Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 542 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 542 by Sally Diandra. Masih di kamar Jodha, Jodha sedang berjalan mondar mandir kebingungan teringat ketika Salim meminta tolong padanya untuk membatalkan pernikahannya dengan Maan Bai dan memintanya untuk mengutarakannya pada Jalal, tak lama kemudian salah satu pelayan menemui Jodha dikamarnya “Malika Hind, apakah ada barang barang yang lain yang harus disiapkan untuk dikirimkan ke Amer ?”, “Aku akan memberitahukannya padamu nanti” ujar Jodha bingung sambil berfikir “Bagaimana caranya memberitahukan pada Yang Mulia, disatu sisi Salim mencintai orang lain dan di sisi yang lain ada Yang Mulia yang menginginkan pernikahan Salim dengan Maan Bai, apa yang harus aku lakukan ?” bathin Jodha dalam hati

Di kamar Salim, salah satu pelayan memasuki kamar Salim ketika Salim sedang menulis sesuatu “Pangeran Salim, Anarkali meminta ijin untuk menemui anda” Salim menyeringai senang “Suruh dia masuk !” tak lama kemudian Anarkali sudah muncul di pintu kamarnya dengan membawa manisan “Dalam waktu dekat kita tidak akan bertemu dengan cara sembunyi sembunyi seperti ini, seluruh dunia akan menghormati dan menyetujui hubungan kita berdua” Anarkali terperangah bingung sambil meletakkan manisan yang dibawanya tadi diatas meja “Apa maksudmu ?” Salim tersenyum “Aku sudah menceritakannya pada ibuku tentang hubungan kita berdua, ibu bilang kalau dia akan melakukan sesuatu dan ibu juga akan menceritakan hal ini pada ayah” Anarkali langsung terkulai lemas dan terduduk dilantai sambil mengatupkan kedua tangannya JA logo 100di depan dada “Ada apa, Anarkali ?” Salim ikut berlutut di depan Anarkali sambil memegang lengannya “Tempatmu itu ada di dalam hatiku” ujar Salim sambil memeluk Anarkali erat, Anarkali merasa terharu seraya berkata “Lihat ini, kemarin kamu memberikan aku sepasang gelang kaki maka aku membuat manisan ini untuk kamu, manisan ini memang tidak mahal tapi dia memiliki manisnya cintaku” ujar Anarkali sambil mengajak Salim untuk duduk di kursi dan mengambil manisan yang di bawanya tadi “Ini yang paling penting untukku” Salim langsung menyeringai senang ketika Anarkali menyuapkan manisan itu padanya “Rasanya enak sekali !” puji Salim, ketika Anarkali hendak menyuapkan lagi, Salim segera mengambil sendok tersebut dan gantian menyuapkannya ke Anarkali, dari kejauhan Rukayah melihat kemesraan mereka berdua dari balik tirai sambil tersenyum penuh arti, tak lama kemudian Anarkali pamit untuk kembali ke rumahnya sendiri.

Di kamar Jodha, Jalal menemui Jodha dengan wajahnya yang murung dan terlihat lelah, Jalal duduk di tepi tempat tidur sambil melepas turbannya, Jodha yang tadinya hendak mengutarakan soal Salim segera mengurungkan niatnya begitu melihat Jalal yang sedang gundah gulana “Aku akan membicarakan soal Salim kapan kapan saja dengan Yang Mulia” bathin Jodha dalam hati “Ada apa, Yang Mulia ?” Jalal melirik sekilas ke arah Jodha seraya berkata “Shahabudin, seseorang yang aku percayai, dia telah menghkhianati aku juga, tapi sudahlah ,,, katakan padaku apa yang ingin kamu katakan ?” Jodha menghampiri Jalal dan duduk disebelahnya, tepat pada saat itu salah satu pelayan menghampiri mereka dan berkata “Yang Mulia, Rahim ingin bertemu dengan anda saat ini”, “Baiklah, aku akan kesana” ujar Jalal sambil mengenakan kembali turbannya “Aku akan mengatakannya suatu saat nanti, Yang Mulia”, “Baiklah, kalau begitu” ujar Jalal sambil membelai rambut Jodha kemudian berlalu meninggalkannya, Jodha hanya bisa menatap nanar melihat kepergian suaminya.

