Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 226 by Jonathan Bay

Sinopsis Jodha Akbar episode 226 by Jonathan Bay. Malam itu juga, Jalal meninggalkan Amer, kembali ke Agra dengan wajah murung.  Jodha yang menolak untuk ikut ke Agra juga tak kalah murungnya. Jodha berpikir,  "aku kesal padamu karena kau mempertanyakan kesetiaanku. Dan kemarahanku beralasan. Jika aku setuju pergi denganmu, itu akan menyakiti kehormatanku. Tapi aku berada dalam dilema. Aku tidak mau vlcsnap-2014-11-13-21h08m33s104pergi bersamamu, tapi aku juga tidak mau kau pergi dariku. Aku merasa seperti aku kehilangan sesuatu yang sangat berharga bagiku."

Disaat bersamaan, diatas kudanya, jalal berpikir, "bahkan aku merasa seperti aku meninggalkan bagian dari diriku di Amer. Tubuhku kembali ke Agra tapi jiwaku ada di Amer. Aku melakukan banyak hal untuk menyenangkanmu. Aku menelan harga diriku. Minta maaf berkali-kali. Tapi aku tidak bisa membujukmu. Aku meninggalkan tahta dan mahkotaku dan menghabiskan hari-hari mencarimu. Hanya agar aku bisa mendapat maafmu."

Terdengar percakapan Jiwa Jalal dan Jodha.
Suara Jiwa Jodha
: "aku tidak setuju kembali ke Agra bersamamu. Tapi setelah kau pergi, aku mulai menyesali keputusanku. Setiap saat aku terus memikirkan dirimu. Semua yang aku dapatkan adalah airmataku dan kenanganmu."
vlcsnap-2014-11-13-21h09m24s118Suara Jiwa Jalal: "tapi apa gunanya meneteskan air mata? Kau belum siap untuk datang denganku. Aku merasa seperti aku kehilanganmu.  Perlu waktu sebulan untuk merubah benci menjadi cinta. Tapi hanya butuh sekejap untuk merubah cinta menjadi benci. Cintaku tidak tahan melawan harga dirimu, Ratu Jodha. Aku punya tahta dan mahkota. Tapi aku tidak punya pendamping di sampingku. Pada saat itu, aku merasa seperti aku ini pria yang paling kesepian di bumi. Aku merasa seperti musafir tanpa tujuan. Aku kembali ke Agra hanya untuk melakukan tugasku sebagai seorang kaisar. Sebenarnya, aku ingin tinggal di Amer bersamamu."
 
Di Agra, Hamida sedang hilir mudik di kamarmya, memikirkan Maham anga yang pergi ke dalam hutan belantara. Hamida penasaran sekali dengan apa yang di lakukan Maham. Muncul berbagai macam dugaan dalam pikiran Hamida, tapi Hamida menepis semua itu karena dia tahu Maham sangat mencintai Jalal lebih dari anaknya sendiri. Jadi tidak mungkin dia berkonspirasi melawan Jalal. Salima datang menemui Hamida. Salima memberi salam dan bertanya apakah Hamida memanggilnya? Hamida  menyuruh salima duduk dan mengatakan kalau dirinya sedang membutuhkan sarannya. Hamdia lalu menceritakan tentang Maham Anga dan apa yang di lihatnya. Di akhir ceritanya hamida bano berkata, "sejak itu, aku sangat kesal. AKu tidak senang melihat Maham pergi diam-diam ke dalam hutan belantara. Mungkin itu bukan sebuah masalah yang harus di khawatirkan. Tapi kau tidak bisa menyembunyikan perasaan curiga." Salima menyarankan agar Hamida menanyakan langsung pada Maham daripada menyimpan kecurigaan. Karena kalau tidak di bicarakan masalahnya, itu bisa merusak banyak hubungan selamanya. Hamida takut kalau nanti maham tersinggung, karena dia sangat mengkhawatirkan Jalal. Salima berkata, "aku rasa dia tidak akan tersinggung, ibu. Jika dia tidak melakukan sesuatu yang salah, lalu dia akan mengerti kenapa kau khawatir." Hamida sangat senang dengan saran Salima dan mengucapkan terima kasih. Salima juga berkata kalau dia senang bisa membantu hamida dan akan menyuruh pelayan untuk memanggil maham anga.

vlcsnap-2014-11-13-21h09m34s216Sinopsis Jodha Akbar episode 226. Maham anga datang menemui Hamida. Dia berkata, "aku sudah lama menjadi pelayan setia kerajaan mughal, dan kau mencurigai aku?" Hamida tidak membenarkan ataupun menyangkal, dia hanya menatap Maham dengan rasa ingin tahu. Maham melanjutkan, "yang mulia, memang benar kau yang melahirkan jalal, tapi aku yang menyusui, membesarkan dan mengajarinya berjalan. Kau lebih memperhatikan Jalal daripada anakku  sendiri. Dan kau menanyakan kesetiaanku?" Hamida meminta maham agar tidak tersinggung, "aku bukan mempertanyakan kesetiaanmu dan tidak menuduhmu. Aku hanya ingin tahu kenapa kau pergi diam-diam kehutan belantara di belakang kuil, aku khawatir padamu. Tolong beritahu aku!" Maham memberitahu Hamida kalau dia pergi kesana untuk menenangkan diri dan berdoa, karena dia sangat khawatir tentang jalal. Dan dia merasa mendapat ketenangan kalau pergi kesana. Hamida berkata kalau maham punya kamar sendiri dan bisa berdoa kekamarnya dengan tenang. Maham berkata kalau dia tidak bisa menjelaskan, tapi setiap kali ada masalah dia pergi kesana dan merasa damai. Maham menawarkan, kalau hamida masih penasaran, dia bisa ikut denganya ke sana. Hamida langsung menyetujui dan mengajak Maham pergi kesana sejkarang juga, hanya berdua. Maham jadi gelisah dan bingung.

