Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 545 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 545 by Sally Diandra.  Di rumah Anarkali, Anarkali sedang duduk dilantai sambil merenung sedih dan menangis, ibunya menghampirinya seraya berkata “Anarkali, makanlah sesuatu” Anarkali menoleh ke arah ibunya sambil menyeka airmata yang membasahi pipi “Aku tidak ingin makan, ibu”, “Lihat dirimu sendiri, kamu harus merawat dirimu sendiri, kamu itu Shahi Rakasa, kamu harus menjaga kecantikanmu, aku tahu itu sangat menyakitkan buat kamu tapi itulah kenyataan hidupmu sekarang, kita harus hidup dengan itu semua, kamu harus pergi untuk menari” tiba tiba pintu rumah Anarkali di ketuk oleh seseorang, Anarkali dan Zil Bahar saling berpandang pandangan, kemudian Anarkali membuka pintunya dan dilihatnya disana Jodha sedang berdiri di depan rumahnya, Anarkali terkejut “Malika Hind ? Anda rupanya ?” Jodha menatap Anarkali tajam “Kamu tidak meminta aku untuk masuk ke dalam rumahmu ?” Anarkali segera menyambutnya dengan tatapan tidak percaya, Jodhapun memasuki rumah Anarkali, ibunya juga masih berada disana “Beberapa tahun yang lalu kamu datang ke rumahku dengan anak perempuanmu dan sekarang aku datang ke rumahmu untuk anak laki lakiku” Zil Bahar hanya tersenyum menyambut kedatangan Jodha “Aku ingin bicara empat mata dengan Anarkali”, “Dia adalah pelayanmu, Malika Hind ,,, anda tidak perlu meminta ijinku, Yang Mulia Ratu” ujar Zil Bahar dan segera meniggalkan mereka “Aku ingin bertanya sesuatu padamu”, “Aku akan menjawab semuanya, Malika Hind” Anarkali tertunduk malu di depan Jodha

JA logo 100“Apakah kamu ingin menjadi Ratu Negeri India ?” pertanyaan Jodha membuat Anarkali terkejut “Apakah kamu mempunyai impian seperti itu ?” selidik Jodha dengan tatapan tajamnya ke arah Anarkali “Aku hanyalah seorang penari dan aku sangat tahu statusku, aku tidak pernah memikirkan hal itu” Anarkali mencoba merendah “Mengapa kamu ingin menikah dengan Salim ?”, “Karena aku mencintainya dan dia ingin menikahi aku, kebahagiaannya terletak pada pernikahannya denganku dan kebahagiaanku terletak pada kebahagiaannya, aku tidak membutuhkan tahta ataupun mahkota” Jodha tersenyum masam “Kamu akan mendapatkan tahta dan mahkota setelah menikah dengannya tapi Maan Bai yang lebih pantas menerimanya, Maan Bai adalah temanmu, apakah kamu ingin menghianatinya ? Kamu ingin menipunya ?” Anarkali merasa canggung di depan Jodha “Bukan seperti itu, Malika Hind ,,, aku tidak pernah berfikir kalau aku akan mencintai pangeran Salim, aku mencintai pangeran Salim sebagai rakyat biasa dan ketika aku tahu kebenarannya, aku ingin dia menjauh dariku, aku telah mencoba untuk membencinya tapi hatiku berkata lain, pangeran Salim datang ke depanku dan aku tidak bisa menghentikan diriku sendiri, aku tidak ingin menjadi seorang Ratu, aku bisa menjadi pelayannya sepanjang hidupku, aku tidak mempunyai impian untuk menjadi seorang Ratu” Jodha mendengarkan ucapan Anarkali dengan seksama

“Kamu tahu kan kalau saat ini Salim dan ayahnya sedang bersitegang ?” Anarkali menganggukkan kepalanya “Aku tahu dan itu adalah kesedihanku karena gara gara mencintaiku seorang ayah dan anak harus bertengkar, itu menyakitkan aku”, “Cukup ! Anarkali ! Apa yang ingin aku lihat telah aku lihat saat ini, kamu memiliki kejujuran dari tatapan kedua bola matamu” Anarkali terkejut ketika Jodha memegang lengan atasnya sambil menatapnya tajam “Aku telah memutuskan, kalau aku akan bicara dengan Yang Mulia lagi, mungkin ini akan melukai Maan Bai dan Bhagwandas tapi aku akan bicara dengan Yang Mulia sebelum semua ini terjadi, aku hanya ingin tahu apakah kamu benar benar mencintai Salim atau tidak ? Dan aku telah melihatnya dari sinar matamu, sekarang aku akan bicara dengan Yang Mulia” Jodha kemudian memberikan restunya pada Anarkali dan berlalu meninggalkannya.