Begitu Anarkali pergi dari kamar Salim, Rukayah segera menemui anak tirinya itu seraya berkata “Salim, semua para ratu sedang memilih milih hadiah yang akan diberikan pada Maan Bai, apa yang harus aku berikan padanya ?” Salim tidak suka dengan ucapan Rukayah “Apa yang harus aku sembunyikan darimu, ibu ... Kebenarannya adalah aku tidak ingin menikahi Maan Bai” Rukayah pura pura kaget dan gelisah “Ya ampuun, kenapa bisa begitu, Salim ?”, “Karena aku mencintai orang lain, dia adalah Anarkali” Rukayah pura pura terkejut “Apa kamu bilang ? Dia itu penari, Salim ! Apakah kamu tahu bagaimana reaksi ayahmu kalau mengetahui hal ini ? Dan bagaimana dengan Ratu Jodha ? Maan Bai adalah kerabat Ratu Jodha” Rukayah nampak panik “Tapi aku juga anaknya, ibu sudah setuju untuk membicarakan hal ini dengan ayah” Rukayah menyeringai senang “Kalau keadaannya begitu, maka ibu bahagia, Salim ,,, jika Ratu Jodha sudah mengambil alih persoalan ini, maka aku yakin ayahmu akan setuju juga”, “Apakah ibu tidak suka kalau aku mengangkat seorang penari menjadi menantumu ?” Rukayah mengggelengkan kepalanya “Tidak juga, Salim ,,, ibu bisa memakluminya” kemudian Rukayah memeluk Salim erat sambil berkata dalam hati “Aku harus melakukan sesuatu, jika Salim mendapatkan cintanya maka hubungan Jalal dan Jodha tidak akan terpisah !” bathinnya sambil tersenyum sinis

Di dalam kamar Jodha, Rukayah menemui Jodha seraya berkata “Semua orang sedang menyiapkan pesta pernikahan Salim, kenapa kamu di dalam kamar saja ? Ayoolah ikutlah denganku” Rukayah mencoba mengajak Jodha untuk keluar kamar “Tidak ada apa apa”, “Ada masalah apa, Ratu Jodha ? Katakan padaku” akhirnya Jodha menceritakan semuanya pada Rukayah tentang kisah cinta Salim “Salim mencintai Anarkali, Ratu Rukayah” Rukayah pura pura shock sambil menutupi mulutnya dan tertawa kecil tapi Jodha tidak melihatnya ”Apa yang kamu katakan, Ratu Jodha ? Kamu seharusnya mengatakannya pada Yang Mulia” Jodha bingung “Tapi bagaimana caranya mengatakan hal ini padanya ? Yang Mulia telah berjanji pada Bhagwandas untuk pernikahan ini, bagaimana jika Yang Mulia tidak setuju dengan keinginan Salim ?” tepat pada saat itu Jalal memasuki kamar Jodha seraya berkata “Apa yang sedang kalian bicarakan berdua ?” kedua ratu itu panik begitu melihat kehadiran Jalal “Ini Jalal ,,, kami sedang membicarakan soal hadiah yang sedang kami pilih untuk Maan Bai” Rukayah langsung menimpali sambil melirik ke arah Jodha “Aku tidak khawatir tentang menantuku itu karena aku tahu dia pasti akan seperti Ratu Jodha” ujar Jalal sambil tersenyum kepada kedua istrinya ini “Bagaimana caranya mengatakan pada Yang Mulia tentang kebenaran yang ada ?” bathin Jodha dalam hati sambil melirik ke arah Jalal “Ratu Jodha, nanti malam kita akan jalan jalan ke tepi danau, jadi bersiaplah” ujar Jalal kemudian meninggalkan mereka berdua. Sepeninggal Jalal, Rukayah langsung berbisik “Kebetulan nanti malam kalian berdua akan pergi bersama, itulah saat yang tepat untuk menceritakannya padanya, Ratu Jodha” Jodha hanya menganggukkan kepalanya menyetujui usulan Rukayah

Di kamar Rukayah, Rukayah sedang membuat dua buah surat, tak lama kemudian salah satu germo dari tempat prostitusi menemuinya “Hoshiyar, tinggalkan kami dulu” Hoshiyar segera berlalu dari kamar Rukayah “Tolong berikan surat ini untuk Anarkali dan katakan padanya kalau surat ini dari Salim” sang germo menganggukkan kepalanya kemudian berlalu meninggalkan Rukayah, sepeninggal sang germo Rukayah langsung tertawa terbahak bahak “Sebentar lagi akan terjadi sebuah tontonan yang menarik” kemudian Rukayah menyuruh pelayannya untuk memberikan surat satunya untuk Salim. Tak lama kemudian, si pelayan menemui Salim dan mengatakan kalau ada surat dari Anarkali, Salim segera membacanya dan menyeringai senang.