Atgah sedang berbicara dengan Atemad khan. Atgah shah terkejut dan tak habis pikir, kenapa maham melakukan itu, padahal jalal sudah menganggap maham seperti ibunya sendiri.  Athemad berkata kalau dirinya dan dilawar sudah 2 hari berada di agra, apa tidak sebaiknya kalau mereka pergi? Atgah melarangnya dan meyuruh mereka menunggu kepulangan jalal. Athemad bertanya apakah itu artinya Atgah menahannya? Atgah berkata, "tidak ahtemad khan, aku memintamu tetap disini adalah untuk keselamatanmu sendiri. Pikirkan, jika Maham anga adalah dalang di balik konspirasi ini, dan mengatahui kalau kau atau dilawar khan datang menemuiku, bisa jadi hidupmu mungkin dalam bahaya." Atgah khan akan menempatkan pengawal di depan kamar mereka untuk berjaga-jaga. Pada penjaga Atgah berkata agar memastikan kalau keamanan untuk ahteman dan dilawar di perketat dan tidak tertembus. Karena jika kedua orang itu mengatakan yang sebenarnya, maka hidup mereka pasti dalam bahaya. Atgah berharap Maham tidak mendengar kabar ini. para penjaga segera pergi untuk menjalankan perintah atgah. Dlam hati atgah berkata, "kalau maham anga tahu kalau Sujamal menyamar sebagai Dilawar, kenapa dia tidak menangkapnya?"

vlcsnap-2014-11-13-21h10m05s9Maham membawa Hamida ke hutan tempatnya berdoa. Hamida berkata kalau dulu sepertinya tempatnya tidak sejauh ini. Maham bertanya apakah Hamida lelah dan takut? Hamidi berkata dia bersama maham dan tidak takut apa-apa. Maham membawa Hamida memasuki hutan, dan memintanya agar dekat-dekat denganya. Di sebuah belokan, gaun hamida tersangkut ranting. Hamia melepaskan ranting itu, tapi setelah berhasil, dia tidak melihat maham. Hamida berteriak-teriak memanggil maham. Tiba-tiba Maham muncul di belakangnya dan memintanya agar mengikuti dia dan tidak boleh jauh-jauh, karena bisa-bisa hamida tersesat. Maham membawa Hamida masuk kesebuah gua dimana dia berdoa. Maham menunjukan tikar di lantai. Hamida masih penasaran. Tapi tak bisa berkata apa-apa. Setelah ini, maham meminta hamida agar tidak mencurigainya lagi. Maham kemudian mengajak Hamida pergi dari tempat itu.

Sinopsis Jodha Akbar episode 226. Jalal tiba di istana Agra. Pelayan berlari memberitahu Ruq kalau Jalal datang. Ruq bertanya, jalal datang sendiri atau besama Jodha. Pelayan mengatakan kalau Jalal sendirian. Ruq tersenyum senang. Pelayan juga memberitahu Hamida kalau Jalal datang. Hamida sangat kecewa karena Jodha tidak datang bersamanya. Gulbadan menenangkan Hamida, "Jalal pasti menemukan Jodha. Sekarang Jalal sudah datang, kau bisa tanya langsung padanya apa yang sudah terjadi. Ayo kita pergi menyambut kedatanganya."

vlcsnap-2014-11-13-21h10m34s28Para ratu dan Maham menyambut jalal. Jalal turun dari kudanya. Semua memberi hormat padanya.  Maham tertawa lebar menyambut jalal. Dia menyuapi Jalal manisan, melihat itu, adham membuang muka tak suka. Maham mengatakan kalau dia senang jalal pulang dengan selamat, "yang mulia, di mana ratu Jodha? Aku juga ingin menyambutnya." Jalal dengan sedih mengatakan kalau Jodha tidak datang bersamanya. Maham pura-pura perhatian dan sedih. Atgah dalam hati berkata, "maham anga tidak pernah menunjukan perhatian seperti ini pada ratu Jodha. Lalu kenapa mengkhawatirkannya sekarang? Benar-benar mencurigakan. Dia pasti pura-pura khawatir karena merasa bersalah."

