Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 458 by Sally Diandra

Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 458 by Sally Diandra. Di tempat sidang, malam itu Jodha kembali dihadapkan pada satu kasus yang harus segera diputuskan, salah seorang perempuan mengatakan “Radha, Surjan (nama samaran Jalal) dituduh karena berkeliaran disekitar tenda perempuan” Jodha sedikit terkejut sambil memperhatikan Jalal yang berdiri didepannya, sementara Jalal diam saja dengan muka memelasnya “Bagaimana sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 458mengatakan pada mereka bahwa Yang Mulia mendatangi tendaku” bathin Jodha dalam hati “Kita disini telah bekerja siang dan malam dan laki laki ini malah bermain mata dengan gadis gadis yang ada disini” ujar salah seorang warga “Kami waktu itu sedang duduk duduk diluar ketika kami melihat dia memasuki tenda seorang perempuan” warga yang lainpun menimpali “Sebenarnya apa yang kamu lakukan di dekat tenda perempuan” Jalal hanya diam saja, dia tidak tahu harus berkata apa, sementara Jodha juga gelisah bagaimana mengatakan pada warga penduduk “Dia memasuki tendaku !” tiba tiba Jodha angkat bicara, semua yang hadir disana terkejut mendengarnya “Dia datang padaku untuk mengatakan kalau istrinya sedang sakit, dia ingin meminta obat makanya dia mendatangi tendaku dan mengambil obat”, “Baiklah kalau begitu, kita ampuni dia kali ini akan tetapi jangan lakukan kesalahan seperti ini lagi !” Jalal menganggukan kepalanya “Yaa, baik hal semacam ini tidak akan terjadi lagi” ujar Jalal sambil memandang wajah Jodha cukup lama sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut diikuti oleh Rukayah “Dia sepertinya menyembunyikan sesuatu” ujar salah seorang warga, Jodha hanya bisa diam dan merasa was was.

Diistana kerajaan di Agra, Shama saudara sepupu Haidar sedang berjalan jalan di teras istana, kebetulan saat itu dia berpapasan dengan Birbal, seketika itu juga Shama langsung memperkenalkan dirinya “Nama saya Birbal” ujar Birbal ramah “Ooo kamu Bharmal ? Ayahnya Ratu Jodha ?” Shama rupanya mempunyai kelainan pada telinganya alias agak kurang bisa mendengar dengan jelas “Oooh tidak, dia ini ternyata punya masalah, aku harus segera pergi dari sini atau aku akan menjadi gila dengan semua pertanyaan pertanyaannya” bathin Birbal dalam hati “Haiii lihat itu Haidar !” Shama langsung menoleh kebelakang melihat sesuatu yang ditunjuk oleh Birbal ternyata tidak ada siapa siapa disana sedangkan Birbal sudah menghilang dari depan Shama “Huh ... Aku akan mencari Haidar, Haidar ... Haidar ... Haidar !”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4581Dipedesaan, Jalal sedang bekerja membuat makanan, Jalal sedang mengaduk aduk makanan yang terdapat dalam dua panci besar, Jodha mendatanginya “Surjan ! Kamu harus bekerja lebih cepat !” Jalal langsung menganggukkan kepalanya menuruti perintah Jodha, kemudian Jodha duduk didepan Jalal sambil berbisik “Lihat kan, kamu hampir saja tertangkap”, “Jadi apakah aku harus berhenti bertemu dengan istriku ?” Jalal tersenyum nakal “Melihat bagaimana kamu menyelamatkan aku tadi malam, kamu memang cerdas, Ratu Jodha” ujar Jalal dengan nada berbisik sambil menumbuk rempah rempah “Mulai sekarang kamu harus hati hati, jangan temui aku secara terang terangan, kamu tidak boleh menemui aku seperti ini lagi”, “Aku janji, mulai sekarang jika aku akan menemuimu, tidak ada seorangpun yang akan bisa melihatku, Ratu Jodha” Jodha kemudian bediri dan bicara agak keras ke Jalal “Mana sini bumbu yang sudah ditumbuk !” Jalal memberikannya ke Jodha kemudian Jodha pergi meninggalkannya, Jalal tersenyum nakal sambil memikirkan sesuatu.

