Loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 256

Loading...
Sinopsis Jodha Akbar episode 256 by Meysha Lestari.  Dokter mengobati luka Jodha dan ingin mengoleskan krim pada luka Jalal. Tapi jalal menolak dan berkata kalau dia tidak apa-apa dan menyuruh dokter mengoleskan krim itu pada luka Jodha saja. Mendengar itu, Jodha segera bangkit dan pindah duduk di samping Jalal. Jodha berkata pada Jalal dengan lembut kalau krim itu bagus untuk memgobati luka, "jadi biarkan jodha akbar 256dokter mengoleskannya di lukanmu." Jalal mengangguk. Doktermengoleskannya  di luka Jalal. Jodha senang melihatnya. Jalal mengucapkan terima kasih pada dokter dan menyuruhnya pergi. Jalal berkata kalau sudah saatnya dia menemui Ruqaiya. Tapi Jodha melarangnya, "jangan yang mulia. Kurasa jangan menemui Ruq sekarang. Dia akan cemas mengetahui kau telah di serang." Jalal setuju, "kau benar, aku akan temui dia nanti." ~sinopsisjodhaakbar.blogspot.com~
Sementara di kamarnya, Ruq sed

ang berteriak pada Hoshiyar, "jalal di serang dan kau baru beritahu aku sekarang?" Ruq bertanya pada Hoshiyar Jalal di mana. Hoshiyar menjawab kalau Jalal ada di kamarnya. Ruq bergegas pergi kekamar Jalal. Hoshiyar mengejar Ruqaiya, tapi Ruq tak mengubrisnya. 

Di kamar Jalal, Jodha berkata, "sebaiknya kita jangan beritahu Ruqaiya dulu, lagipula kita sekarang sudah aman." Jalal berkata, "tapi di istana ini rumor menyebar seperti api, kalau dia tahu dari orang lain, dia akan marah besar." Jodha setuju dengan Jalal. Jodha berpikir sebentar dan berkata, "kalau begitu aku akan menemui Ruqaiya memberikan benang suci ini. Dan aku akan bicara pelan-pelan agar dia tidak marah." Jalal mengangguk.

Para istri sedang tertawa-tawa ketika Ruq lewat di depannya. Melihat wajah Ruq, dan cara berjalannya yang tergesa-gesa para istri membicarakannya. Ada yang bilang, " Ruq sepertinya sedang marah. Ini sangat berbahaya." Istri yang lain lagi bertanya, "menurutmu apa yang akan dia lakukan?" Yang lain menjawab, "mungkin dia akan marah-marah." Istri satu lagi mengingatkan kondisi Ruq yangs edng hamil dan dia harus menjaga bayinya.  Hoshiyar yang mendengarkan pembicaraan para istri hanya bisa menarik nafas panjang.

Sinopsis Jodha Akbar episode 256. Jalal berkata pada Jodha kalau dia benar. Jodha menyahut, "kurasa ini yang terbaik." Jalal akhirnya memutuskan kalau dia tidak akan memberitahu Ruqaiya. Tapi Ruqaiya sudah ada di situ dan mendengar kata-kata Jalal yang terakhir. Dengan kesal Ruq bertanya, "apa yang tidak akan kau katakan padaku, Jalal?" Jalal kaget, "Ruqaiya kau.....~jalal dan Jodha berdiri menyambut Ruq~ kau sedang apa di sini?" Ruq menuntut penjelasan dari Jalal, dia berkata kalau Jalal di serang dan mendengarnya dari orang lain. Jalal jadi serba salah, dia melirik Jodha sesaat. ruq berkata, "jalal, dulu saat kau bersin aku yang pertama kali tahu. Dan sekarang aku harus tahu tentang dirimu dari seorang pelayan? Dulu aku selalu tahu apa yang terjadi denganmu, tapi kini kau berubah. Kenapa Jalal?" Jalal meminta maaf karena dia dan jodha berpikir...~ Ruq memotong kalimat jalal, "aku tidak perduli dengan orang lain. Kupikir kau akan cerita padaku karena aku istrimu, teman masa kecilmu, tapi ternyata tidak kau lakukan, Kenap jalal, kenapa?" Jalal berkata karena Ruq hamil, dia berpikir tidak baik memberitahunya, "coba lihat betapa tegangnya dirimu? Itu alasannya. " Ruq menyahut, "aku bukan kuatir kau diserang, tapi karena aku tahu kabar ini dari pelayan. Kenapa kau tidak beritahu aku Jalal?" Karena terlalu emosi, nafas Ruq tersengal-sengal. Jodha menghampirinya dan memegang tanganya meminta Ruq agar tenang. Ruq menepis Jodha dan menyuruhnya melepas tangannya. Jodha meraih bahu Ruq, dan menghadapkan ke dirinya sambil berkata kalau semua ini mereka lakukan demi kebaikan Ruqaiya. Ruqaiya menyahut kalau mereka melakukan itu bukan untuk dirinya, "lepaskan aku!" 