Ruq tak dapat menahan perasaanya. Di depan semua orang dia berlari memeluk Jalal dan dengan gembira berkata, "jalal, aku sangat senang kau sudah kembali. Aku tak bisa gambarkan dalam kata-kata betapa bahagianya aku. Aku sangat merindukanmu, Jalal. kau bahkan tidak mengirim kabar padaku. tapi tak apa. Tidak ada yang lebih baik selain keyataan kalau kau sudah kembali dengan selamat." Ruq mengajak Jalal pergi dengannya, karena di ingin menceritakan banyak Hal. Tapi jalal menolak dengan alasan kalau dirinya sangat lelah. Jalal menatap sekeliling mencari Hamida, tapi tak melihatnya. Jalal bertanya, "ibu kemana?" Gulbadan memberitahu Jalal kalau Hamida tidak terlalu sehat. Lalu dengan diringi Atgah, Jalal melangkah pergi.

Jalal menemui Hamida yang duduk sedih seorang diri. Jalal mendekati Hamida dan berkata, "ibu, aku sudah berjanji padamu. Bahwa aku akan membawa putrimu kembali bersamaku..." Hamida dengan wajah sedih dan nada tidak suka bertanya, "lalu kenapa kau di sini sendirian, jalal? Kenapa Jodha tidak kembali bersamamu? Jawab aku, Jalal!"

vlcsnap-2014-11-13-21h10m55s1Di Amer, Menawati juga sedang memarahi Jodha yang menolak untuk makan, "kau berikan jawaban yang sama setiap kali mereka membawakan mu makanan. Tidak mau makan atau kau tidak merasa mau makan. Sudah lima hari Jodha dan kau hanya duduk di dalam kamarmu. Kau belum makan apapun. Ada apa? Beritahu aku, Jodha! Apa kau ingin menyusul yang mulia ke Agra?" Jodha menatap Menawati dengan perasaan tak menentu mendengar dia menyebut yang mulia dan Agra. Menawati menjadi hilang kesabaran, "jawab aku, Jodha! Apa yang kau inginkan? Setiap harga diri ada batasnya. Kau jangan seperti itu. AKu sudah tahu kalau hatimu terluka. Aku kira akan baik-baik saja, tapi aku salah. Kau sepertinya tidak peduli. Kaisar datang untuk meminta maaf padamu. Dia memohon pengampunan. Dia tidak membuat kesalahan besar itu dengan sengaja. tapi kau menolak untuk memaafkannya." #sinopsisjodhaakbar.blogspot.com

Di Agra, Hamida berkata, "kau telah membuat kesalahan besar, Jalal. Hukuman apapun akan terlalu kecil untuk apa yang sudah kau lakukan. Jodha melakukan banyak hal untuk kepentinganmu. Dia minum racun untuk menyelamatkan hidupmu. Dia mempertaruhkan hidupnya untuk menyelamatkan hidupmu. Dan kau menuduh dia tidak setia? Mencurigainya. Aku merasa malu memanggilmu putraku! Kau berjanji akan membawanya kembali. Lihat dirimu, kau berani datang padaku tanpanya. dan bilang kalau kau tidak bisa menepati janjimu. Karena kau tidak bisa menyakinkan Jodha agar kembali. Jawab aku, Jalal. Di mana anakku?" Jalal setengah menangis berkata, "ibu, aku telah lakukan semua cara untuk menemukannya. Aku berhasil menemukannya. Tapi aku gagal membujuknya untuk kembali ke Agra. Dia tidak mau memaafkan aku, ibu. Dia sangat marah padaku. AKu merasa sangat malu  karena tidak dapat menepati janjiku padamu, ibu.  Kuharap suatu saat kau akan meaafkan aku." Tanpa menunggu sahutan Hamida jalal dengan gontai melangkah pergi.

vlcsnap-2014-11-13-21h11m48s16Di Amer, Menawati berkata, "jika kau sudah memutuskan tidak ingin kembali, kenapa terus memikirkan dia? Jodha, yang mulia meninggalkan Agra dan tahtanya dan mencarimu ke semua tempat. Dia bahkan terluka dalam perjalanannya, dia menumpahkan darah demi kau. Tapi dia tidak bisa menggoyahkan keputusanmu. Padahal ada ratu lain di istananya, kau harus menganggap dirimu beruntung. ~menawati menyentuh pundak Jodha~ Jodha, aku tahu bahwa yang mulia membuat kesalahan. Tapi dia sudah cukup menunjukan penyesalannya. Kau harus memaafakan dia. Saat yang mulia tidak ada di sini, kau terus memikirkan tentang dia. Dan saat dia datang kesini, kau menolak untuk kembali dengan dia. Apa menurutmu itu adil? Jodha, Amer adalah rumahmu. Aku  tidak akan memaksakan keputusanku padamu. Aku tidak akan memintamu kembali ke Agra. Tapi sebagai ibu, aku ingin memberimu nasehat, jangan membangun dinding yang tinggi di sekeliling hatimu. Yang membuat dirimu sendiri tidak bisa memanjatnya saat kau menginginkannya. Pada akhirnya, kau yang harus memutuskan." Kemudian menawati pergi meninggalkan Jodha yang masih berdiri mematung memikirkan semua ucapan menawati dengan hati yang pedih....Sinopsis Jodha Akbar episode 227

Bagikan :
loading...
Back To Top