Disuatu tempat Syarifudin sedang berkumpul dengan anak buahnya “Aku akan pergi ke Agra seorang diri, anak buah Maan Sigh ada dimana mana, kamu tidak inginkan ada masalah apapun yang terjadi nanti, aku akan pura pura sebagai orang sakit maka mereka pasti akan mengijinkan aku masuk ke Agra” ujar Syarifudin pada anak buahnya

Pada malam hari, Jalal terbangun dari tidurnya didalam tenda sementara Rukayah tertidur pulas disebelahnya “Kenapa aku merasa sangat panas malam ini ?” Jalal segera keluar dari tendanya lalu dia melihat ke langit, tiba tiba sebuah cahaya yang cukup kuat dan terang turun ke bumi dari langit, Jalal sangat terkejut karena kilau sinarnya sungguh menyilaukan mata, tiba tiba langit menjadi terang “Apa ini ? Keajaiban apa ini ?” Jalal mencoba untuk menyentuh sinar tersebut, ternyata cukup menyakitkan “Benda apa ini ?” Jalal sangat keheranan apalagi ketika dilihatnya orang orang yang lalu lalang disana tidak begitu peduli dengan sinar tersebut “Badai apa lagi ini ?” Jalal bertanya tanya dalam hati “Ini adalah badai dalam hatimu, Jalal ... Ketika badai ini berakhir, maka badai yang ada dilangit akan pergi juga, kamu telah diberi tugas untuk menolong rakyatmu, kamu telah dikirimkan ke rakyatmu sebagai seorang malaikat akan tetapi apa yang telah kamu lakukan, Jalal ? Kamu telah merendahkan posisi malaikat”, “Siapa kamu ?” tiba tiba saja sinar terang dari langit itu mendadak lenyap seketika, Jalal merasa keheranan “Benda apa itu tadi ? Aku seperti bermimpi melihatnya” tak lama kemudian langitpun menjadi gelap kembali seperti semula, ketika ada seorang warga yang melintas didepannya, Jalal berkata “Tadi ada badai yang datang, tuan”, “Badai ? Badai apa ya ? Saya rasa tidak ada badai disini, kamu itu seharusnya bekerja, pergilah” Jalal sedikit kesal “Aku tidak sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4583mau bekerja”, “Heiii ... Kamu kira kamu ini seorang Raja ? Kita ini orang biasa hanya rakyat biasa bukan Raja ! Kita harus bekerja keras untuk mendapatkan makanan, ayooo ikut saya !” Jalal pun menurut kemudian mengikuti pria tersebut.

Keesoka harinya Jalal sedang membuat makanan, dalam hatinya berkata “Tuhan telah mengambil semuanya dari aku maka aku bisa melihat bagaimana perasaan cinta kasih yang ada pada rakyatku, Dia telah membuat aku belajar bagaimana caranya bekerja, bagaimana caranya mencari uang untuk mendapatkan makanan, sekarang aku harus bekerja keras !” Jalal benar benar bertekad untuk merubah dirinya, dari kejauhan Jodha terharu melihat suaminya yang giat bekerja tanpa kenal lelah, beberapa warga penduduk juga mengagumi kerja keras Jalal, Jodha lalu mendekati Jalal sambil berbisik “Sudah tinggalkan saja pekerjaan itu !”, “Aku ini rakyat biasa, aku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang dan aku mempunyai kamu yang selalu bersamaku untuk merawat aku” Jodha tersenyum mendengarnya, tiba tiba ibu kepala desa menghampiri mereka berdua “Surjan, buat makanan itu secepatnya ya !”, “Baik, nyonya”, “Apakah istrimu Madura (nama samaran Rukayah) bisa membuat makanan juga ?” Jalal segera menganggukkan kepalanya “Istri saya biasa membuat makanan yang enak di istana” ibu kepala desa heran “Istana ?” Jalal langsung tersadar dengan ucapannya “Setiap pria adalah seorang Raja di rumahnya dan setiap rumah adalah istana bagi keluarganya”, “Baiklah, aku akan memanggil istrimu, dia akan membuat makanan” ibu kepala desa segera berlalu dari hadapan mereka, Jodha tersenyum geli melihatnya “Kamu seharusnya tidak perlu mengatakan bahwa istri kamu bisa membuat makanan yang enak, sekarang Rukayah pasti dapat masalah” Jalal hanya tersenyum ke Jodha.