Di kamar Maan Bai, salah seorang pelayan menemui Maan Bai “Tuan Putri apa yang harus aku buat pada tanganmu ? Apakah Mehndi ?” Maan Bai kikuk dan bingung “Aku tidak tahu ,,,” belum juga ucapan Maan Bai selesai Aram Bano telah memotong ucapan Maan Bai seraya menghampirinya bersama kakak perempuannya Shakrun Nissa “Kak Salim suka sekali Mehndi !”, “Terima kasih Aram Bano, kamu memang penolongku !” ujar Maan Bai sambil memangku Aram Bano yang lucu “Aku tahu semua rahasia kak Salim, kamu bisa menanyakan semuanya padaku” ujar Aram Bano polos “Jika kamu punya pesan untuk kak Salim maka katakan saja pada kami” ujar Shakrun Nissa yang duduk didepan Maan Bai “Aku pernah melihat kamu melirik ke arahnya” Maan Bai kaget dan tersipu malu “Tidak, aku tidak melihatnya” Aram Bano tersenyum kearah Maan Bai “Jadi dia itu jelek ya ?” Maan Bai dan Shakrun Nissa tertawa mendengar ucapan Aram Bano “Tidak, Aram Bano ,,, kakakmu pangeran Salim itu sangat tampan” Maan Bai tersipu malu ketika mengatakan hal itu “Oh iyaaa, temanku yang namanya Anarkali tinggal disini juga di istana ini, bisakah kamu memanggilnya kesini ?” Aram Bano turun dari pangkuan Maan Bai seraya berkata “Pesanmu akan segera aku sampaikan” ujar Aram Bano kemudian berlalu dari sana

Diruang pribadi Jalal, Abu Fazal mengabarkan pada Jalal bahwa Salim pergi menemui Anarkali “Aku tidak mengerti mengapa Sekhu tidak juga mendengarkan ucapanku ! Dia sepertinya menyepelekan kehormatanku pada situasi seperti ini !” Jalal mulai marah “Ada satu cara yang bisa kita lakukan, Yang Mulia ,,, kita bisa melemparkan Anarkali keluar dari Agra, selama pernikahan ini terjadi, kita bisa mengirimkan Anarkali ke suatu tempat, Yang Mulia” Jalal menyeringai senang “Ide yang bagus, Abu Fazal ! Aku tidak bisa menghentikan Salim tapi aku bisa menghentikan penari itu !” Jalal kemudian memerintahkan untuk segera mengirimkan Anarkali dan ibunya ke negara bagian lain di luar Agra, tepat pada saat itu Jodha menemuinya, semua orang kepercayaan Jalal meninggalkan mereka berdua “Yang Mulia, aku ingin bicara sesuatu denganmu”, “Jika kamu ingin bicara soal Salim dan penari itu maka lebih baik tidak usah !” Jodha tertegun “Penari itu punya nama, Yang Mulia ,,, dia itu manusia juga, aku baru saja menemuinya, dia itu gadis yang baik, dia tidak mempunyai impian pada tahta dan mahkota kerajaan Mughal, aku merasa Salim akan bahagia hidup bersamanya, paling tidak pikirkan tentang hal ini sekali saja, Yang Mulia” Jodha menatap suaminya dengan perasaan haru karena menyangkut masa depan dan kebahagiaan anak sulungnya

“Sudah aku katakan sebelumnya kalau aku tidak ingin membicarakan soal ini, Ratu Jodha !” Jalal terlihat kesal dan marah “Aku benar benar terkejut ketika kamu tidak bisa mengerti perasaan cinta anakmu sendiri” Jodha semakin terharu “Aku tidak percaya ketika kamu pergi ke rumah penari itu, Ratu Jodha !”, “Aku pergi ke rumah seorang gadis yang di cintai oleh anakku, Yang Mulia ,,, cinta tidak mempunyai batasan, Yang Mulia” Jalal menatap Jodha tajam seraya berkata “Aku tahu bagaimana mengatur batasannya dan selama Salim melangsungkan pernikahan, aku akan mengirimkan penari itu keluar dari Agra !” Jodha terkejut “Apakah kamu tahu apa yang akan Salim lakukan setelah mengetahui semua ini ?”, “Aku akan mengatur semuanya, Ratu Jodha” Jodha menatap nanar ke arah Jalal “Apa yang kamu lakukan ini adalah tidak benar, Yang Mulia” Jalal merasa heran dengan perangai Jodha “Lalu bagaimana dengan Maan Bai ?”, “Dia memang akan terluka tapi jika dia tetap menikah dengan Salim, Salim tetap tidak akan mencintainya” Jalal tersenyum masam “Dulu sebelum kita menikah, kita berdua juga tidak saling mencintai bukan ? Yakinkan Salim untuk menyetujui pernikahan ini, mintalah padanya untuk tidak keras kepala” Jalal kemudian membelai rambut Jodha “Aku sangat mencintai kamu, Ratu Jodha ,,, aku tidak ingin berdebat dengan kamu, pernikahan ini tetap akan terjadi dan aku tidak akan mengubah keputusanku” ujar Jalal kemudian pergi meninggalkan Jodha yang termangu disana “Aku sudah berusaha untuk mengatur semuanya tapi rasanya semua yang terjadi semakin buruk saja” bathin Jodha dalam hati