Malam harinya, di kamar Jodha, Jodha sedang berdandan di temani oleh Moti “Jodha kamu kenapa ?” Moti merasa heran dengan sikap Jodha yang selalu diam dan merenung seorang diri “Tidak ada apa apa, Moti” tak lama kemudian pelayan mengabarkan kalau Jalal telah menunggu Jodha, Jodha segera keluar dari kamarnya.

Jalal dan Jodha saling bergandengan tangan menuju ke bungalow di tepi danau, kemudian mereka duduk di kursi, Jalal menyuruh Tansen untuk memainkan musiknya, Tansen segera memainkan musik untuk menghibur raja dan ratu tersebut, Jalal dan Jodha sangat menikmati alunan nada dan musik yang dimainkan oleh Tansen, sesekali Jalal melirik ke arah Jodha, Jodha tersenyum, Jodha menatap Jalal dengan perasaan cemas dan was was “Bagaimana kalau Yang Mulia jadi marah begitu mendengar berita ini ?” dilihatnya Jalal tersenyum bahagia, setelah Tansen selesai memainkan musiknya, Jalal segera memuji alunan lagu Tansen, Tansen sangat berterima kasih dan meninggalkan mereka berdua.

Malam itu, suasana nampak romantis, Jalal tidur di pangkuan Jodha, Jodha membelai rambut Jalal lembut “Yang Mulia, setelah kamu mencintai aku, hatimu mulai berubah” Jalal tersenyum seraya berkata “Cinta bisa terjadi kapan saja tapi ketika kamu mencintai seseorang, hatimu pasti akan menjadi sama dengan hatinya, lihat saja aku, jika aku tidak mempunyai cintamu maka aku tidak mungkin akan seperti ini, aku mungkin menjadi seorang Raja tapi bukan Raja yang dicintai oleh rakyatnya”, “Jadi kamu setuju bahwa tidak ada yang lebih indah daripada cinta ?” Jalal menganggukkan kepalanya “Iya !”, “Bagaimana jika kamu mulai mencintai aku sebelum kita menikah dan saat itu kita tidak bisa menikah maka apa yang akan kamu lakukan ?” Jodha mulai mencoba mengarahkan ke pokok permasalahan yang dihadapi Salim saat ini “Aku akan menghalau segala rintangan yang ada untuk mendapatkan kamu, semuanya sah dalam cinta dan perang, Ratu Jodha ,,, dan ketika takdir telah tertulis tentang hubungan kita maka kita harus bersatu” Jodha tersenyum “Salim adalah anak kita, dia juga bisa saja mencintai seseorang”, “Dia telah mencintai seseorang yaitu Maan Bai, sudahlah ,,, jangan bicara lagi, aku ingin jalan jalan di tepi danau” Jalal kemudian bangun dan menggandeng tangan Jodha untuk berjalan jalan bersamanya menikmati malam itu.

Tanpa mereka sadari ternyata di tepi danau, Salim sedang berdiri disana sambil menggenggam sebuket bunga mawar putih sambil tersenyum, tak lama kemudian Anarkali menemuinya dan memeluknya dari belakang dengan penuh cinta seraya berkata “Kita ini bagaikan sinar dan matahari, yang tidak bisa di pisahkan satu dengan lainnya” Salim segera berbalik, memandang Anarkali dan berkata “Jika sinar pergi menjauh dari matahari maka tidak akan ada jejak matahari, segera hubungan kita berdua akan resmi tapi aku sangat menyesal bila bertemu denganmu secara diam diam seperti ini” mereka saling tersenyum bahagia dan saling berpelukkan satu sama lain. Sementara itu di tepi danau tidak jauh dari Salim dan Anarkali berada, Jalal dan Jodha sedang saling bergandengan tangan menyusuri tepi danau. Di tempat Salim, Salim berkata pada Anarkali “Aku hanya akan menikahimu, ini adalah janjiku” ujar Salim masih memeluk Anarkali. Di tempat Jalal dan Jodha “Ratu Jodha, bersamamu, semuanya menjadi baik” ujar Jalal sambil terus menggandeng tangan Jodha “Yang Mulia, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu tentang Salim” Jalal saat itu sedang melihat lihat kesekeliling danau dan tiba tiba mata Jalal tertuju pada Salim yang sedang berdiri disana sambil memeluk seorang gadis, Jalal terlihat sangat marah menatap kemesraan mereka berdua, sementara Jodha mulai cemas dan takut melihat amarah suaminya... sinopsis Jodha Akbar episode 543 by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Back To Top