Jodha meminta Ruq untuk duduk dan menyuruh pelayan mengambilkan air. Ruq tambah kesal, dia berkata pada Jodha, "tidak. Aku tidak butuh simpatimu. Aku tidak suka disela saat aku bicara dengan suamiku."  Jodha tertunduk. Jalal memanggil Ruqaiya menyuruhnya duduk. Ruq menolak, tapi Jalal menariknya dan mendudukannya di sofa. Jalal kemudian duduk di sampingnya dan berkata, "lihat diriku, aku tidak apa-apa. " Ruq menatap Jalal dan berkata, "bagaimana kalau terjadi sesuatu? Untuk apa kau pergi kehutan itu?" Jalal berkata kalau dia harus pergi kesana, "Jodha berdoa untuk anak kita, lalu pergi ke panti asuhan untuk meminta anak-anak di sana berdoa untuk anak kita. Itu sebabnya aku pergi kesana bersama Jodha." Jodha mengambil benang suci lalu bersimpuh di depan Ruq dan berkata, "Ruqaiya begum, aku membawa benang suci ini untukmu. Biar aku pakaikan." Ruq nampak enggan, tapi Jalal mengambil tangannya dan mengulurkan tangan itu pada Jodha. Jodha mengikatkan benang itu di tangan Ruq. Jalal berkata, "Jangan kuatir, Ruqaiya. Jodha bersamaku. Semula aku kuatir bagaimana akan melawan mereka sambil melindungi Jodha, tapi ternyata dia bisa melawan mereka semua seorang diri." Jodha tersenyum dan berkata kalau jalal berlebihan memujinya. Jalal berkata, "tidak. Aku berkata serius. Sekarang aku akan selalu bersama Jodha. Dia adalah pertarung hebat, untuk apa membawa prajurit lagi? ~Ruq melihat Jalal yang menatap Jodha penuh kekaguman, ruq cemburu~  syukurlah aku bukan musuhmu, ratu Jodha." Ruq memasksakan diri tersenyum, tapi dalam hati dia berkata, "sekarang Jodha semakin dekat dengan jalal, dan Jalal semakin jauh dariku, ~Ruq menatap jalal yang tersenyum sambil memandang Jodha~ aku mencemaskan dia, dan dia masih saja membicarakan jodha." Ruq dengan menahan kesal berkata kalau dia mau kembali ke kamarnya. jalal menawarkan diri untuk mengantar. Jodha menatap keduanya dengan penuh pengertian. Jalal menggandeng Ruq. Ruq pura-pura kesakitan. Jalal meletakkan tangan Ruq di pundaknya dan memapahnya sampai ke kamar. 