Tak lama kemudian, ada seorang pria bernama Jagdev mengunjungi desa tersebut, dia mulai membagikan bahan makanan untuk orang miskin, kemudian dia menemui Jodha “Kamu melakukan pekerjaan yang hebat untuk rakyat miskin” kemudian Jodha mengenalkan Jalal ke Jagdev, ibu kepala desa juga ada disana “Tuan, bahan makanan yang kamu bawa itu masihlah belum cukup untuk warga penduduk yang ada disini”, “Raja kita tidak peduli dengan kita, aku sudah pernah menemui menterinya dan meminta pada mereka untuk memberikan bahan makanan lagi akan tetapi mereka menolak memberikannya, aku bawa bahan makanan ini dari rumahku” Jalal yang mendengarkan percakapan mereka berkata dalam hati “Bagaimana mungkin ?” secara berbisik Jalal berkata ke Jodha “Aku telah mengirimkan bahan makanan itu untuk desa ini tapi mengapa tidak sampai kesini juga ?” dalam hatinya berkata “Siapa yang telah melakukan semua ini ? Siapa yang tidak ingin menolong rakyatku ?” salah seorang warga berkata ke Jagdev “Kamu ini persis seperti Radha, itulah mengapa kamu datang kedesa kami” Jagdev tersenyum “Jangan berkata seperti itu, jangan merendahkan wanita seperti Radha”

Jiwa Jalal berkata : “Kita mencoba menolong rakyat kita, kita sedang sibuk memulihkan warga penduduk saat itu dan dilain pihak Mirza Hakim siap menyerang Agra”

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4584Para menteri sedang mendiskusikan tentang serangan Mirza, salah satu menteri berkata “Mirza tahu tentang semua jalan masuk ke istana ini, dia itu berbahaya”, “Inilah saatnya untuk perang !” ujar Birbal sambil berkata pada Danial dan Murad untuk memimpin perang kali ini “Mereka tidak punya pengalaman apapun dalam berperang, tuan Birbal” Haidar keberatan dengan rencana Birbal “Aku yang akan pergi berperang ! Aku yang akan memimpin peperangan ini sebagaimana aku dulu telah belajar dan mengalaminya juga” Salim mengambil inisiatif untuk memimpin perang ini “Tapi Pangeran, kamu tidak boleh meninggalkan istana ini, kamu dibutuhkan disini” salah satu menteri yang bernama Fazal keberatan dengan inisiatif Salim “Aku adalah putra mahkota jadi akulah yang memutuskan ! tuan Birbal siapkan semua perlengkapanku untuk perjalanan ini !” Haidar tersenyum sinis mendengarnya.

Dipedesaan, salah seorang anak buah Jalal menemui Jalal dan menginformasikan padanya dengan berbisik bisik bahwa Birbal akan segera menemui Jalal. Sementara itu seorang pria yang tidak terlihat wajahnya nampak memasuki sebuah gudang, semua karung bahan makanan terletak disana “Berapa karung bahan makanan yang disimpan disini ?”, “Sekitar 310, tuan” ujar anak buahnya “Bagus !” kemudian pria itu pergi meninggalkan tempat tersebut.

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com 4585Jalal sedang berbaring di tendanya sambil memikirkan sesuatu, tiba tiba Jodha datang menemuinya “Kamu seharusnya tidak perlu kesini, Ratu Jodha ... seseorang akan melihat kamu” namun Jodha tidak bergeming dan segera mengambil tangan Jalal yang terluka karena memegang panci panas waktu memasak tadi “Yang Mulia, seperti yang aku katakan padamu, tinggalkan desa ini, warga penduduk disini membenci Yang Mulia Raja Jalalludin dan jika mereka tahu bahwa kamu adalah dia maka mereka akan berbahaya bagi kamu dan aku tidak bisa melihat kalau kamu menderita” Jodha sangat sedih membayangkan kalau semua itu terjadi “Ratu Jodha, aku datang kesini untuk bertemu kamu tapi sekarang aku merasa nyaman bekerja disini dan lagi aku ingin tahu siapa orangnya yang tidak membiarkan bahan makanan itu sampai disini yang dikirim dari istana” Jalal bersikeras untuk tinggal didesa itu “Aku pikir saat ini rakyat telah merubah opini mereka akan tetapi kamu tetap berusaha untuk menolong mereka”, “Tenang, Ratu Jodha ... segera waktu terbaik untuk rakyat kita akan datang tapi aku benar benar ingin tahu ketika aku mengirimkan bahan makanan itu ke desa ini, mengapa semuanya tidak sampai disini ?” Jalal penasaran dengan hal ini, begitu pula Jodha “Sepertinya ada seseorang dibalik ini semua, Yang Mulia”, “Aku akan segera mencari tahu siapa yang ada dibalik konspirasi ini !” Sinopsis Jodha Akbar episode 459 by Sally Diandra. 

Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top