Di istana kesultanan Mughal, beberapa ulama dari agama Islam dan pendeta dari agama Hindu sedang sibuk memilih tanggal pernikahan untuk Salim dan Maan Bai, sementara itu keluarga kerajaan Mughal dan kerajaan Amer nampak menanti dengan sabar dan rupanya mereka menentukan tanggal yang sama untuk melangsungkan pernikahan yaitu pada bulan ini juga “Bagaimana Raja Bhagwandas, apakah kamu setuju ?” Bhagwandas langsung menganggukkan kepalanya “Kalau begitu kita akan melangsungkan pernikahan pangeran Salim dan putri Maan Bai pada bulan ini juga !” Jalal mengumumkan ke semua orang yang hadir disana termasuk para Ratu yang duduk di belakang Jalal yang tertutup tirai, semua orang senang mendengarnya “Tapi dimana pangeran Salim ? Apakah dia kesal dengan kami ?” Bhagwandas mulai penasaran karena sejak kemarin Salim tidak terlihat batang hidungnya “Bukan seperti itu, Raja Bhagwandas, mungkin karena ini adalah pernikahannya yang pertama maka dia sedikit malu” Rukayah mencoba memberikan jawaban yang diplomatis, Jalal pun menyetujui pendapat Rukayah, sementara Jodha masih bingung dan gelisah karena tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti “Apa yang akan Salim lakukan kalau tahu Anarkali akan dikirim ke kota lain ? Aku tidak tahu bagaimana reaksinya” bathin Jodha dalam hati sementara Jalal memberikan selamat pada semua orang yang hadir disana, ketika Jalal melirik kearah Jodha, Jalal langsung berkata “Ratu Jodha, apakah kamu kelihatan tidak bahagia ?” Jodha tertegun “Bukan seperti itu, Yang Mulia ,,, aku hanya berfikir layaknya seorang ibu, aku ingin anak anakku bahagia” Jala tersenyum seraya berkata “Suatu saat nanti, Salim pasti akan mengerti bahwa apa yang aku lakukan ini adalah benar, ini akan lebih baik mengirimkan penari itu keluar dari Agra” Rukayah sangat senang begitu mendengar ucapan Jalal yang serius ke arah Jodha “Malam ini adalah perayaan penyambutan keluarga kakakmu, ini adalah tanggung jawabmu untuk membawa anakmu ke pesta perayaan, aku tidak ingin malu di depan semua orang ketika mereka menanyakan padaku tentang Salim ,,, bawa dia” ujar Jalal kemudian berlalu dari sana, Jodha tertegun “Bagaimana caranya membawa Salim ke pesta nanti malam ?” bathin Jodha gelisah

Di kamar Salim, Rukayah segera menemui anak tirinya itu “Salim, tanggal pernikahanmu telah ditetapkan yaitu jatuh pada bulan ini” Rukayah pura pura sedih “Apa ?” Salim benar benar kaget “Iya, Salim dan kabarnya kalau Anarkali akan di kirim keluar Agra, agar mereka bisa melangsungkan pernikahanmu” Salim semakin murka mendengar ucapan ibu tirinya

Sementara itu, di kamar Jodha, Jodha baru saja selesai berdandan, tiba tiba Jalal menemuinya dengan membawa kain panjang untuk turban Rajvanshinya “Yang Mulia ada apa ?” Jodha segera berbalik ketika dilihatnya sekilas dari pantulan kaca riasnya ada Jalal yang mendekat ke arahnya “Aku mau minta bantuanmu, Ratu Jodha ,,, maukah kamu mengenakan kain turban ini ? Aku ingin mengenakannya pada pesta perayaan malam ini, karena aku tidak bisa membuat turban ala Rajvanshi” Jodha tersenyum kemudian menyuruh Jalal duduk di depan meja riasnya, dengan sigap Jodha mulai mengenakan turban Rajvanshi warna biru di kepala Jalal, Jalal memandangi Jodha dengan penuh cinta, ketika hampir selesai membuat turban tersebut, Jodha baru menyadari kalau Jalal memperhatikannya sedari tadi “Ada apa, Yang Mulia ? Kenapa kamu melihat aku seperti itu ?” Jalal tersenyum sambil terus memandangi Jodha dari pantulan kaca rias “Kalau aku perhatikan semakin hari kamu ini semakin cantik, Ratu Jodha” Jodha tersipu malu mendengar ucapan Jalal.... Sinopsis Jodha Akbar episode 546 by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Back To Top