Sinopsis Jodha Akbar episode 256. Sampai di kamar, jalal mendudukan Ruq di tepi tempat tidur, lalu dirinya duduk di samping Ruq. Ruq masih marah. Jalal menatap Ruq lama, lalu berkata, " kau masih marah padaku? Kemarahan seperti ini tidak baik.' Ruq meledak lagi dan berkata, "bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?" Jalal mengatakan kalau itulah alasannya dia tidak memberitahu Ruq, karena tidak ingin Ruq kuatir. Ruq protes, "Jalal, akhir-akhir ini kau sering bicara, tapi bukan tentang diriku." Ruqaiya dengan marah meninggalkan Jalal dan berdiri tak jauh darinya. Jalal ikut berdiri dan merangkul pundak Ruqaiya. Dengan penuh kesabaran jalal meminta maaf pada Ruq, pada  ratu spesialnya, "bagaimana kau senang?" Ruqaiya tidak bergeming. Jalal kemudian meraih kening Ruq dan menciumnya, "senang?" Ruq tersenyum. Jalal berkata kalau dia harus pergi. Jalal memberi salam pada Ruq dan melangkah pergi. Belum jauh, Ruq memanggil Jalal dan memintanya agar menyuruh Jodha menemuinya. Jalal dengan tersenyum mengangguk. Ruq dengan manis mengucapkan terima kasih. Tapi begitu Jalal sudah pergi, sifat jahat Ruq keluar lagi. Dia merenggut lepas benang suci yang dipasangkan Jodha di tangannya dan berkata kalau dia tidak butuh perhatian dan doa Jodha. ruq membuang benang itu dan menuduh Jodha telah membuat Jalal jauh dari dirinya. Ruq tidak akan terima itu. Senyum jahat menghiasi bibir Ruq.

Adham masuk kesebuah kamar yang redup dan bertanya pada diri sendiri dimana yang lain. maham datang sambil membawa lilin. Adham mengamati maham dan bertanya, "ami jaan, kau disini?" Maham mendekati adham dan bertanya, "jawab aku, kau darimana?" Adham menjawab kalau dirinya habis membalaskan dendam Maham. maham bertanya, "dendam? Apa maksudmu?" Adham menjelaskan kalau dia tidak tahan melihat Maham di hina. Hari ini Jalal dan Jodha sudah ada di genggamanku, tapi mereka lolos." Maham terkejut, "ya allah, apakah kau menyerang mereka?" Adham menjawab, "ya. Tapi mereka selamat. kalau saja atgah tidak datang, jasad Jalal akan di bawa kesini hari ini." Maham terlihat sedih, dia mencabut pisau di pinggang adham dan berkata, "aku yang memberimu pisau ini, jadi bunuhlah aku! Aku tiak mau berkabung atas kematian anakku. " Adham menjanjikan pada Maham kalau dia dan dirinya tidak akan mati, tapi musuh mereka akan mati. Maham dengan sarkastis berkata, "aku tidak tahu apakah aku harus menanggis atau tertawa mendengarmu. Apakah kau tidak tahu siapa Jalal? Dia raja negeri ini, dia sangat kuat. Kalau sampai Jalal tahu kau menentang nya...~Maham duduk di kaki Adham sambil menangis~ maafkan aku adham, aku tidak mau berkabung atas kematian anakku. Aku tidak akan tahan." Adham berlutut di depan Maham memegang bahunya dan berkata, "ibu, jangan lakukan itu. Kau boleh marah dan berteriak padaku, tapi jangan memohon. ~adham berdiri~ tiap kali aku coba membunuh Jalal, takdir menyelamatkan dia." Maham berdiri dan mendekati Adham, "Adham berjanjilah, kau tidak akan melakukan tindakan bodoh ini. Aku tidak mau terjadi apa-apa padamu. Aku mohon dengarkan kata-kataku ini. Berjanjilah." maham menatap adham. Adham melotot seram...

