Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 538 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 538 by Sally Diandra. Di kamar Jalal, Jalal akhirnya melayani tantangan Jodha dalam bertarung menggunakan pedang, Jalal mengambil pedang yang lain, kemudian mereka terlibat duel yang cukup serius, beberapa kali Jalal merasa kewalahan meladeni Jodha, tenaga Jodha cukup kuat ketika bertarung dengan Jalal, beberapa kali Jalal berusaha bertahan dari serangan Jodha, beberapa kali pula Jalal jatuh di kursi atau terkapar di ranjang, gara gara serangan Jodha yang bertubi tubi. Tenaga Jodha sangat kuat ketika Laboni merasuki tubuhnya, hingga akhirnya pedang Jalal terbelah menjadi dua, Jalal terperangah “Waah, kamu memang sangat luar biasa hebat !” Jodha tersipu malu mendengar ucapan Jalal “Tidak ada kata yang bisa mengungkapkan kehebatanmu, Ratu Jodha !” Jodha segera menghampiri Jalal dengan pedang masih ditangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang leher Jalal dan di dekatkannya pedang itu di leher Jalal “Kekuatan Laboni memang sangat luar biasa, tapi aku tidak khawatir karena dia pasti tidak akan membunuh aku” bathin Jalal dalam hati sambil tersenyum ke arah Jodha “Kalau begitu, ajaklah aku ke medan perang, Yang Mulia” Jalal melepas tangan Jodha yang melingkar di lehernya “Kamu tetap tidak bisa ikut denganku, Ratu Jodha ,,, karena apa kata musuhku nanti kalau mereka tahu bahwa Yang Mulia Raja Jalalludin Muhammad Akbar ternyata sudah tidak tangguh dan berani lagi karena dia membawa istrinya sebagai pengawalnya ?” Jodha sedikit berpikir dan mencerna ucapan Jalal sambil sedikit menjauh dari Jalal “Tapi aku janji, aku akan pulang segera besok malam, ini hanyalah sebuah pemborentakan kecil yang terjadi di luar Agra dan sangat mudah di tumpas” Jodha tersenyum dan kembali menghampiri Jalal sambil merayunya agar mau menghabiskan malam ini bersama Jodha “Maaf, Ratu Jodha ,,, malam ini aku lelah dan aku harus segera beristirahat karena besok aku harus berangkat perang” Jalal pamit sambil memberikan salam ke Jodha dan meninggalkan Jodha disana

JA logo 100Malam itu Jalal menemui Salima dan Rukayah, Jalal mengutarakan rencananya kalau besok dirinya mau pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan permasalahan ini “Ratu Salima, tolong kamu sebarkan abu yang ada di dalam kotak ini di sekeliling kamar Ratu Jodha, abu ini sudah dimantra mantrai untuk Laboni, abu ini pemberian Shagnui Bai, abu ini bisa membuat Laboni lemah untuk sementara waktu” Jalal memberikan kotak itu ke Salima “Tapi kamu harus hati hati, jangan sampai Laboni mengetahui semua ini” Salima menganggukkan kepalanya

Keesokan harinya, Jalal telah siap hendak pergi berperang bersama para prajuritnya, semua anggota keluarga kerajaan mengantarkan Jalal di halaman tengah istana, tak lama kemudian Jodha datang menemui Jalal, Laboni masih mengikutinya di belakang, Jalal segera memberikan pedangnya untuk mendapatkan tilak dari Jodha, Jodha tertegun menatap pedang Jalal “Kenapa Ratu Jodha ?” Jalal merasa heran melihat Jodha yang hanya diam saja dan tidak melakukan aarti untuknya “Yang Mulia, bukankah ini bukan pedang yang biasa kamu gunakan untuk berperang ?” Jalal tersenyum seraya berkata “Ratu Jodha, bukankah pedangku itu sudah kamu patahkan pada pertarungan kita kemarin malam ?” Jodha terkejut, sementara Laboni menyeringai senang dan berkata “Semalam aku telah mengalahkan Jalal, Jodha !” Jodha mengerti maksud Jalal kemudian Jodha melakukan ritual aarti dan tilak pada pedang Jalal seraya berkata “Pulanglah segera, Yang Mulia ,,, aku akan selalu menunggumu” Jalal tersenyum dan segera berlalu meninggalkan mereka

Jalal bersama para prajuritnya berserta Salim, Rahim dan Abu Fazal ternyata bukan berperang melainkan mendatangi kuil Dewi Kali “Ratu Jodha, selalu berdoa untuknya dan aku yakin Dewi Kali akan menolong Ratu Jodha, Ratu Jodha selalu melakukan pooja untuknya, ketika aku pergi berperang, maka sekarang aku akan melakukan pooja untuknya, ini adalah sebuah ujian tidak hanya untuk aku dan Ratu Jodha tapi juga buat Dewi Kali” bathin Jalal dalam hati kemudian Jalal berdoa untuk Jodha apapun caranya, Shagnui Bai menghampiri Jalal dan pooja pun segera di lakukan “Laboni akan segera berakhir !” ujar Shagnui Bai

