harus memutuskan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu sukai, kamu harus mengesampingkan perasaanmu”, “Bagaimana jika kamu harus memilih diantara dua, antara tanggung jawabmu dan aku ? Apakah kamu akan meninggalkan aku ?” Jalal merasa heran “Apa yang kamu katakan, Ratu Jodha ? Aku sangat mencintai kamu, kamu adalah kehidupanku, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu” ujar Jalal kemudian memeluk Jodha yang masih termangu dan berkata dalam hati “Mengapa kamu tidak mengerti bahwa Anarkali adalah kehidupan Salim, Yang Mulia” bathin Jodha sedih

Di kamar Rukayah, Rukayah sangat marah ketika mendengar ucapan Salim yang menyetujui pernikahannya dengan Maan Bai “Bagaimana bisa dia menyetujui pernikahan ini, dia telah pergi menemui Anarkali tapi bagaimana bisa dia setuju menikah dengan Maan Bai ! Aku kira akan ada sebuah sandiwara di pesta perayaan tadi ! Tapi ternyata itu tidak terjadi ! Aku harus melakukan sesuatu !” ujar Rukayah pada dirinya sendiri, saat itu Hoshiyar menemaninya “Hoshiyar ! Segera cari tahu apakah Anarkali ada di Agra atau tidak ! Cepat !” Hoshiyar segera berlalu meninggalkan Rukayah, Rukayah langsung tertawa terbahak bahak seraya berkata sambil berkaca di kaca riasnya “Jadi jika salah satu rencanaku gagal, maka aku mempunyai banyak trik untuk memainkannya !”

Di istana kerajaan Mughal, Jodha mendengar ada suara gaduh seperti suara gemerincing gelang kaki,, Jodha segera mencari tahu sumber suara tersebut, rupanya Anarkalilah sumber suara itu, Jodha melihat Anarkali sedang menari dengan begitu bersemangat sambil berputar putar beberapa kali, namun tiba tiba Anarkali jatuh ke lantai dan menangis tersedu sedu, Jodha segera menghampiri Anarkali “Anarkali !” Anarkali segera menghapus air matanya dan mengucapkan salam ke Jodha sambil berdiri “Salam, Malika Hind” Jodha terharu “Aku senang melihat kamu kembali ke Agra”, “Ketika Yang Mulia Raja meminta aku untuk pergi maka aku pergi, dan ketika beliau meminta aku untuk kembali, aku kembali” ujar Anarkali sambil tertunduk “Aku bisa melihat penderitaan yang kamu dan Salim rasakan, aku tidak tahu mengapa Salim menyetujui menikah dengan Maan Bai, aku bahagia mendengarnya tapi sebagai seorang ibu aku merasa khawatir sama Salim” Anarkali tersenyum “Apa yang terjadi saat ini adalah benar, Malika Hind ,,, pangeran Salim akan bahagia bersama dengan Maan Bai, semua orang juga bahagia, aku juga bahagia karena temanku Maan Bai akan segera menikah, dia lebih pantas menjadi istri pangeran Salim, dia lebih pantas menjadi seorang ratu dan aku akan menari dengan bahagia untuk mereka” ujar Anarkali sambil tersenyum senang, menutupi perasaannya yang terluka, Jodha bisa melihat penderitaan yang dirasakan Anarkali “Jangan berpura pura didepanku, Anarkali ,,, aku tahu kalau kamu dan Salim telah mengorbankan perasaan kalian demi kesultanan Mughal, itu tidaklah mudah untuk pergi menjauh dari cintamu, tapi aku bangga padamu, nak” ujar Jodha sambil membelai kedua pipi Anarkali, Anarkali segera memeluk Jodha dan menangis sejadi jadinya.... Sinopsis Jodha Akbar episode 547 by Sally Diandra.

Bagikan :
loading...
Back To Top