Jalal sepertinya baru berlatih pedang. Dia sedang mencuci muka ketika Atgah melaporkan kalau dirinya sudah melakukan penyelidikan dan tahu siapa dalang di balik penyerangan di hutan. Jalal berkata, "atgah sahab, aku adalah raja, banyak hal bisa menimpa raja, tapi saat itu ada istriku. Istriku juga di serang, aku tidak akan membiarkan orang yang menyerang Jodha." Atgah bertanya, "lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Jalal memerintahkan Atgah untuk megumpulkan semua anggota dewan untuk berkumpul di ruang sidang. Atgah shah, aku juga mau kau...." Jalal menghentikan kalimatnya saat mendengar Jodha menyanyikan Bhajan. Atgah shah penasaran dan bertanya, "ada apa yang mulia?" Jalal menepuk bahu Atgah dan berkata kalau dia akan menemuinya lagi nanti. Jalal dengan wajah pernuh rasa tertarik berjalan kearah suara Jodha. Saat itu Jodha sedang menyanyikan Bhajan untuk Krishna : (video klip) Hey Murlindar / hey mann mohan (untuk liriknya dapat di lihat di SINI)

jodha akbar 256cSinopsis Jodha Akbar episode 256. Jodha sedang duduk menyanyikan Bhajan di depan patung dewa krisna bersama Zakira dan moti ketika Jalal datang. Jalal melepas sandalnya dan masuk ke kamar Jodha. Zakira dan moti  yang melihat jalal segera bangkit dan beranjak pergi. Jalal duduk di belakang Jodha dengan tangan tertangkup didada. Dia begitu khusuk mendengarkan Jodha bernyanyi. Jodha tidak menyadari kalau Jalal ada di belakangnya. Setelah selesai berdoa, Jodha berdiri, Jalal juga ikut berdiri. Jodha mengambil nampan prasad dan membalikan badan. Jodha terkejut melihat jalal, "yang mulia, anda di sini?"  Jalal tersenyum dan berkata, "setiap kali mendengar suaramu, aku tertarik kesini. " Jodha tersenyum dan memberi jalal prasad. Jalal menerimanya dengan dua tangan dan memakannya. Jodha memberitahu Jalal kalu dia ingin belajar satu hal darinya. Jalal terkejut, "apa?" Jodha berkata kalau dia ingin Jalal menjadi gurunya. Jalal menatap Jodha seperti tak percaya, "apakah ini lelucon? kau ingin aku jadi gurumu, padahal kau tahu aku tidak berpendidikan." Jodha berkata, "tidak yang mulia, meski kau tidak terpelajar, tapi kau tahu banyak hal di bandingkan kebanyakan orang. Aku ingin tahu bagaimana kau berdoa dan meminta anugerah tuhan. " Jalal meraih tangan Jodha dan menggenggamnya, "apakah kau mengejekku?" Jodha berkata kalau dia ingin belajar cara Jalal berdoa dan semuanya. Jalal sepert tak percaya dan bertanya, "kau serius?" 

Jodha menjawab, "iya. Aku sudah sering melihat ibu dan ratu salima berpenampilan seperti ini," Jodha menata dupattanya sedemikian rupa sehingga menjadi kerudung yang menutup seluruh rambut dan lehernya. Jalal terpesona menatapnya. Jodha lalu mengambil tikar dan mengelarnya dilantai, "mereka seperti ini lalu duduk, tapi aku tidak tahu apa yang mereka ucapkan." Jalal sudah memakai surban, dia meraih kening Jodha dan menciumnya lalu berkata kalau dia akan megajari Jodha sembahnyang. Kemudian Jalal mempraktekkan sholat di depan Jodha, jodha mengikuti setiap gerakan dan bacaaan yang diucapkan Jalal. Setelah sholat, Jalal melihat memar di tangan Jodha, timbul amarah di hati Jalal. Dia meminta Jdoha menemuinya di ruang sidang karena dia ingin membalas semua memar di tubuh Jodha pada pelakunya. Jalal membantu Jodha berdiri dan mencium keningnya lalu pergi meninggalkan Jodha yang menatap kepergian jalal dengan sedikit bingung dan penasaran......Sinopsis Jodha Akbar episode 257
Bagikan :
loading...
Loading...
Back To Top