Sementara itu, di kamar Jodha ,,, Jodha sedang termenung sedih sambil duduk di lantai, sedangkan Laboni tiduran di ranjang sambil bernyanyi nyanyi, Laboni merasa bahagia “Kamu tahu, Jodha ,,, aku tidak bisa menghabiskan satu menitpun tanpa Jalal, aku heran kenapa sih kamu mengirimkan dia ke medan perang ?” Jodha hanya diam saja, kemudian Laboni melihat pakaian Jalal ada di meja, Laboni segera mengambil baju Jalal dan diciuminya baju Jalal penuh gairah “Malam ini aku menghabiskannya bersama kamu, aku benci itu ! Malam ini adalah malam bulan purnama, malam yang terpenting bagi setiap arwah, aku akan sangat mencintai Jalal karena kekuatanku akan bertambah pada malam hari ini tapi bagaimana kita menghabiskan malam ini ?” Laboni menghampiri Jodha “Kita seharusnya membuat kamu bersiap siap berdandan, kamu harus terlihat cantik malam ini, panggil pelayanmu itu ! Dan perintahkan padanya untuk mengirimkan seorang tukang rias ! Tubuh itu memang tubuhmu tapi untuk urusan make up harus sesuai dengan keinginanku, ayooo cepat panggil pelayanmu itu !” Jodha menatap Laboni ketus “Tidak ! Aku tidak mau !” Laboni marah dan mencengkram pipi Jodha dengan tangannya “Apa kamu bilang ? Kamu berani bilang tidak ke aku ?” Jodha hanya terdiam tanpa rasa takut “aku tahu kalau kamu itu bisa bertahan dengan penderitaanmu tapi bagaimana dengan keluargamu ? Bagaimana jika Aram Bano, apakah dia bisa bertahan dengan penderitaannya yang aku buat ?” Jodha panik sambil menggelengkan kepalanya “Cepat panggil pelayanmu !” Jodha segera memanggil Moti, dengan tergopoh gopoh Moti menemui Jodha “Moti, tolong panggilkan Anarkali untuk merias aku” Moti menganggukan kepalanya dan segera pergi meninggalkan Jodha “Nah itu baru bagus ! Aku hanya menunggu malam ini !” ujar Laboni sambil tertawa terbahak bahak dan berputar putar di dalam kamar Jodha

Di ruang keluarga, Hamida, Rukayah dan Salima sedang membahas soal Laboni “Ratu Salima, Ratu Rukayah ,,, jangan sampai ada kesalahan lagi yang akan kita lakukan, jika Laboni mengetahui semua ini, dia bisa saja melukai kamu juga “Aku bisa mengambil resiko ini demi nyawa Ratu Jodha” Salima memegang kotak yang diberikan oleh Jalal kemarin, yang berisi abu yang telah dimantrai “Lalu apa yang akan kita lakukan dengan ini ? Arwah Laboni selalu bersama dengan Jodha pada siang hari, bagaimana jika dia mencurigai kita ?” Rukayah nampak cemas “Kita harus melakukan sesuatu dan harus menaburkan abu ini di kamar Ratu Jodha” ujar Salima, tepat pada saat itu Moti menghampiri mereka “Ratu Salima, Ratu Jodha menyuruh aku untuk memanggil Anarkali” Salima merasa mendapat sebuah ide “Moti, kamu tetap bersama Ratu Jodha, Anarkali tidak tahu apa apa tentang Laboni. aku akan pergi ke sana segera dan menemuinya, ini akan berbahaya untuk nyawanya juga” ujar Salima

Salima menemui Anarkali “Mengapa anda datang kesini, Ratu Salima ? Anda bisa saja memanggil aku” Anarkali kaget ketika Salima muncul di tempatnya “Anarkali, aku harus bicara yang sangat penting sama kamu, jika aku memanggil kamu maka Ratu Jodha pasti akan curiga, maksudku arwah yang ada di sekitar Ratu Jodha akan curiga” Salima kemudian menceritakan semuanya tentang Laboni ke Anarkali, Anarkali teringat ketika Salim menceritakan semuanya dulu “Lalu bagaimana saya bisa menolong anda, Ratu Salima ?” Anarkali mulai bisa memahami situasi yang ada “Laboni telah memanggil kamu untuk meriasnya, kamu harus membawa Ratu Jodha keluar dari kamarnya, dengan begitu maka kami bisa dengan mudah menaburkan abu ini” Anarkali menganggukkan kepalanya “Aku akan mencobanya”, “Kamu harus melakukan ini semua ! Laboni itu sangat cerdas ! Jangan sampai dia mencurigai kamu, kamu harus menjauhkan Laboni dari kamar Ratu Jodha, semua berada di tanganmu sekarang” ujar Salima penuh harap “Aku akan melakukannya meskipun aku harus kehilangan nyawaku sendiri” ujar Anarkali

Pada malam harinya, Jodha sudah kerasukan arwah Laboni, Jodha menunggu kedatangan Anarkali di kamarnya “Moti ! Moti ! Moti ! Di mana itu Anarkali !” Jodha nampak marah dan tepat pada saat itu Anarkali menemui Jodha “Aku sudah menunggu kamu dari tadi ! Mengapa kamu begitu lama ? Yang Mulia bisa saja datang kapan saja, ayoo cepat bantu aku berdandan !” Jodha segera duduk di depan meja riasnya “Tapi sebelumnya, tolong ambilkan kinang yang ada di atas meja itu !” Anarkali memberikan kinang tersebut ke Jodha, Jodha memakannya dengan lahap sambil menjilati jemarinya

Di kuil Dewi Kali, Jalal sedang melakukan ritual pemujaan bersama Shagnui Bai, sementara Rahim, Salim dan Abu Fazal melihatnya dengan perasaan cemas “Yang Mulia, apakah kamu sudah siap untuk berkorban ?” Jalal mengangguk mantap “Aku bisa melakukan apa saja untuk Ratu Jodha !” Jalal segera berlutut, semua yang hadir disana nampak panik “Saatnya telah tiba, Yang Mulia” Shagnui Bai mengambil pedang yang dibawa oleh Jalal tadi, Jalal masih menundukkan kepalanya sambil teringat ketika Jodha memintanya untuk segera pulang, Jalal menutup matanya... Sinopsis Jodha Akbar episode 539  by Sally Diandra

Bagikan :
loading...
Back To Top